CXMT Lampaui Tencent Jadi Perusahaan China Paling Bernilai usai IPO Fenomenal
Belum genap dua jam sejak lonceng pembukaan berbunyi di Bursa Saham Shanghai, sebuah nama yang jarang terdengar di luar kalangan industri chip tiba-tiba melampaui raksasa teknologi yang aplikasinya dipakai 1,4 miliar orang setiap hari.
CXMT (ChangXin Memory Technologies), produsen chip memori terkemuka China, sempat melampaui Tencent sebagai perusahaan tercatat paling bernilai di China daratan, hanya dua jam setelah debut mereka di Bursa Saham Shanghai pada Senin (27/7/2026). Meski Tencent yang tercatat di Hong Kong akhirnya kembali merebut posisi puncak pada akhir sesi perdagangan hari itu, CXMT tetap mengukuhkan diri sebagai perusahaan paling bernilai yang tercatat di bursa China daratan, dengan kapitalisasi pasar mendekati 490 miliar dolar AS.
Saham Melonjak 466 Persen di Hari Pertama, Permintaan Ritel Oversubscribed 212 Kali
Saham CXMT melonjak hingga 466 persen dari harga IPO pada hari perdagangan perdananya, sempat menyentuh puncak 54,65 yuan sebelum ditutup di 49 yuan—memberi perusahaan kapitalisasi pasar sekitar 3,3 triliun yuan, melampaui Industrial and Commercial Bank of China yang bernilai 2,6 triliun yuan. Permintaan investor tergolong luar biasa bahkan menurut standar China sekalipun: porsi ritel dalam penawaran umum perdana ini oversubscribed hingga 212 kali lipat, menarik total aplikasi bernilai lebih dari 7 triliun yuan atau setara 1 triliun dolar AS.
CXMT berhasil menghimpun dana sedikitnya 8,5 miliar dolar AS dari penjualan 6,7 miliar lembar saham, menjadikan debut pasar terbesar China sejak Agricultural Bank of China melantai pada 2010—sekaligus IPO terbesar di Asia sepanjang 2026. Kekayaan pendiri CXMT, Zhu, melonjak 300 persen menjadi 13,9 miliar dolar AS menyusul lonjakan harga saham ini, menurut Bloomberg Billionaires Index.
Produsen DRAM Keempat Terbesar Dunia, Kini Dilirik Apple
CXMT, yang didirikan satu dekade lalu dengan nama ChangXin Memory Technologies, telah tumbuh pesat menjadi produsen chip memori DRAM terbesar keempat di dunia, di belakang SK Hynix asal Korea Selatan, Samsung Electronics, serta Micron Technology asal Amerika Serikat. Perusahaan mencatat pangsa pasar global DRAM sekitar 7,67 persen berdasarkan data penjualan kuartal keempat 2025, dengan proyeksi Counterpoint Technology Market Research memperkirakan pangsa pasar mereka bisa mencapai 11 persen pada 2028, naik dari 9 persen pada kuartal pertama tahun ini.
Momentum bisnis CXMT juga tercermin dari kinerja keuangan mereka. Perusahaan mencatat laba operasional 35,43 miliar yuan pada kuartal pertama, berbalik signifikan dari kerugian 2,83 miliar yuan pada periode yang sama tahun sebelumnya, ditopang lonjakan permintaan komputasi global dan alokasi kapasitas dari produsen elektronik besar. Pendapatan kuartal pertama melonjak 719 persen secara tahunan menjadi 50,8 miliar yuan (7,51 miliar dolar AS), dengan proyeksi pendapatan semester pertama 2026 diperkirakan mencapai 110-120 miliar yuan—hampir dua kali lipat total pendapatan sepanjang 2025 yang tercatat 61,8 miliar yuan.
Bloomberg turut melaporkan Apple tengah mempertimbangkan penggunaan chip memori CXMT untuk produk yang dijual di pasar China—langkah yang jika terealisasi akan menjadi bentuk pengakuan signifikan bagi pemasok domestik ini. Financial Times sebelumnya melaporkan Apple bahkan telah melobi pemerintahan Trump untuk mendapatkan pengecualian (waiver) agar bisa membeli chip memori dari perusahaan yang masuk daftar hitam Pentagon tersebut.
Berstatus Perusahaan Terafiliasi Militer di Mata Pentagon, tapi Dibantah CXMT
Status CXMT memang rumit di mata regulator Amerika Serikat. Pentagon telah memasukkan perusahaan ini ke daftar hitam 1260H mereka, menetapkannya sebagai "perusahaan militer China"—tudingan yang secara tegas dibantah CXMT. Kondisi ini menciptakan perpecahan sikap di kalangan pembuat kebijakan dan pesaing bisnis Amerika Serikat, dengan sejumlah anggota parlemen dan kompetitor seperti Micron Technology mendorong pembatasan lebih ketat terhadap akses CXMT ke peralatan manufaktur chip canggih.
Meski demikian, dari sisi valuasi pasar, kapitalisasi CXMT senilai hampir 490 miliar dolar AS masih jauh di bawah para pesaing global mereka—SK Hynix bernilai 881 miliar dolar AS, Micron mencapai 1 triliun dolar AS, dan Samsung Electronics (lewat divisi chip mereka) bernilai 1,1 triliun dolar AS.
Bagian dari Ambisi Kemandirian Teknologi China di Tengah Ketegangan Dagang
Analis memandang kesuksesan IPO CXMT sebagai representasi dari dua kekuatan besar yang saling bertautan: booming permintaan chip memori global akibat pembangunan infrastruktur AI, sekaligus dorongan strategis Beijing untuk mencapai kemandirian teknologi di tengah pembatasan akses peralatan manufaktur chip canggih dari negara-negara Barat. Morningstar dalam catatan risetnya menyebut CXMT kemungkinan besar menjadi penerima manfaat utama, seiring AI semakin dipandang sebagai isu keamanan nasional bagi China.
CEO Yiyi Capital, Theodore Shou, dalam wawancara dengan CNBC menyebut tidak meragukan potensi CXMT tumbuh menjadi pemimpin global di sektor ini—mungkin hanya soal waktu sebelum mereka bertransformasi dari penantang menjadi juara global di industri chip memori. Dengan pasar DRAM global yang menghadapi ketimpangan permintaan-pasokan yang bahkan dinilai lebih parah dibanding pasar GPU dan akselerator AI, posisi CXMT sebagai kemungkinan satu-satunya pemasok domestik memori berkecepatan tinggi bagi pasar data center China berpotensi menjadi keunggulan strategis yang sangat menguntungkan ke depan.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.