IHSG Dibuka Melesat 1,60% ke 4.998, Wall Street Menguat saat Asing Net Buy Rp257,94 Miliar
Dua pekan terakhir IHSG lebih sering diberitakan karena turun daripada naik, jadi lonjakan 1,60 persen di menit-menit awal perdagangan ini terasa seperti napas yang akhirnya dilepas. Pertanyaannya, apakah pasar sedang berbalik arah atau sekadar memantul dari dasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 78,57 poin atau 1,60 persen ke level 4.998,34 pada pembukaan perdagangan Kamis (5/11/2026), menurut laporan ANTARA pukul 09.06 WIB. Indeks LQ45 ikut naik 9,16 poin atau 1,83 persen ke posisi 510,40. Level 4.998,34 itu kurang dari dua poin dari batas psikologis 5.000.
Sempat Menyentuh 5.038 di Awal Sesi
Berdasarkan laporan Investor.id, IHSG bergerak di rentang 4.995 hingga 5.038 pada awal sesi I. Dari sisi bursa, 353 saham menguat, 102 melemah, dan 122 stagnan, dengan volume 1,49 miliar saham pada frekuensi 51.342 kali transaksi.
Saham yang memimpin kenaikan di pembukaan antara lain AIMS yang naik 20,53 persen ke Rp910, COIN naik 7,81 persen ke Rp276, ARCI naik 7,47 persen ke Rp935, BUMI naik 6,9 persen ke Rp124, dan MDKA naik 6,79 persen ke Rp1.965.
Rebound 0,32 Persen Rabu dan Asing Kembali Masuk
Lonjakan hari ini bertumpu pada penutupan Rabu (4/11/2026). IHSG ditutup naik 15,48 poin atau 0,32 persen ke 4.919,77, setelah sempat turun ke kisaran 4.826 pada sesi I, menurut CNBC Indonesia. Penguatan itu terjadi walau 439 saham turun dan hanya 190 saham naik. Sektor keuangan naik 1,15 persen.
Investor asing mencatat net buy Rp257,94 miliar di seluruh pasar pada hari yang sama. Menurut data yang dirangkum CNBC Indonesia, pembelian terbesar ada di BBCA sebesar Rp133,28 miliar dan ANTM Rp53,16 miliar. Net sell terbesar tercatat di BMRI senilai Rp96,65 miliar. Di LQ45, PGEO naik 10,92 persen, ANTM 8,33 persen, dan INKP 7,35 persen.
Sebelum rebound ini, IHSG tercatat turun 6,86 persen dalam sepekan dan 43,10 persen sejak awal tahun, menurut Kontan Insight.
Wall Street Melonjak Usai Pemilu Sela AS
Dari luar negeri, Wall Street menguat setelah Partai Demokrat menang dalam pemilu sela Amerika Serikat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 3 persen, S&P 500 naik 1,6 persen, dan Nasdaq naik 1,4 persen, seperti dikutip Infobanknews. Harga minyak mentah turun lebih dari 8 persen, sementara emas kembali ke area US$4.000 per ons.
Di Asia, bursa saham bergerak berlawanan arah pada pembukaan. Indeks Nikkei naik 0,39 persen, tetapi Kospi di Korea Selatan turun 3,87 persen. Dari dalam negeri, kasus dugaan penyadapan dan isu penilaian MSCI masih menjadi bayang-bayang yang muncul dalam ulasan penutupan Rabu.
Analis Pasang Batas 4.980 hingga 5.110
Pandangan analis untuk hari ini tidak seragam. Investment Growth Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu'tashim, memproyeksikan IHSG melanjutkan penguatan di rentang 4.980–5.000. Reliance Sekuritas memperkirakan indeks menguat dengan support 4.857 dan resistance 4.980, level yang sudah terlampaui pada pembukaan.
CGS International Sekuritas Indonesia memberi rentang lebih lebar, yakni support 4.825–4.730 dan resistance 5.015–5.110, seperti dimuat Investor.id. Saham trading yang disebut CGS adalah INTP, ANTM, PTBA, PGAS, ASII, dan AALI.
Perhatian kini tertuju pada apakah IHSG mampu bertahan di atas 5.000 hingga penutupan, mengingat penguatan serupa dua pekan lalu sempat habis dalam sepekan. Kelanjutan pembelian bersih asing akan menjadi ujian pertama. Liputan sebelumnya, IHSG dibuka turun 0,97 persen ke 4.857 dan level 5.000 yang diuji, menunjukkan betapa rapuhnya level ini.
Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi beli atau jual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, dan setiap investasi mengandung risiko.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.