CompileDaily
Gadget

Honor Robot Phone: Ponsel Pertama dengan Lengan Kamera Robotik, Meluncur 12 Agustus

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
Honor Robot Phone: Ponsel Pertama dengan Lengan Kamera Robotik, Meluncur 12 Agustus

Alih-alih mengejar tren desain yang makin tipis dan kamera yang makin banyak, Honor justru memilih jalur yang belum pernah dicoba produsen ponsel manapun: menanamkan lengan robotik yang bisa bergerak sendiri di balik bodi ponsel.

Honor memastikan Robot Phone, ponsel flagship dengan kamera gimbal mekanis pertama di dunia, akan resmi meluncur di China pada 12 Agustus 2026. Perangkat ini sudah melewati sertifikasi 3C dan MIIT di China bulan lalu, mengunci detail lengkap spesifikasi kamera setelah pertama kali diperlihatkan ke publik sejak Maret lalu di ajang MWC 2026.

Lengan Titanium yang Benar-benar Bergerak Sendiri

Fitur utama Robot Phone adalah lengan gimbal titanium alloy dengan sistem 4 derajat kebebasan (4DoF) yang memuat sensor utama 200MP—diklaim sebagai sistem gimbal 4DoF terkecil di industri. Berbeda dari stabilisasi berbasis software yang selama ini jadi standar smartphone flagship, lengan ini secara fisik berputar, memiringkan, dan mengangkat kamera secara independen dari cara pengguna memegang ponsel, mirip cara kerja kamera crane profesional atau rig DJI Osmo.

Lengan robotik ini bisa keluar dari bodi ponsel dalam waktu 0,8 detik dan berputar hingga 360 derajat untuk melacak subjek secara otomatis. Honor turut menghadirkan mode "SpinShot" yang memungkinkan pengambilan gambar berputar 90 dan 180 derajat dengan satu tangan untuk transisi sinematik. Selama panggilan video, kamera bahkan bisa terus mengikuti wajah pengguna secara otomatis meski ponsel bergerak-gerak.

Material lengan ini menggunakan bahan yang sama dengan engsel ponsel lipat Honor Magic V6, dengan kekuatan tarik 2.800 MPa yang direkayasa dengan presisi simulasi hingga 0,001 milimeter. Pergerakan lengan dikendalikan motor mikro kustom yang ukurannya dipangkas hingga 70 persen dari motor konvensional.

Kolaborasi dengan ARRI, Nama Besar di Balik Kamera Hollywood

Untuk memperkuat kualitas gambar, Honor menggandeng ARRI—perusahaan asal Munich yang kameranya dipakai di sebagian besar produksi film Hollywood kelas atas. Kolaborasi ini menghadirkan mode Master Cinema dengan dukungan perekaman Log-C3 RAW, color grading LUT kustom siap pakai, serta profil warna sinematik ARRI Look yang selama ini eksklusif untuk kamera profesional.

Konfigurasi kamera lengkap Robot Phone terdiri dari sensor utama 200MP di lengan gimbal, kamera periskop telefoto 200MP, serta kamera ultra-wide 50MP. Sistem ini didukung chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, baterai 6.000mAh dengan pengisian cepat 120W, serta layar datar 1.5K.

Honor turut membenamkan "otak multi-modal AI" khusus pada perangkat ini, yang menurut klaim perusahaan memberi ponsel kemampuan mengenali suara, melacak gerakan, dan mempertahankan kesadaran visual layaknya interaksi sensorik alami. Lengan gimbal bahkan bisa merespons secara ekspresif—mengangguk tanda setuju, menggeleng tanda tidak, atau bergoyang mengikuti irama musik.

Sudah Viral di Piala Dunia, tapi Belum Tentu Sampai ke Pasar Global

Robot Phone sempat terlihat merekam momen perayaan di final Piala Dunia FIFA 2026, membuat perangkat ini viral sebelum peluncuran resminya. Pre-order di China dilaporkan memecahkan rekor hari pertama penjualan Honor. Video unboxing yang bocor ke publik beberapa jam lalu turut memperlihatkan pergerakan lengan mekanis tersebut secara langsung, hanya beberapa hari sebelum peluncuran resmi.

Meski begitu, nasib ponsel ini di pasar global masih belum jelas. Robot Phone dipastikan meluncur eksklusif di China terlebih dahulu dengan banderol harga sekitar 2.200 dolar AS, sementara ketersediaan di Amerika Serikat maupun Inggris belum diumumkan sama sekali. Honor menghadapi pembatasan dagang yang berlaku di AS tanpa ada jalur persetujuan FCC yang terlihat, sementara ketersediaan di Inggris masih bergantung pada rencana perluasan pasar pasca-China yang belum dijadwalkan.

Pertanyaan besar yang tersisa adalah soal ketahanan jangka panjang. Bagian mekanis yang bergerak menghadirkan risiko yang tidak dimiliki desain kamera konvensional—mulai dari ausnya komponen bergerak, potensi masuknya debu setiap kali penutup terbuka, hingga kerentanan saat gimbal terentang ketika ponsel terjatuh. Apakah stabilisasi mekanis ini benar-benar memberi hasil video yang jauh lebih baik dibanding stabilisasi optis premium yang sudah ada, atau justru cuma gimmick yang menarik di atas kertas, baru akan terjawab begitu unit review sungguhan mulai beredar.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.