Shanghai Fair Indonesia 2026 Digelar 11-12 November di JIExpo, Ratusan Perusahaan di 5 Sektor
Sebuah pameran dagang yang sebelumnya singgah di Korea Selatan dan Thailand kini mendarat di Kemayoran. Penyelenggaranya menjanjikan pertemuan bisnis yang "konkret", bukan deretan stan yang sekadar dilewati.
Shanghai Fair Indonesia 2026 akan berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (11-12/11/2026), di Hall B1-B3 dan C1 Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Menurut laporan Medcom pada Rabu (4/11/2026), acara berformat business to business (B2B) ini membuka pintu pukul 10.00 hingga 17.00 WIB dan mempertemukan ratusan perusahaan serta asosiasi industri dari Shanghai dengan pelaku usaha Indonesia.
Tema dan Siapa yang Berdiri di Belakangnya
Tema yang diusung adalah "Saat Inovasi Shanghai Bertemu Peluang Indonesia". Pameran ini mendapat dukungan Komite Persahabatan dengan Negara Asing dan Komite Shanghai Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok. Dari sisi Indonesia, situs resmi Shanghai Fair mencantumkan Pemerintah Kota Bogor, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), PERPIT, dan STARFINDO sebagai mitra strategis. Medcom menambahkan KADIN Indonesia Komite Tiongkok dalam daftar mitra.
Wakil Ketua Komite Perdagangan Jasa Shanghai Service Federation, Fu Wengang, menyampaikan dalam keterangan yang dimuat JPNN, "Indonesia adalah pasar yang dinamis dan Shanghai memiliki kekuatan di bidang inovasi, manufaktur, dan layanan." Ia menambahkan bahwa pihaknya ingin mempertemukan keduanya dalam suasana yang konkret, bukan sekadar pameran.
Lima Sektor, dengan Teknologi Inovasi di Barisan Depan
Panitia membagi pameran ke dalam lima kategori: barang konsumen, kesehatan, teknologi inovasi, manufaktur, dan perdagangan jasa. Jawa Pos merinci kategori teknologi inovasi mencakup kecerdasan buatan (AI), otomasi industri digital, sirkuit terpadu, manufaktur elektronik, teknologi rendah karbon, energi baru, dan low altitude economy, istilah untuk ekonomi yang bertumpu pada pemanfaatan wahana terbang ketinggian rendah seperti drone.
Jumlah peserta belum dirinci. Medcom, JPNN, dan Jawa Pos sama-sama menyebut "ratusan perusahaan" tanpa angka pasti, sehingga redaksi tidak mencantumkan jumlah yang lebih spesifik. Penyelenggara juga belum menyebut ini edisi keberapa di Indonesia.
Hari Pertama Fokus Dagang Daring dan Merek Konsumen
Pada hari pertama, Rabu (11/11/2026), Medcom menulis bahwa program berfokus pada perdagangan lintas negara lewat jalur daring (cross-border e-commerce) dan merek produk konsumen. Situs resmi mencantumkan program yang dimulai pukul 10.00 WIB dengan Shanghai Fair Trade Show, disusul diskusi panel China-Indonesia pukul 10.30 WIB dan sesi bertajuk Chinese Coffee Meets Indonesian Coffee pada jam yang sama.
Hari kedua diisi tiga panel diskusi tentang kebijakan ekonomi dan perdagangan Indonesia, promosi Kota Rongcheng di Weihai, serta AI dan manufaktur cerdas. Forum tentang layanan keuangan, sertifikasi, dan sumber daya manusia juga masuk jadwal. Sesi business matching dan undian berhadiah berlangsung di kedua hari.
Alamat acara menurut situs resmi adalah Gedung Pusat Niaga di area JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Halaman itu merangkum pameran dalam angka sederhana: lima kategori produk, dua hari pameran, dan tiga jalur pengunjung. Tidak ada keterangan biaya masuk di sana, dan laporan JPNN serta Jawa Pos tidak menyinggung tiket berbayar.
Tiga Jalur Pendaftaran Gratis
Pengunjung dapat mendaftar lewat tiga jalur: pengunjung umum, pengunjung profesional, dan peserta business matching. Menurut Medcom, pendaftaran dibuka gratis hingga 12 November 2026. Fasilitas VIP Buyer disediakan bagi pembeli dengan kebutuhan bisnis, mencakup akses masuk prioritas, pertemuan bisnis, pendampingan pemasok, serta voucher dan bingkisan. Fu Wengang mendorong pengunjung bertujuan bisnis untuk mendaftar lebih awal.
Sebagai pembanding, Trade Expo Indonesia dibuka dengan 1.873 eksibitor dan target transaksi $17,5 miliar. Berbeda dengan ajang itu, penyelenggara Shanghai Fair belum merilis target transaksi maupun jumlah pengunjung yang diharapkan.
Yang masih terbuka adalah apakah pertemuan bisnis dua hari itu menghasilkan kesepakatan yang diumumkan setelah pameran usai, mengingat belum ada angka target yang bisa dijadikan tolok ukur.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.