CompileDaily
IHSG

IHSG Dibuka Turun 1,48% ke 4.955, Kospi Anjlok 8,6% saat Nasdaq Terkoreksi 5,5%

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Setelah sehari penuh merayakan kenaikan 2,25 persen, indeks saham Indonesia kembali berhadapan dengan kenyataan bahwa pasar Asia sedang jatuh bebas dari Seoul sampai Tokyo — dan pemicunya datang dari satu hal yang jauh dari Jakarta: saham kecerdasan buatan di Wall Street.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 1,48 persen ke level 4.955,83 pada pembukaan perdagangan Jumat (6/11/2026) pukul 09.00 WIB, turun 74,43 poin dari penutupan Kamis di 5.030,26. Volume transaksi di menit awal mencapai 1,97 miliar saham dengan nilai Rp413,85 miliar dan frekuensi 53,50 ribu kali. Rupiah ikut tertekan 0,32 persen ke Rp18.088,30 per dolar AS dari Rp18.030,60 sehari sebelumnya.

Kospi Kena Circuit Breaker, Nikkei Terjun 6,88%

Tekanan terbesar muncul di Korea Selatan. Menurut laporan Kontan yang bersumber dari Reuters, Korea Exchange mengaktifkan circuit breaker 20 menit pada pukul 09.03 waktu setempat, menghentikan perdagangan seluruh saham dan derivatif. Sekitar pukul 07.26 WIB, Kospi turun sekitar 500 poin atau 8,6 persen ke 4.923,47, level terendah dalam sembilan bulan. Saham Samsung Electronics jatuh 10 persen dan SK Hynix 13 persen.

Data Stockbit yang dikutip kumparan menunjukkan Nikkei 225 Jepang turun 6,88 persen ke 56.875,50, Straits Times Singapura melemah 2,72 persen ke 5.152,29, Hang Seng Hong Kong turun 1,94 persen ke 24.316,94, dan indeks Shanghai terkoreksi 1,17 persen ke 3.646,57. Angka Nikkei jauh lebih dalam dibanding laporan awal sesi yang menyebut penurunan sekitar 2 persen, sehingga pergerakannya masih sangat cair.

Nasdaq Anjlok 5,5%, Saham Chip Paling Parah

Sumber kepanikan ada di Amerika Serikat. Pada Kamis (5/11/2026), Nasdaq Composite ambles sekitar 5,5 persen dan masuk wilayah koreksi, S&P 500 turun 4,4 persen, sedangkan Dow Jones kehilangan lebih dari 1.800 poin atau 3,4 persen. Micron dan AMD sama-sama jatuh 17 persen, Nvidia 9 persen. Kekhawatiran muncul setelah Partai Demokrat menang telak di pemilu paruh waktu AS, yang memicu pertanyaan soal laju pembangunan pusat data AI. Seperti dilaporkan CNBC Indonesia, bursa Asia pun dibuka kompak di zona merah.

Data tenaga kerja AS periode Oktober, yang dijadwalkan rilis hari ini, menjadi ujian berikutnya bagi pasar global.

Lihat Layanan Kami

Rebound 2,25% Kamis Belum Sempat Diamankan

Padahal, sehari sebelumnya IHSG baru saja menguat 110,49 poin atau 2,25 persen ke 5.030,26, dengan rentang harian 4.995,46–5.072,05. Menurut ANTARA, seluruh 11 sektor ditutup hijau, dan LQ45 naik 2,47 persen ke 513,64. Pendorongnya adalah produk domestik bruto (PDB) kuartal III 2026 yang tumbuh 5,47 persen secara tahunan, naik dari 5,29 persen pada kuartal II, serta sanksi baru regulator terhadap dugaan pelanggaran di pasar saham terkait peringatan MSCI.

Saham BAJA melonjak 34,72 persen ke Rp194 dan BELL 34,55 persen ke Rp74, sementara AMMN naik 8,28 persen ke Rp3.660. Meski begitu, Kontan mencatat IHSG masih turun 1,33 persen dalam sepekan dan 41,83 persen sejak awal tahun. Catatan: data aliran dana asing untuk Kamis belum ditemukan di sumber yang dapat dibuka pagi ini.

Analis Pasang Support di 4.900-an

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai IHSG berpotensi kembali terkoreksi hari ini, dengan support di 4.900–4.950 dan resistance di 5.050–5.150, seperti dikutip Liputan6. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut kenaikan Kamis membentuk gap di area 4.921–4.995. "Posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] sehingga dapat dicermati area koreksi berikutnya pada rentang 4.763-4.807," ujarnya. Support lain ada di 4.847, sedangkan resistance di 5.143 dan 5.247.

Pembukaan di 4.955 berarti gap tersebut sudah mulai diuji. Dua artikel kami sebelumnya mencatat bagaimana level 5.000 berulang kali menjadi batas psikologis, termasuk saat IHSG dibuka melesat 1,60 persen ke 4.998 kemarin dan ketika indeks sempat menyentuh 4.857 pada Rabu.

Branch Manager Panin Sekuritas, Elandry Pratama, mengingatkan investor agar mencermati konsistensi aliran dana asing masuk dan hasil peninjauan MSCI pada 11 November. Pertanyaannya kini apakah IHSG mampu bertahan di atas 4.900 sampai penutupan sesi, atau gap Kamis justru tertutup penuh oleh tekanan dari bursa Asia.

Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi beli atau jual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, dan setiap investasi mengandung risiko.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan dan iklan yang relevan. Baca Kebijakan Privasi kami.