CompileDaily
IHSG

IHSG Sepekan Turun Tipis 0,13% ke 5.050, Rebound Tiga Hari Pangkas Anjlok 3,78% Selasa

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Selasa mencabut 192,54 poin dalam satu hari, tetapi tiga sesi berikutnya mengembalikan 146,14 poin dan membuat IHSG menutup pekan hanya 6,62 poin di bawah level Jumat lalu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 20,17 poin atau 0,40 persen ke 5.050,43 pada Jumat (6/11/2026), menurut laporan penutupan CNBC Indonesia. Dibanding penutupan Jumat pekan lalu (30/10/2026) di 5.057,05, indeks turun 6,62 poin atau 0,13 persen sepekan. Hitungan ini sama dengan catatan mingguan detikFinance, yang juga menulis penurunan 0,13 persen.

Senin Naik 0,79 Persen, Selasa Ambrol 3,78 Persen

Pekan dibuka hijau. Senin (2/11/2026) IHSG naik 39,78 poin atau 0,79 persen ke 5.096,83. Sehari kemudian, Selasa (3/11/2026), indeks merosot 192,54 poin atau 3,78 persen ke 4.904,29, menurut data Kontan. Sebanyak 624 saham melemah dan hanya 57 yang menguat, dengan nilai transaksi Rp11,73 triliun.

Semua sektor tertekan hari itu; barang baku turun sekitar 6 persen dan energi 4,38 persen. Kontan tidak menyebut pemicu tunggal. Laporan pembukaan Rabu di CompileDaily mencatat isu penyadapan dan MSCI masih membayangi pasar.

Rebound Rabu hingga Jumat Belum Tembus Level Senin

Rabu (4/11/2026) IHSG naik 15,48 poin atau 0,32 persen ke 4.919,77. Kamis (5/11/2026) lonjakannya lebih besar: 110,49 poin atau 2,25 persen ke 5.030,26. Jumat menutup rangkaian tiga hari hijau di 5.050,43, tepat di level tertinggi hari itu.

Jalan menuju hijau Jumat tidak mulus. Indeks dibuka di 4.955,83 (turun 1,48 persen) dan pada akhir sesi I masih di 4.931,39, melemah 1,97 persen. Titik terendah intraday 4.925,10 baru dibalik menjadi penguatan di sesi kedua. Level 5.096,83 milik Senin tetap belum terjangkau.

Napas pasar masih tipis. Pada Jumat, 192 saham naik, 381 turun, dan 141 stagnan; hanya dua dari sebelas sektor yang menguat. Sektor keuangan naik 1,52 persen, sementara teknologi turun 3,16 persen dan barang baku 2,46 persen. Di LQ45, AKRA (+4,58 persen), UNVR (+4,12 persen), dan AMRT (+3,72 persen) memimpin kenaikan, sedangkan JPFA (-6,91 persen) dan BRPT (-6,59 persen) paling dalam terkoreksi.

Asing Bergantian Jual dan Beli, Saham Bank Banyak Dilepas

Investor asing mencatat net sell Rp575 miliar di seluruh pasar pada Selasa, dipimpin BBRI Rp310,1 miliar. Rabu berbalik net buy Rp257,94 miliar, lalu Kamis kembali net sell Rp65,53 miliar dengan BBRI (Rp176,3 miliar) dan BMRI (Rp171,77 miliar) sebagai saham yang paling banyak dilepas. Untuk Senin, judul Kontan menyebut net sell Rp112 miliar.

Lihat Layanan Kami

Jika keempat angka itu dijumlahkan, net sell asing Senin–Kamis sekitar Rp494,59 miliar; ini hitungan sendiri dan belum memuat Jumat, karena angka harian penuhnya belum ditemukan. Sebagai pembanding, pekan lalu (26–30/10/2026) net sell asing mencapai Rp4,20 triliun menurut Kontan. Secara year-to-date, IHSG tercatat turun 43,10 persen pada penutupan Rabu.

Nasdaq Anjlok 5,52 Persen, Kospi Kena Circuit Breaker

Tekanan dari luar negeri mengeras di akhir pekan. Nasdaq turun 5,52 persen ke 24.315,00 pada Kamis (5/11/2026), penurunan harian terbesar dalam 19 bulan, menurut laporan Reuters yang dikutip Kontan. S&P 500 turun 4,36 persen dan Dow Jones 3,44 persen, dengan kekhawatiran regulasi kecerdasan buatan (AI) disebut sebagai latar.

Pada Jumat pagi, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 8,6 persen ke 4.923,47 dan memicu circuit breaker 20 menit; Samsung turun 10 persen dan SK Hynix 13 persen. Rupiah ikut tertekan ke Rp18.103 per dolar AS sore harinya, melemah 0,15 persen dari Rp18.075 sehari sebelumnya.

Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 tercatat 5,47 persen secara tahunan, lebih tinggi dari kuartal II (5,29 persen) dan konsensus CNBC Indonesia (5,20 persen).

Resistance 5.072–5.127 dan Evaluasi MSCI 11 November

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menempatkan resistance jangka pendek di 5.072–5.127. "Apabila mampu breakout 5.127 disertai peningkatan volume, peluang penguatan menuju 5.305 semakin terbuka," ujarnya, seperti dikutip Kontan. Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berkonsolidasi dengan resistance mingguan 5.455 dan 5.912, serta support 4.824 lalu 4.764.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menyebut evaluasi MSCI berikutnya pada 11 November 2026 sebagai agenda pasar. Kepala Ekonom Bank Danamon, Irman Faiz, menilai dampak MSCI terbatas dan tekanan rupiah lebih dipengaruhi faktor geopolitik. Pasar juga memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed bulan depan setelah rilis data tenaga kerja AS.

Pertanyaannya kini apakah rebound tiga hari ini cukup bertenaga menembus 5.127 sebelum jadwal MSCI, atau justru berhenti di bawah level Senin lagi saat pasar global belum tenang.

Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi beli atau jual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan dan iklan yang relevan. Baca Kebijakan Privasi kami.