CompileDaily
Teknologi

Trade Expo Indonesia Dibuka dengan 1.873 Eksibitor, Pemerintah Bidik Transaksi $17,5 Miliar

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Hampir separuh pembeli yang mendaftar ke Trade Expo Indonesia ke-41 datang dari luar negeri. Yang dipertaruhkan pemerintah bukan sekadar jumlah tamu, melainkan angka transaksi yang harus tercapai sebelum pintu ICE BSD ditutup.

Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 dibuka Rabu (14/10/2026) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, dan berlangsung hingga Minggu (18/10/2026). Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut target transaksi tahun ini 17,5 miliar dolar AS, dengan 1.873 peserta pameran dan target 30.000 pengunjung.

16.885 Buyer, 8.092 dari Luar Negeri

Hingga hari pembukaan, 16.885 pembeli (buyer) sudah terdaftar. Sebanyak 8.092 di antaranya berasal dari luar negeri dan mewakili 134 negara. Jika dihitung, porsi buyer asing mencapai 47,9 persen, sedangkan sisanya 8.793 buyer berasal dari dalam negeri. Dibagi rata, jumlah buyer terdaftar setara sekitar sembilan pembeli untuk setiap eksibitor (16.885 dibagi 1.873 menghasilkan 9,02).

Target transaksi sebesar US$17,5 miliar juga berarti sekitar US$3,5 miliar per hari jika dibagi rata selama lima hari pameran. Itu hitungan kasar dari angka resmi, bukan proyeksi penyelenggara.

"Pada tahun ini kami menargetkan transaksi sebesar 17,5 miliar dolar AS," kata Budi Santoso, seperti dikutip RMOL. Pameran ini diselenggarakan PT Debindomulti Adhiswasti (Debindo) bersama Kementerian Perdagangan dengan tema "The Ultimate Hub for Global Sourcing", menurut siaran pers yang dimuat PR Newswire pada Kamis (15/10/2026).

Hilirisasi Jadi Pesan Pembukaan

Pembukaan resmi dilakukan Bahlil Lahadalia, yang oleh siaran pers itu disebut sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi, atas nama Presiden Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Bahlil menekankan bahwa hilirisasi atau pengolahan sumber daya alam di dalam negeri menjadi kunci untuk menaikkan nilai tambah produk ekspor Indonesia.

Lihat Layanan Kami

Pesan itu sejalan dengan komposisi pameran. Zona yang disiapkan mencakup makanan dan minuman, produk pertanian dan manufaktur, fesyen dan kerajinan, furnitur dan dekorasi rumah, serta kawasan industri yang ditujukan bagi investor.

168 Nota Kesepahaman dengan Buyer 22 Negara

Pada hari pertama, 168 nota kesepahaman (MoU) antara eksportir Indonesia dan pembeli dari 22 negara dijadwalkan ditandatangani. Nilai kontraknya tidak disebutkan dalam siaran pers, sehingga belum bisa dibandingkan dengan target US$17,5 miliar. Dari 134 negara asal buyer terdaftar, 22 negara penanda tangan MoU hari pertama setara 16,4 persen (22 dibagi 134), jadi MoU hari pertama baru menjangkau sebagian kecil negara asal buyer.

Di sisi perjanjian dagang, pemerintah menyebut 25 perjanjian sudah diimplementasikan dan 13 lainnya masih dinegosiasikan. Budi mengatakan negosiasi dengan berbagai negara dan kawasan terus berjalan untuk membuka pasar ekspor baru.

Dukungan untuk Pelaku Usaha Kecil

Untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemerintah memaparkan 46 kantor perwakilan dagang Indonesia di 33 negara sebagai jalur masuk ke pasar luar negeri. Sebanyak 25 universitas juga terlibat dalam program Campuspreneur yang dikaitkan dengan dukungan ekspor.

Dua sumber yang dipakai berbeda soal penulisan lokasi. Siaran pers menyebut ICE BSD City di Tangerang, sedangkan RMOL menulis Tangerang Selatan, Banten. Keterangan foto di siaran pers bahkan menyebut Jakarta untuk acara pembukaan seremonial, sehingga lokasi pembukaan tersebut perlu dicek ke penyelenggara.

Pameran masih berjalan hingga Minggu. Angka realisasi transaksi baru akan terlihat setelah penutupan: apakah target 17,5 miliar dolar AS tercapai, dan berapa banyak dari 168 MoU yang benar-benar menjadi kontrak.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.