CompileDaily
Layanan Kesehatan

Kemenkes Catat 401.586 Kasus ISPA Akibat Karhutla di 7 Provinsi, Balita Jadi Kelompok Terbanyak

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Asapnya bisa mereda di satu provinsi dan memburuk di provinsi sebelah, sementara angka kasus infeksi saluran pernapasan terus bertambah tanpa menunggu kabut hilang.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 401.586 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota. Angka itu berasal dari pemantauan per 2 November 2026, disampaikan Juru Bicara Kemenkes Widyawati dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (4/11/2026), seperti dilaporkan Kontan dan NU Online. Pada 2 November saja ada tambahan 3.906 kasus baru, sekitar 0,97 persen dari total kumulatif dalam satu hari.

Tujuh Provinsi dan Pola yang Tidak Seragam

NU Online menyebut tujuh provinsi terdampak, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi. Rincian kasus per provinsi tidak dipaparkan dalam ketiga laporan media yang kami baca.

Kemenkes memantau tren di lima provinsi sejak 1 Oktober hingga 1 November 2026. Kasus menurun di Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, dan Riau, tetapi meningkat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Kalimantan Timur mendapat perhatian khusus. Menurut Widyawati, situasi ini perlu diantisipasi lewat pemantauan yang lebih intensif, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, dan penanganan yang maksimal.

Balita, Anak, dan Lansia Paling Terdampak

Kemenkes merinci kelompok usia rentan: 91.913 kasus pada balita usia 0-5 tahun, 87.704 kasus pada anak usia 6-9 tahun, dan 56.092 kasus pada lansia di atas 60 tahun. Dibanding total kumulatif, balita menyumbang sekitar 22,9 persen, anak usia 6-9 tahun sekitar 21,8 persen, dan lansia sekitar 14,0 persen. Jika dijumlahkan, ketiganya mencapai 235.709 kasus atau sekitar 58,7 persen dari total 401.586.

Kelompok perhatian khusus lain mencakup 590 ibu hamil, 1.530 penderita asma, dan 8.086 pekerja luar ruangan. Karena data hanya menyebut jumlah kasus tanpa pembanding populasi, angka ini belum menunjukkan seberapa besar risiko per kelompok.

Lihat Layanan Kami

Pneumonia dan Diare Ikut Naik

Selain ISPA, tren pneumonia dan diare di lima provinsi tersebut juga naik dari pertengahan Oktober hingga awal November, menurut laporan NU Online. Kemenkes belum merilis angka kedua penyakit itu dalam pemberitaan yang kami telusuri.

Kesiapan Layanan dan Imbauan

Untuk kesiapan medis, Kemenkes menyebut telah menyediakan 1.691 puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, dan 87 layanan darurat lapangan. Langkah pencegahan meliputi edukasi risiko, pemantauan tren penyakit pernapasan, dan penerbitan surat kewaspadaan bagi daerah berisiko.

"Kepada masyarakat, selalu gunakan masker untuk mengurangi paparan partikel berbahaya dari asap terutama saat harus beraktivitas di luar rumah. Jaga kesehatan dan kebersihan," kata Widyawati. Ia juga mengimbau warga menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengonsumsi air bersih, memastikan makanan higienis, menghindari paparan asap, dan tidak menggosok mata saat perih atau gatal.

Satu catatan soal data: waktu penutupan data yang tertulis berbeda antarmedia, yakni pukul 16.00 WIB di Kontan dan JPNN serta pukul 18.00 di NU Online, dengan angka total yang sama.

Pertanyaan yang tersisa adalah apakah penurunan di Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, dan Riau cukup kuat untuk menutup kenaikan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat dalam laporan Kemenkes berikutnya.

Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti diagnosis atau saran medis. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau gejala lain, konsultasikan dengan tenaga medis.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan dan iklan yang relevan. Baca Kebijakan Privasi kami.