CompileDaily
Hardware

China Klaim Berhasil Produksi Massal Mesin Chip DUV, Saham ASML Anjlok 8 Persen

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Teknologi yang selama puluhan tahun hanya dikuasai satu perusahaan di dunia kini diklaim berhasil ditiru China, dan pasar saham langsung bereaksi keras meski para analis mengingatkan agar tidak terlalu cepat menyimpulkan.

Sebuah perusahaan berbasis Shanghai yang didukung negara dilaporkan telah berhasil memproduksi secara massal mesin lithography immersion deep ultraviolet, atau DUV, teknologi krusial dalam manufaktur chip yang selama ini didominasi oleh ASML Holding asal Belanda. Laporan ini pertama kali diungkap The Information pada Senin, 27 Juli 2026, mengutip sejumlah sumber anonim yang mengetahui langsung situasi tersebut.

Perusahaan Belum Diungkap, tapi Klien Sudah Jelas

Nama perusahaan yang bersangkutan belum diungkap dalam laporan tersebut. Namun diketahui perusahaan ini telah merekrut tim pengembang dari sejumlah perusahaan China lain, termasuk Shanghai Yuliangsheng Technology, untuk mendukung proyek ambisius ini.

Mesin buatan lokal ini dilaporkan akan dikirimkan tahun ini kepada sejumlah produsen chip terkemuka China, termasuk Semiconductor Manufacturing International Corporation atau SMIC, Hua Hong Semiconductor, dan ChangXin Memory Technologies. Meski demikian, skala produksinya masih sangat terbatas, dengan perkiraan hanya sekitar lima unit mesin yang akan diproduksi tahun ini, meningkat menjadi sekitar 20 unit pada 2027.

Sebagai perbandingan skala, ASML sendiri mengirimkan 131 sistem immersion DUV sepanjang tahun lalu, menunjukkan betapa jauhnya kesenjangan output antara kedua pihak saat ini.

Detail Teknis: Baru Mampu Produksi Chip 28 Nanometer

Berdasarkan laporan tambahan, mesin DUV buatan SMIC ini menggunakan teknologi immersion yang serupa dengan yang digunakan ASML. Saat ini, mesin tersebut mampu memproduksi chip pada level 28 nanometer, dengan tim insinyur tengah mencoba teknik multi-patterning tingkat lanjut untuk meningkatkan kemampuannya hingga level 7 nanometer. Sejumlah pakar bahkan menyebut mesin ini berpotensi mencapai kemampuan produksi chip 5 nanometer di masa depan dengan pengembangan lebih lanjut, meski tingkat efisiensinya kemungkinan akan menurun pada level tersebut dibanding kompetitor global seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company.

Penting untuk dipahami bahwa mesin immersion DUV digunakan untuk memproduksi chip kelas mainstream, bukan chip paling canggih di dunia. Untuk memproduksi prosesor paling mutakhir seperti yang digunakan Apple dan Nvidia, industri masih membutuhkan mesin extreme ultraviolet atau EUV, teknologi yang hingga kini hanya bisa dipasok secara komersial oleh ASML di seluruh dunia. China memang tengah mengembangkan mesin EUV domestiknya sendiri, namun proyek tersebut masih berada pada tahap prototipe, bertahun-tahun jauh dari tahap komersialisasi.

Lihat Layanan Kami

Saham ASML dan Produsen Peralatan Chip AS Ikut Terguncang

Kabar ini langsung memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham global. Saham ASML sempat anjlok lebih dari 8 persen dalam satu sesi perdagangan, menghapus lebih dari 8 miliar euro nilai pasar perusahaan tersebut. Dampaknya turut menjalar ke saham produsen peralatan chip asal Amerika Serikat seperti Applied Materials, Lam Research, dan KLA, yang juga mengalami penurunan signifikan akibat kekhawatiran investor terhadap prospek jangka panjang penjualan mereka di pasar China.

Analis: Reaksi Pasar Terlalu Berlebihan

Meski pasar bereaksi cukup dramatis, sejumlah analis mengingatkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa dominasi ASML terancam dalam waktu dekat. Analis Sandeep Deshpande menekankan perbedaan besar antara membangun sebuah prototipe dengan benar-benar mendominasi lantai produksi pabrik chip skala besar. "Memproduksi segelintir mesin immersion DUV tidak sama dengan memproduksi mesin yang bisa digunakan untuk manufaktur volume tinggi," ujarnya, menegaskan bahwa faktor seperti yield, overlay, throughput, dan reliabilitas selama ribuan proses wafer adalah hal yang benar-benar menentukan kelayakan komersial sebuah mesin, bukan sekadar kemampuan membuat satu atau dua unit percobaan.

Analis lain, Scemama, bahkan melakukan perhitungan konkret soal dampak finansial potensial dari perkembangan ini. Menurutnya, meski China berhasil memperoleh 20 mesin domestik tahun depan sesuai proyeksi, dampaknya hanya akan mengurangi penjualan ASML sekitar 1,4 miliar euro, atau hanya sekitar 2,4 persen dari total proyeksi penjualan grup perusahaan tersebut secara keseluruhan.

Bagian dari Ambisi Kemandirian Semikonduktor China

Perkembangan ini merupakan bagian dari upaya besar China untuk mencapai kemandirian dalam industri semikonduktor, setelah bertahun-tahun menghadapi kontrol ekspor yang semakin ketat dari Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya. Laju kemajuan teknologi yang dilaporkan ini disebut lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak di luar China, membawa negara tersebut selangkah lebih dekat untuk menutup kesenjangan teknologi dengan para pesaingnya di Amerika Serikat dan Eropa.

Terlepas dari sisi teknis yang masih menyisakan banyak tantangan, perkembangan ini menegaskan bahwa persaingan global di industri semikonduktor akan terus menjadi salah satu arena paling dipantau ketat dalam beberapa tahun mendatang, terutama seiring pemerintah Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan pembatasan ekspor yang lebih ketat lagi terhadap teknologi chip ke China.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.