BitMart Umumkan Tutup Bertahap, Token BMX Anjlok hingga 58 Persen
Setelah hampir sembilan tahun melayani jutaan trader kripto, salah satu bursa yang cukup dikenal luas ini memilih menutup lembaran usahanya lewat proses yang mereka sebut sebagai penghentian tertib, bukan kolaps mendadak.
BitMart, bursa kripto yang berdiri sejak 2017 di bawah kepemimpinan pendiri sekaligus CEO Sheldon Xia, mengumumkan akan menghentikan operasional platform trading mereka lewat proses wind-down bertahap. Pengumuman ini disampaikan pada Minggu, 26 Juli 2026, lewat notifikasi resmi kepada pengguna.
Alasan yang Disampaikan Secara Umum
Dalam pengumumannya, BitMart menyebut keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi operasional perusahaan, lingkungan pasar, dan arah strategi masa depan mereka. Perusahaan tidak memberikan penjelasan lebih rinci soal faktor spesifik yang mendasari keputusan tersebut, dan tidak ada indikasi bahwa penutupan ini terkait insolvensi, peretasan, atau tindakan penegakan hukum dari otoritas mana pun.
"Kami sangat menyesal harus mengambil keputusan sulit untuk memulai proses wind-down tertib terhadap operasional platform trading kami," tulis BitMart dalam pengumuman resminya.
Jadwal Penutupan Bertahap
BitMart menetapkan tiga tahap utama dalam proses penutupan ini. Tahap pertama dimulai pada 26 Juli 2026 pukul 01.30 UTC, ketika pendaftaran pengguna baru dan seluruh deposit, baik kripto maupun fiat, langsung dihentikan. Pada saat yang sama, akun futures beralih ke mode reduce-only, pasar spot berhenti menerima order baru, dan berbagai layanan otomatis seperti Copy Trading, Grid Trading, serta layanan API mulai dinonaktifkan secara bertahap.
Tahap kedua jatuh pada 26 Agustus 2026 pukul 01.00 UTC, saat seluruh layanan trading baik spot maupun futures resmi dihentikan sepenuhnya. Posisi futures yang masih terbuka pada saat itu akan diselesaikan langsung oleh platform sesuai harga mark, index, atau harga settlement yang berlaku.
Tahap terakhir dan final terjadi pada 31 Januari 2027 pukul 15.59 UTC, ketika platform trading BitMart resmi berhenti beroperasi sepenuhnya.
Batas Waktu Penting bagi Pengguna
BitMart mendesak penggunanya untuk segera menyelesaikan verifikasi identitas atau KYC, menutup seluruh posisi terbuka, dan mengajukan permintaan penarikan dana sebelum tenggat 26 Agustus 2026. Secara lebih spesifik, verifikasi KYC dan penutupan posisi disarankan rampung sebelum pukul 01.00 UTC, sementara permintaan penarikan sebaiknya diajukan sebelum pukul 05.00 UTC pada tanggal yang sama.
Meski penarikan dana tetap dibuka hingga batas akhir 31 Januari 2027, BitMart memperingatkan bahwa setiap permintaan bisa melalui proses peninjauan manual yang mencakup verifikasi KYC, pengecekan perangkat dan alamat IP saat login, penyaringan alamat tujuan penarikan, tinjauan sumber dana, kepatuhan terhadap aturan Travel Rule, hingga pemeriksaan daftar sanksi. Proses ini berpotensi memakan waktu lebih lama dari biasanya, terutama jika permintaan penarikan membludak menjelang tenggat waktu.
Token BMX Langsung Anjlok Tajam
Dampak pengumuman ini langsung terasa di pasar. Token native BitMart, BMX, anjlok antara 55 hingga 58 persen hanya dalam 24 jam setelah pengumuman disampaikan, melanjutkan tren penurunan tahunan yang sudah mencapai sekitar 70 persen. Padahal, sebelum pengumuman ini, BitMart tercatat memiliki volume trading harian sekitar 1,6 miliar dolar AS, dengan hampir separuhnya berasal dari pasangan trading Bitcoin terhadap USDT.
Bagian dari Gelombang Penutupan Bursa Kripto
Penutupan BitMart menjadikannya bursa kripto ketiga yang mengumumkan rencana tutup dalam bulan yang sama. Sebelumnya, BitMEX, bursa khusus perpetual futures yang sudah beroperasi selama 11 tahun, juga mengumumkan akan menghentikan operasionalnya pada 23 September 2026.
Para pengamat industri menilai rentetan penutupan ini mencerminkan proses seleksi alam yang lebih luas di industri kripto, di mana platform yang lebih kecil dan kurang kompetitif kesulitan bertahan di tengah pasar yang semakin didominasi bursa-bursa besar dan tuntutan regulasi yang kian ketat. Di luar sektor kripto murni, tekanan serupa juga terlihat pada broker multi-aset BDSwiss, yang dilaporkan telah berhenti menerima klien baru untuk lini bisnis retail luar negerinya, dengan situs global mereka yang kini tidak lagi berfungsi.
Catatan Historis: Pernah Kena Peretasan Besar
Sebagai catatan, BitMart bukan tanpa masalah di masa lalu. Pada Desember 2021, bursa ini pernah kehilangan sekitar 196 juta dolar AS akibat peretasan terhadap hot wallet mereka. Saat insiden tersebut terjadi, BitMart berjanji akan menanggung penuh kerugian yang dialami para nasabahnya.
Bagi pengguna BitMart yang masih memiliki aset di platform ini, langkah paling bijak saat ini adalah segera menyelesaikan verifikasi identitas, menutup seluruh posisi terbuka, dan mengajukan penarikan dana lebih awal, mengingat antrean proses peninjauan berpotensi semakin panjang mendekati tenggat waktu resmi yang telah ditetapkan.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.