CompileDaily
Stock

IHSG Dibuka Menguat ke 6.439, Analis Proyeksikan Uji Level 6.500 Pekan Ini

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
IHSG Dibuka Menguat ke 6.439, Analis Proyeksikan Uji Level 6.500 Pekan Ini

Setelah menutup pekan lalu dengan lonjakan tajam, indeks langsung melanjutkan momentumnya sejak menit pertama perdagangan pekan baru—membuka peluang menembus level psikologis yang belum pernah disentuh dalam beberapa bulan terakhir.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 29,63 poin atau 0,46 persen ke level 6.439,29 pada perdagangan Senin (10/8/2026) pukul 09.08 WIB. Pembukaan positif ini melanjutkan tren penguatan pekan lalu, ketika IHSG ditutup melejit 1,04 persen ke level 6.409,65 pada Jumat, disertai munculnya volume pembelian yang signifikan.

Analis Proyeksikan Uji Level 6.440 hingga 6.544

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv]—yang berarti indeks berpeluang melanjutkan penguatan dengan target di kisaran 6.440 hingga 6.544 pekan ini. Sejumlah saham yang masuk radar rekomendasi MNC Sekuritas untuk trading hari ini antara lain Buana Lintas Lautan (BULL), Bumi Resources (BUMI), Multipolar (MLPL), dan Saratoga Investama Sedaya (SRTG).

Sementara itu, PT Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya menyebut IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance di rentang 6.320-6.600—proyeksi yang lebih lebar namun tetap sejalan dengan arah bullish jangka pendek. Pilarmas merekomendasikan saham Pakuwon Jati (PWON), Pertamina Geothermal Energy (PGEO), dan Trimegah Bangun Persada (NCKL) untuk perdagangan hari ini.

Sektor Infrastruktur Pimpin Penguatan Pekan Lalu

Penguatan tajam pada penutupan Jumat lalu ditopang sektor infrastruktur yang melonjak 2,17 persen, menjadi sektor dengan kinerja terbaik, sementara sektor barang konsumen non-primer menjadi satu-satunya yang melemah dengan koreksi tipis 0,69 persen. Nilai tukar rupiah turut menguat 0,15 persen ke level Rp17.897 per dolar AS pada penutupan pasar spot Jumat.

Meski demikian, data cadangan devisa Indonesia tercatat turun ke level 145,3 miliar dolar AS pada Juli 2026, dari 145,6 miliar dolar AS pada Juni—penurunan yang menurut catatan pasar terutama disebabkan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi Bank Indonesia untuk meredam pelemahan rupiah lebih lanjut. Di sisi lain, harga properti residensial Indonesia tumbuh 0,69 persen secara tahunan pada kuartal II-2026, sedikit membaik dari pertumbuhan 0,62 persen pada kuartal sebelumnya.

Momentum Agustus yang Secara Historis Positif

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, sebelumnya memperkirakan probabilitas IHSG mencatatkan kinerja positif sepanjang Agustus berada di kisaran 60-65 persen, dengan skenario dasar pergerakan indeks pada rentang 6.050-6.450—target yang sudah hampir sepenuhnya tersentuh hanya dalam sepuluh hari perdagangan bulan ini. Secara historis, IHSG selalu menguat sepanjang Agustus dalam enam tahun terakhir, dengan rata-rata kenaikan 2,83 persen.

Katalis utama yang masih akan dicermati pelaku pasar sepanjang pekan ini mencakup kepastian suksesi kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia, arah kebijakan fiskal dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2027, serta perkembangan data ekonomi Amerika Serikat dan China yang berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Federal Reserve dan aliran modal ke pasar negara berkembang.

Catatan: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi berdasarkan data pasar dan pandangan analis, bukan rekomendasi atau ajakan membeli/menjual efek tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca; pelajari dan analisis kembali sebelum mengambil keputusan transaksi.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.