CompileDaily
IHSG

IHSG Dibuka Turun 0,35% ke 5.039, Saham HSC Resmi Keluar dari Indeks saat Level 5.000 Diuji

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Indeks yang baru kehilangan 16,70 persen sepanjang Oktober kini harus bergerak tanpa sedikitnya 80 emiten yang selama ini ikut menentukan angkanya — dan hari pertama aturan baru itu dimulai tepat di atas garis 5.000.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun 0,35 persen ke 5.039,54 pada Senin (2/11/2026), melemah 17,51 poin dari penutupan Jumat (30/10/2026) di 5.057,05. Pada pukul 09.01 WIB indeks sudah merosot ke 5.016,91, atau turun 40,14 poin (0,79 persen), dengan volume transaksi 18,97 juta lot senilai Rp486,39 miliar.

Saham HSC Dikeluarkan dari Perhitungan IHSG

Hari ini Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai mengeluarkan saham berkategori high shareholding concentration (HSC), yaitu emiten dengan kepemilikan terkonsentrasi di segelintir pemegang saham, dari perhitungan IHSG. Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menyebut aturan itu efektif pada 2 November. Pemberitaan Kabarbursa menyebut sedikitnya 80 emiten terdampak, sementara Bisnis.com dalam judul beritanya menulis 81 saham.

Saham HSC tetap boleh diperdagangkan, hanya tidak lagi dihitung dalam indeks. Analis pasar modal Traderindo, Wahyu Tri Laksono, menilai langkah ini sangat efektif menekan volatilitas jangka pendek dan menunjukkan itikad BEI menuju standar transparansi global.

Jumat Ditutup di 5.057, Asing Net Sell Rp140,27 Miliar

Sebelum pembukaan hari ini, IHSG ditutup turun 0,80 persen ke 5.057,05 pada Jumat. Sepekan indeks merosot 7,03 persen, sedangkan sepanjang Oktober anjlok 16,70 persen dari 6.071,14 pada akhir September. Sejak awal tahun, kerugiannya 41,52 persen. Sebanyak 523 saham melemah, 187 menguat, dan 81 stagnan, dengan nilai transaksi Rp11,65 triliun.

Investor asing membukukan net sell Rp140,27 miliar di seluruh pasar. BBRI menjadi saham yang paling banyak dilepas asing (Rp206,5 miliar), disusul TLKM (Rp119,5 miliar) dan AMMN (Rp59,3 miliar). Di sisi beli, asing mengumpulkan GOTO (Rp54,5 miliar), BUMI (Rp40,4 miliar), dan MDKA (Rp39,5 miliar). Di LQ45, PGAS naik 8,64 persen, PTBA 5,88 persen, dan EXCL 5,85 persen, sementara BRPT turun 6,96 persen serta CUAN dan ISAT sama-sama turun 6,83 persen.

Data saham penggerak, termasuk top gainers dan losers khusus hari ini, belum tersedia dari sumber yang dapat diverifikasi pada saat artikel ini ditulis.

Lihat Layanan Kami

PMI, Inflasi, dan Pemilu Sela AS Jadi Penentu Pekan Ini

Pelaku pasar menanti PMI manufaktur Indonesia, inflasi Oktober 2026 (konsensus 0,24 persen secara bulanan dan 3,25 persen secara tahunan), serta data manufaktur China. Dari Amerika Serikat, perhatian tertuju pada pemilu sela 3 November, data JOLTS dan ADP, lalu laporan tenaga kerja non-pertanian (NFP) pada 6 November.

Situs Industry.co.id merangkum latar global yang masih berat: The Fed menahan suku bunga di 3,75–4,00 persen, Nasdaq turun 2,86 persen, KOSPI 3,48 persen, dan Nikkei 2,12 persen. Harga minyak WTI bertahan sekitar US$102 per barel, dan rupiah di kisaran Rp18.147 per dolar AS. Media yang sama mencatat MSCI masih berkonsultasi soal penurunan klasifikasi pasar Indonesia ke standalone market, dengan masukan dibuka hingga 30 April 2027.

Support 5.012 dan 5.000 Jadi Garis Pertahanan

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana, dikutip Liputan6, menyebut IHSG masih berada di wave (iv) dari wave [v]. Skenario terbaiknya, indeks menguat ke 5.456–5.564. Skenario terburuknya, koreksi berlanjut ke 4.763–4.845. Ia menetapkan support di 5.012 dan 4.915, serta resistance di 5.328 dan 5.460.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari, dikutip Okezone, menilai momentum bearish belum terkonfirmasi berakhir setelah koreksi 7,03 persen pekan lalu. Selama bertahan di atas 5.000, IHSG berpeluang konsolidasi di 5.000–5.200. Penutupan di bawah level itu, menurutnya, membuka risiko pelemahan menuju area 4.900.

Ritme pekan ini sebelumnya sudah terbaca dari rangkuman IHSG sepekan dan pembukaan Jumat lalu, ketika indeks juga dibuka di bawah penutupan sebelumnya.

Yang ditunggu berikutnya adalah apakah IHSG sanggup menutup hari ini di atas 5.000 setelah bobot indeks dihitung ulang, atau justru menembus ke area 4.900 yang dipantau para analis.

Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi beli atau jual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, dan setiap investasi mengandung risiko.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan dan iklan yang relevan. Baca Kebijakan Privasi kami.