CompileDaily
Sport

Veda Pratama Finis Kedua di Moto3 Malaysia, Hasil Terbaik Kariernya usai Start dari Posisi 8

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Sempat melorot ke posisi keempat dengan dua pembalap menempel di belakangnya, Veda Ega Pratama menyimpan serangannya untuk lap terakhir — dan di sanalah podium keduanya ditentukan.

Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia finis kedua pada balapan Moto3 Grand Prix Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang, Minggu (1/11/2026). Ia start dari posisi kedelapan dan menyentuh garis finis 3,734 detik di belakang pemenang Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team, menurut laporan ANTARA. Hasil itu tercatat sebagai pencapaian terbaik Veda sepanjang kariernya di Grand Prix.

Merebut Posisi Kedua dari Carpe di Lap Terakhir

Balapan Moto3 di Sepang berlangsung 15 lap. Tekanan dari Hakim Danish dan Alvaro Carpe sempat membuat Veda turun ke posisi keempat pada fase tengah balapan. ANTARA mencatat ia baru merebut kembali posisi kedua dari Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, di lap terakhir.

Carpe akhirnya melintasi garis finis ketiga dengan selisih 4,184 detik dari Quiles. Danish, pembalap Malaysia, finis keempat, sebagaimana dicatat Tirto dalam daftar hasil balapan. Artinya, Veda harus menjaga jarak dari pembalap tuan rumah itu sampai bendera finis dikibarkan.

Melampaui Podium Ketiga di Brasil

Sebelum Sepang, hasil terbaik Veda adalah posisi ketiga di Grand Prix Brasil pada Maret 2026. Finis kedua di Malaysia menggeser rekor pribadi itu satu tingkat ke atas.

Musimnya sendiri tidak selalu mulus. Veda sebenarnya meraih pole position di Grand Prix Australia 2026, tetapi balapan Moto3 di sana dibatalkan karena cuaca buruk, sehingga posisi terdepan itu tak pernah berbuah poin.

Naik ke Peringkat Ketujuh dengan 131 Poin

Lihat Layanan Kami

Dua puluh poin dari posisi kedua mengangkat total Veda dari 111 menjadi 131 poin. Menurut rekap klasemen detik Jogja, angka itu cukup untuk melewati Valentin Perrone yang mengantongi 121 poin dan kini berada di peringkat kedelapan.

Di atasnya, Marco Morelli di peringkat keenam masih unggul sembilan poin (140). Pemimpin klasemen Quiles sudah mengumpulkan 376 poin, sehingga jarak Veda dengan puncak adalah 245 poin. Gelar juara dunia Moto3 praktis di luar jangkauan, tetapi perburuan posisi enam besar masih terbuka.

Marc Marquez Menang di Kelas Utama, Martin Absen

Di kelas MotoGP pada hari yang sama, Marc Marquez dari Ducati memenangi balapan Malaysia dengan waktu 40 menit 14,236 detik. Pedro Acosta dari KTM menyusul 4,172 detik di belakangnya, disusul Alex Marquez dari Gresini di posisi ketiga, menurut rekap Auto Action. Acosta sebelumnya memenangi sprint Sabtu, yang kami laporkan terpisah.

Hasil itu membuat Marc memimpin klasemen dengan 399 poin, unggul 44 poin atas Jorge Martin (355) dan 67 poin atas Marco Bezzecchi (332). Martin absen di Sepang karena patah pergelangan tangan akibat kecelakaan di Phillip Island pekan sebelumnya, seperti dimuat dalam laporan kantor berita di WHBL. Bezzecchi kehilangan satu posisi dari Enea Bastianini setelah membuat kesalahan di tikungan 14 pada lap terakhir dan finis keenam.

Qatar Menjadi Ujian Berikutnya

Seri berikutnya adalah Grand Prix Qatar pada 6-8 November. Menurut Auto Action, Marc bisa mengunci gelar di sana jika keunggulannya melebar menjadi 74 poin, mengingat setiap akhir pekan menyediakan 37 poin.

Untuk Veda, pertanyaannya lebih sederhana tetapi tidak mudah: apakah finis kedua dari posisi start kedelapan itu pertanda ritme baru, atau sekadar hasil balapan yang kebetulan berpihak di lap terakhir.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan dan iklan yang relevan. Baca Kebijakan Privasi kami.