IHSG Dibuka Menguat Tipis ke 6.511, Lanjutkan Momentum Usai Melesat 1,68% Sehari Sebelumnya
Indeks Harga Saham Gabungan membuka perdagangan akhir pekan di zona hijau, melanjutkan tren penguatan yang sudah berlangsung sejak awal pekan meski dengan laju yang mulai melambat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 9,93 poin atau 0,15 persen ke posisi 6.511,52 pada perdagangan Jumat (21/8/2026) pukul 09.02 WIB. Meski penguatan pagi ini tergolong tipis dibanding lonjakan pada hari sebelumnya, level pembukaan ini tetap melanjutkan tren positif yang sudah terbentuk di bursa Jakarta sepanjang pekan ini. Volume transaksi pada awal sesi tercatat 2,12 miliar saham, sementara rata-rata volume harian berada di angka 17,44 miliar saham.
Momentum dari Lonjakan 1,68% Sehari Sebelumnya
Penguatan pagi ini merupakan kelanjutan dari reli signifikan pada perdagangan Kamis (20/8/2026), saat IHSG ditutup melonjak 1,68 persen atau 107,46 poin ke level 6.501,58 — pertama kalinya indeks menembus level psikologis 6.500 dalam beberapa waktu terakhir. Penguatan Kamis itu terjadi merata di seluruh sektor saham, dengan sektor bahan baku dasar mencatat kenaikan terbesar sebesar 3,46 persen, disusul sektor konsumer siklikal yang naik 2,16 persen dan sektor industri yang menguat 2,15 persen.
Nilai transaksi pada perdagangan Kamis mencapai Rp15 triliun dengan volume 43,65 miliar saham dan frekuensi transaksi 2,28 juta kali. Dari sisi jumlah saham, 452 saham menguat, 190 saham melemah, dan 150 saham lainnya stagnan — menunjukkan penguatan yang tersebar luas, bukan hanya ditopang segelintir saham berkapitalisasi besar.
Rebound Setelah Sempat Melemah Akibat Koreksi Saham Big Cap
Reli dua hari terakhir ini menarik karena terjadi tak lama setelah IHSG sempat melemah 0,86 persen ke level 6.394,12 pada Rabu (19/8/2026), yang saat itu dipicu koreksi tajam pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti BYAN, AMMN, dan BREN. Pelemahan Rabu itu juga bersamaan dengan keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur periode 18–19 Agustus, sekaligus proyeksi pertumbuhan PDB 2026 di rentang 4,9 hingga 5,7 persen dengan target inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen.
Sebelum tekanan pada Rabu, IHSG sempat mencatat penguatan kuat pada Selasa (18/8/2026) sebesar 0,73 persen ke posisi 6.448,83, didorong sentimen dari pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto terkait target disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi 2027, tak lama setelah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Rupiah Ikut Menguat, Nilai Tukar di Kisaran Rp17.749
Penguatan IHSG turut ditopang oleh nilai tukar rupiah yang relatif stabil di kisaran Rp17.749 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis. Kondisi nilai tukar yang terjaga umumnya menjadi faktor pendukung sentimen investor domestik maupun asing terhadap pasar modal Indonesia.
Sebelum pembukaan Jumat pagi ini, analis dari CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat, dengan kisaran support di level 6.315 hingga 6.355 dan resistance di 6.435 hingga 6.470 — proyeksi yang kini telah terlampaui setelah IHSG menembus level 6.500 pada penutupan Kamis.
Dengan tren kenaikan yang masih berlanjut hingga pembukaan Jumat pagi ini, pelaku pasar akan mencermati apakah momentum penguatan bisa bertahan hingga penutupan akhir pekan, atau justru berpotensi terkoreksi akibat aksi ambil untung setelah reli signifikan dua hari beruntun.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.