IHSG Sepekan Anjlok 7,03% ke 5.057, Fiskal, Minyak $101, dan MSCI Habiskan Rebound Pekan Lalu
Pekan lalu IHSG butuh lima hari untuk merebut 254 poin. Pekan ini indeks melepas 382 poin dalam jumlah hari yang sama, dan hanya satu dari lima sesi yang berakhir hijau.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di 5.057,05 pada Jumat (30/10/2026), turun 41,01 poin atau 0,80 persen dari hari sebelumnya, menurut data penutupan CNBC Indonesia. Dibanding penutupan Jumat (23/10/2026) di 5.439,25, indeks kehilangan 382,20 poin atau 7,03 persen sepekan. Itu hitungan kami. Warta Finansial menulis penurunan 7,1 persen, tetapi memakai level sesi pertama Jumat di 4.993, bukan harga penutupan.
Hanya Rabu yang Hijau, Kamis Jadi Hari Terburuk
Senin (26/10/2026) IHSG turun 1,22 persen ke 5.373,09. Selasa (27/10/2026) indeks kehilangan 106,96 poin atau 1,99 persen ke 5.266,13. Rabu (28/10/2026) menjadi satu-satunya sesi hijau, naik 16,18 poin atau 0,31 persen ke 5.282,31.
Kamis (29/10/2026) memutus rebound itu. Indeks anjlok 184,25 poin atau 3,49 persen ke 5.098,06, penurunan harian terdalam pekan ini, dengan 624 saham melemah. Laporan pembukaan CompileDaily Jumat pagi mengulas dampak anjloknya indeks itu ke pembukaan perdagangan Jumat.
Asing Menjual di Tiga dari Empat Hari Pertama
Kontan mencatat net sell asing Rp1,85 triliun pada Senin. Selasa, net sell seluruh pasar Rp668,26 miliar. Rabu berbalik net buy Rp664,24 miliar. Kamis, net sell kembali Rp1,52 triliun di seluruh pasar, dengan BBCA menyumbang Rp503,49 miliar saat harganya turun 6,35 persen ke Rp4.940, menurut Bisnis Terkini.
Penjumlahan Senin sampai Kamis menghasilkan net sell sekitar Rp3,37 triliun. Itu hitungan kami dari empat angka harian di atas, yang cakupan pasarnya tidak seragam, sehingga bukan angka resmi sepekan. Data Jumat dan rekapitulasi mingguan Bursa Efek Indonesia (BEI) belum tersedia saat artikel ini ditulis. Untuk akumulasi sepanjang 2026, Warta Finansial menyebut sekitar Rp126 triliun, sedangkan Periskop mencatat Rp96,72 triliun pada 27/10. Selisih keduanya belum bisa kami rekonsiliasi.
Jumat Menyentuh 4.979, Menutup di 5.057
Pada Jumat IHSG dibuka di 5.066,94, sempat mencapai 5.116,01, lalu turun sampai 4.979,34 sebelum menutup di 5.057,05, menurut data RTI Business yang dikutip StockWatch. Volume mencapai 37,43 miliar saham dengan nilai Rp11,40 triliun dan frekuensi 1.187.978 kali. Kapitalisasi pasar tercatat Rp8.882,52 triliun. Sumber lain melaporkan nilai transaksi antara Rp10,38 triliun dan Rp11,26 triliun.
Sebanyak 187 saham naik, 523 turun, dan 81 stagnan. Kontan mencatat hanya sektor kesehatan (naik 0,76 persen) dan keuangan (0,16 persen) yang menguat, sementara transportasi turun 3,13 persen. Di LQ45, PGAS naik 8,64 persen, PTBA 5,88 persen, dan EXCL 5,85 persen. BRPT turun 6,96 persen, disusul CUAN dan ISAT yang masing-masing melemah 6,83 persen. BBCA, yang tertekan sehari sebelumnya, naik 0,81 persen ke Rp4.980.
Fiskal, Minyak, dan Tenggat MSCI Disebut sebagai Pemberat
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut sentimen utama pekan ini datang dari dalam negeri. "Memang yang paling utama adalah masalah fiskal," ujarnya. Founder Republik Investir, Hendra Wardana, menyoroti krisis kepercayaan investor terhadap transparansi, tata kelola, keterbukaan kepemilikan, dan mekanisme perdagangan. Keduanya dikutip dalam artikel Warta Finansial di atas.
Dari luar negeri, harga minyak berada di atas US$101 per barel dan memperkuat permintaan dolar AS. CNBC Indonesia mencatat rupiah sempat menembus Rp18.100 per dolar AS. Pasar juga menimbang pernyataan Presiden AS Donald Trump soal kemungkinan serangan besar ke Iran setelah pemilu AS pada 3 November. Di dalam negeri, MSCI masih menunggu perbaikan pasar modal. Keputusan akhir mengenai status Indonesia dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027, seperti diuraikan dalam laporan mingguan CompileDaily pekan lalu.
Analis Menjaga Level 4.972 sebagai Batas Rebound
Perlu dicatat, proyeksi di bawah disusun Kamis untuk perdagangan Jumat, bukan khusus sepekan ke depan. Hingga artikel ini ditulis, kami belum menemukan proyeksi pekan depan dari analis bernama.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menetapkan support di 5.012 dan 4.915, dengan resistance di 5.328 dan 5.460. Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menempatkan support di 4.972, 4.895, dan 4.767. "IHSG berpeluang rebound untuk melanjutkan wave iv ke atas selama tidak menembus 4.972," ujarnya, seperti dikutip CNN Indonesia.
Titik terendah Jumat di 4.979,34 hanya 7 poin di atas batas Ivan, dan penutupan 5.057,05 masih di atas support pertama Herditya, tetapi jauh di bawah resistance 5.328.
Senin (2/11/2026) pasar kembali dibuka sehari menjelang pemilu AS. Pertanyaannya, apakah 4.972 bertahan ketika data inflasi yang ditunggu pasar akhirnya keluar, atau justru menjadi level berikutnya yang ditembus.
Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi beli atau jual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca, dan setiap investasi mengandung risiko. Data mingguan BEI (rata-rata transaksi harian dan net sell asing sepekan) belum dirilis saat artikel ditulis.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.