CompileDaily
Cyber Security

Data 900 Ribu Pelanggan Origin Energy Australia Bocor Akibat Serangan Siber

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Perusahaan yang menerangi rumah jutaan warga Australia ini kini justru harus menjelaskan kegelapan di balik sistem keamanan datanya sendiri kepada hampir satu juta pelanggannya.

Origin Energy, peritel listrik terbesar di Australia, mengonfirmasi bahwa sekitar 900 ribu pelanggan aktif maupun mantan pelanggan mengalami akses data tidak sah akibat insiden keamanan siber. Pengumuman ini disampaikan pada Selasa, 28 Juli 2026, setelah perusahaan menyelesaikan tahap awal peninjauan menyeluruh terhadap insiden tersebut.

Kronologi Insiden

Origin Energy sebenarnya sudah mulai meninjau kemungkinan ancaman keamanan sejak awal Juli 2026, namun saat itu ancaman tersebut dinilai tidak kredibel. Situasi berubah pada 22 Juli 2026, ketika muncul informasi baru yang mengindikasikan kemungkinan insiden keamanan benar-benar telah terjadi. Perusahaan langsung bertindak dengan memberikan pembaruan kepada pasar dan memberi tahu pelanggan sebagai langkah pencegahan. Konfirmasi resmi soal adanya akses dan pengungkapan data tanpa izin baru disampaikan sehari kemudian, pada 23 Juli 2026.

Data yang Berpotensi Terekspos

Informasi yang berpotensi diakses dalam insiden ini mencakup nama, alamat, tanggal lahir, nomor telepon, dan informasi akun pelanggan. Selain itu, data lain yang berpotensi terekspos meliputi empat digit terakhir nomor kartu kredit atau tiga digit terakhir nomor rekening bank pelanggan.

Chief Executive Officer Origin, Frank Calabria, menyampaikan permintaan maaf resmi atas insiden ini. "Kepada pelanggan kami, saya minta maaf. Kami tidak menganggap remeh kepercayaan yang diberikan pelanggan kepada Origin dan cara kami menjaga informasi mereka," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Bekerja Sama dengan Berbagai Otoritas

Origin Energy saat ini bekerja sama dengan pakar keamanan siber, spesialis forensik digital, serta sejumlah otoritas termasuk Australian Cyber Security Centre, kepolisian, dan pemerintah federal untuk memastikan insiden ini benar-benar dapat dikendalikan dan tidak meluas lebih jauh.

Lihat Layanan Kami

Sebagai salah satu penyedia energi terbesar di negara tersebut, Origin Energy melayani sekitar 4,8 juta pelanggan di seluruh Australia, mencakup layanan listrik, gas alam, LPG, dan internet. Skala perusahaan yang begitu besar membuat insiden ini menjadi salah satu pelanggaran data terbesar yang pernah melibatkan peritel energi di Australia dalam beberapa waktu terakhir.

Saham Origin Ikut Terpukul

Dampak insiden ini turut dirasakan di pasar modal. Harga saham Origin Energy di Bursa Efek Australia tercatat turun 6,3 persen sejak awal Juli 2026, menyentuh level 10,38 dolar Australia atau setara sekitar 7,25 dolar AS pada Selasa pagi, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak reputasi dan operasional dari insiden keamanan ini.

Langkah yang Diambil untuk Pelanggan Terdampak

Sebagai respons langsung, Origin telah mulai menghubungi pelanggan yang datanya diakses, memperpanjang jam operasional layanan dukungan pelanggan, dan membentuk kanal bantuan khusus bagi mereka yang terdampak insiden ini. Perusahaan menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mendukung penuh para pelanggan yang terkena dampak, sembari investigasi forensik terus berlanjut.

Peringatan Waspada Penipuan

Calabria turut menyampaikan peringatan penting kepada seluruh pelanggan Origin, termasuk yang tidak terdampak langsung dalam insiden ini. "Kami sangat menyadari pihak lain mungkin memanfaatkan insiden ini, termasuk dengan menyamar sebagai Origin atau lewat aktivitas penipuan lainnya," ujarnya.

Pelanggan diimbau untuk waspada terhadap panggilan telepon dan pesan teks yang mencurigakan terkait akun Origin mereka. Perusahaan juga menegaskan pelanggan sebaiknya tidak memberikan kata sandi online maupun informasi finansial kepada siapa pun, kecuali benar-benar yakin dengan identitas pihak yang menghubungi mereka. Langkah kewaspadaan ini dinilai krusial mengingat pelaku penipuan kerap memanfaatkan momentum kebocoran data semacam ini untuk melancarkan aksi phishing atau penipuan yang menyamar sebagai komunikasi resmi dari perusahaan.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.