Dana Modal Ventura Kini Terbelah Dua: Raksasa AI di Satu Sisi, Ribuan Firma Kecil Berjuang di Sisi Lain
Angka rekor yang terlihat menggembirakan di permukaan ternyata menyembunyikan realita yang jauh lebih pahit bagi mayoritas pelaku industri modal ventura: hampir separuh dari seluruh dana yang mengalir tahun ini hanya dinikmati dua nama perusahaan saja.
Modal ventura global mencatatkan rekor baru sebesar 510 miliar dolar AS pada paruh pertama 2026, menurut data Crunchbase. Namun di balik angka fantastis tersebut, OpenAI dan Anthropic saja menyerap sekitar 43 persen dari total dana tersebut, setara sekitar 217 miliar dolar AS hanya untuk dua laboratorium model fondasi ini.
Konsentrasi yang Semakin Ekstrem di Kuartal Pertama
Gambaran konsentrasi ini semakin jelas jika dilihat lebih spesifik pada kuartal pertama 2026. Menurut PitchBook-NVCA Venture Monitor untuk periode tersebut, lima kesepakatan teratas, yaitu OpenAI, Anthropic, xAI, Waymo, dan Databricks, menyerap sekitar 73 persen dari total nilai kesepakatan modal ventura di Amerika Serikat. Jika kelima kesepakatan raksasa tersebut dikeluarkan dari perhitungan, total nilai kesepakatan modal ventura akan anjlok lebih dari 73 persen, menunjukkan betapa timpangnya distribusi dana ke luar segelintir nama besar tersebut.
Laporan lain turut mencatat bahwa empat perusahaan saja, yaitu OpenAI, Anthropic, xAI, dan Waymo, menyerap 188 miliar dolar AS, setara 60 persen dari total dana modal ventura yang disalurkan sepanjang kuartal pertama 2026.
Hanya 20 Persen Firma yang Kebagian Kue
Dampak dari konsentrasi ini terasa nyata bagi mayoritas pelaku industri modal ventura. Hanya sekitar 20 persen firma VC aktif yang memiliki kepemilikan saham di raksasa-raksasa AI yang tengah bersiap menuju penawaran umum perdana, menyisakan sekitar 3.000 firma lainnya yang harus berjuang mencari relevansi di tengah gelombang perubahan ini.
Fenomena konsentrasi ini turut terlihat di level firma investasi itu sendiri. Andreessen Horowitz, Thrive Capital, dan Founders Fund saja menyumbang sekitar 50 persen dari seluruh aktivitas modal ventura pada kuartal pertama 2026. Sementara itu, ukuran rata-rata putaran pendanaan Seri A justru melonjak 60 persen secara tahunan, mencapai sekitar 43 juta dolar AS, jauh dari kategori cek pendanaan seed biasa yang lazim ditemui di masa lalu.
Terbelah Dua: Hyperscaler Versus yang Lainnya
Fenomena ini turut menjadi sorotan dalam diskusi meja bundar yang digelar Utah Business, dihadiri sejumlah investor lokal untuk membahas kesenjangan yang semakin melebar antara taruhan besar di sektor AI dengan pasar modal ventura secara keseluruhan. Gavin Christensen, founder Kickstart sekaligus ketua pertama asal Utah untuk National Venture Capital Association, menggambarkan situasi ini secara gamblang.
"91 persen dana yang mengalir ke 30 fund raksasa teratas mencerminkan pergeseran pasar. Para indekser pada dasarnya berusaha memasukkan sebanyak mungkin dana ke segelintir perusahaan yang berorientasi AI dan berpotensi menjadi hyperscaler masa depan, sementara sisanya hanya kebagian 9 persen," ujar Christensen. Ia menyebut fenomena ini sebagai "bifurcating" atau terbelah dua, menggambarkannya sebagai pertarungan antara para hyperscaler melawan semua pihak lainnya di industri.
Dipicu Gelombang IPO Raksasa AI
Tren konsentrasi ekstrem ini erat kaitannya dengan gelombang penawaran umum perdana berskala besar yang tengah berlangsung. SpaceX telah menyelesaikan IPO mereka pada Juni 2026, sementara OpenAI dan Anthropic diperkirakan akan segera menyusul dengan debut publik mereka sendiri yang tak kalah besar. Ekspektasi terhadap hasil luar biasa dari IPO-IPO ini turut mendorong investor untuk semakin memusatkan alokasi dana mereka pada segelintir nama yang dianggap sebagai pemenang pasti.
Dampak Berantai bagi Firma Kecil dan Menengah
Konsentrasi dana ini menciptakan efek berantai yang cukup mengkhawatirkan bagi ekosistem modal ventura secara keseluruhan. Para Limited Partners, yakni pihak yang menanamkan modal pada firma-firma VC, melihat keuntungan luar biasa dari firma-firma yang terekspos kuat pada sektor AI, dan mengalihkan alokasi dana mereka sesuai dengan tren tersebut. Akibatnya, firma-firma kecil semakin kesulitan mengumpulkan dana untuk putaran fund berikutnya, yang pada gilirannya semakin membatasi kemampuan mereka untuk ikut serta dalam kesepakatan-kesepakatan besar yang benar-benar berdampak signifikan.
Perubahan ini turut diperparah oleh pergeseran profil investor itu sendiri. Menurut laporan mid-year outlook dari PitchBook, banyak Limited Partners yang masuk ke pasar modal ventura saat masa boom 2021 dan 2022 kini sudah meninggalkan pasar. Mereka digantikan sovereign wealth fund dan investor skala besar lain yang mampu berkomitmen menanamkan dana dalam jumlah sangat besar sekaligus.
Sebagai gambaran skala kesenjangan antara firma besar dan kecil, Andreessen Horowitz saja tercatat berinvestasi di lebih dari 300 kesepakatan seed dan Seri A sepanjang periode 2024 hingga 2025. Bandingkan dengan firma-firma kecil yang umumnya hanya mampu fokus pada satu strategi investasi saja, karena keterbatasan modal yang mereka kelola.
Bukan Berarti Startup Non-AI Sepenuhnya Terpinggirkan
Meski dominasi laboratorium model fondasi terasa begitu kuat, bukan berarti seluruh startup di luar kategori tersebut sepenuhnya kehabisan akses modal besar. Kling AI, unit video generation milik Kuaishou yang didukung Tencent, dilaporkan mendekati putaran pendanaan senilai hampir 3 miliar dolar AS dengan valuasi 18 miliar dolar AS, dengan General Atlantic sebagai salah satu investornya. Together AI, perusahaan infrastruktur dan inferensi AI, turut menutup putaran Seri C senilai 800 juta dolar AS dengan valuasi 8,3 miliar dolar AS.
Meski demikian, skala pendanaan tersebut tetap jauh berbeda dibanding raksasa laboratorium model fondasi seperti OpenAI dan Anthropic, menegaskan bahwa meski masih ada ruang bagi startup AI lain untuk meraih pendanaan besar, kesenjangan dengan segelintir nama teratas di industri ini tetap sangat lebar dan kemungkinan akan terus melebar seiring gelombang IPO raksasa AI yang terus berlanjut sepanjang 2026 ini.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.