IHSG Dibuka Turun 0,61% ke 5.066 usai Anjlok 3,49%, Asing Net Sell Rp1,08 Triliun
Setelah sehari memangkas lebih dari 184 poin, IHSG tidak sempat bernapas lega — Jumat pagi indeks kembali membuka dengan koreksi, hanya saja langkahnya jauh lebih pendek.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 31,12 poin atau 0,61 persen ke level 5.066,94 pada pembukaan perdagangan Jumat (30/10/2026), menurut data pembukaan yang dilaporkan CNBC Indonesia. Nilai transaksi awal tercatat Rp374,05 miliar dengan volume 14,17 juta lot. Level tersebut hanya sedikit di atas penutupan Kamis (29/10/2026) di 5.098,06.
Sehari Sebelumnya, Rp10,13 Triliun Berpindah Tangan dalam Koreksi 3,49%
Pada Kamis, IHSG ditutup turun 184,26 poin atau 3,49 persen ke 5.098,06, menurut laporan penutupan CNBC Indonesia. Nilai transaksi mencapai Rp10,13 triliun dengan volume 217,69 juta lot. Pagi harinya situasi sempat berbeda: seperti dicatat dalam laporan pembukaan Kamis, indeks dibuka naik 0,43 persen ke 5.305 sebelum tekanan jual mengubah arah sepanjang hari.
Asing Jual Bersih Rp1,08 Triliun, Akumulasi 2026 Rp97,78 Triliun
Investor asing mencatat penjualan bersih (net sell) Rp1,08 triliun di seluruh pasar pada Kamis. Sepanjang 2026, akumulasi net sell asing telah mencapai Rp97,78 triliun, menurut Kontan.
Saham yang paling banyak dilepas asing adalah BUMI senilai Rp34,85 miliar, disusul CUAN Rp30,25 miliar dan AMRT Rp24,35 miliar. DEWA, DSSA, dan ASII melengkapi enam besar, dengan ASII di Rp18,49 miliar.
Dua Analis, Dua Pembacaan atas Penurunan
Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai yang terjadi bukan sekadar koreksi harga, melainkan krisis kepercayaan investor terhadap pasar domestik. Ia menyebut ketidakpastian evaluasi MSCI, transparansi kepemilikan saham, tata kelola, dan kredibilitas mekanisme perdagangan sebagai faktor domestik. Hendra memasang support di 4.980 dan resistance di 5.200; jika support jebol, indeks berpotensi menuju area psikologis 4.900. Penguatan ke 5.150–5.200, menurutnya, baru sebatas technical rebound.
Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat tekanan datang dari koreksi saham perbankan berkapitalisasi besar dan arus keluar dana asing. Untuk perdagangan Jumat, ia memperkirakan support di 5.046 dan resistance di 5.155. Dalam daftar saham pilihannya terdapat BBNI, INDY, dan ISAT.
Riset harian MNC Sekuritas yang dikutip IDX Channel menyebut IHSG berpotensi melanjutkan koreksi ke sekitar 5.024. Skenario terbaik mereka adalah rebound ke 5.456–5.564 setelah itu, sedangkan skenario terburuk membawa indeks ke 4.763–4.845.
Data AS Kuat, Rupiah Lewati Rp18.100 per Dolar
Dari luar negeri, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal III tercatat 3,4 persen secara tahunan, sementara inflasi PCE September naik 0,5 persen secara bulanan. Penurunan Wall Street disebut sebagai salah satu katalis negatif. Bursa Asia ikut tertekan, dengan saham teknologi menjadi beban, sedangkan harga minyak melemah karena harapan damai AS-Iran.
Rupiah melemah melewati Rp18.100 per dolar AS. Imbal hasil SBN tenor 10 tahun turun ke 7,643 persen dari 7,706 persen, masih dekat level tertinggi enam tahun. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengeluarkan BBCA, BUMI, ASII, BRPT, dan INDF dari daftar short selling November. Untuk gambaran kinerja sepekan terakhir, lihat ulasan IHSG sepekan sebelumnya.
Rilis Zona Euro Pukul 17.00 WIB Jadi Agenda Berikutnya
Pasar menanti data PDB kuartal III zona euro yang diperkirakan tumbuh 0,2 persen secara kuartalan, dengan tingkat pengangguran 6,4 persen, pada pukul 17.00 WIB. Bank sentral Jepang juga diperkirakan menahan suku bunga di 1,25 persen. Pertanyaan yang tersisa untuk akhir pekan ini adalah apakah IHSG sanggup bertahan di atas 4.980 sampai bel penutupan, atau level yang dijaga para analis itu justru ikut diuji.
Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca; lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko Anda.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.