CompileDaily
Cyber Security

AS Sanksi Dua Bursa Kripto Shelbit dan Aban Tether atas Pendanaan IRGC Iran

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
AS Sanksi Dua Bursa Kripto Shelbit dan Aban Tether atas Pendanaan IRGC Iran

Di balik nama platform yang terdengar asing bagi kebanyakan orang, tersembunyi jaringan pencucian uang senilai miliaran dolar yang menghubungkan situs judi online ilegal terbesar di dunia dengan pasukan elite militer Iran—dan kini Washington memutuskan untuk membongkarnya satu per satu.

Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap dua bursa kripto, Shelbit dan Aban Tether, atas tuduhan membantu Iran menghindari pembatasan finansial internasional dan memindahkan dana yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) di bawah Departemen Keuangan mengumumkan sanksi ini pada Jumat (7/8/2026), sebagai bagian dari kampanye "Economic Fury" yang lebih luas untuk melumpuhkan akses finansial internasional rezim Iran.

Skema Pencucian Uang Lewat Situs Judi Online

Shelbit Exchange, bursa kripto tanpa lisensi berbasis di Uni Emirat Arab, dituduh memproses jutaan dolar aset kripto atas nama bank sentral Iran, salah satu jaringan perjudian online ilegal terbesar dunia, serta alamat dompet yang menurut pemerintah Israel terkait langsung dengan IRGC. Menurut penelusuran Departemen Keuangan, lebih dari 1 juta dolar AS mengalir dari dompet terkait IRGC ke alamat Shelbit, sementara lebih dari 2 juta dolar AS mengalir sebaliknya dari Shelbit kembali ke IRGC.

Sanksi ini menyusul investigasi Reuters yang dipublikasikan 31 Juli lalu, yang mengidentifikasi Shelbit sebagai pusat dari skema penghindaran sanksi Iran senilai 4 miliar dolar AS. Selain Shelbit dan Aban Tether—platform berbasis di Iran—Departemen Keuangan turut menyasar pendiri Shelbit, warga Iran bernama Siavash Kayvanpour, beserta jaringan perusahaan yang ia kendalikan di Georgia, Polandia, dan Uni Emirat Arab. Dompet yang terkait Kayvanpour dilaporkan mengirimkan lebih dari 2 juta dolar AS ke Nobitex, bursa kripto Iran lain yang sudah lebih dulu terkena sanksi.

Bagian dari Kampanye Berkelanjutan Melumpuhkan Jaringan Bayangan Iran

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyebut sanksi ini sebagai bukti bahwa kampanye "Economic Fury" terus berhasil. "Ketergantungan rezim Iran pada aset digital dan jaringan perbankan bayangan menjadi bukti lebih lanjut bahwa Economic Fury berhasil," kata Bessent dalam pernyataan resmi. "Baik dalam dolar, rial, maupun kripto, Departemen Keuangan akan terus memburu dan membongkar jaringan finansial ilegal yang menjaga rezim ini tetap bertahan."

Selain kedua bursa kripto tersebut, OFAC turut menjatuhkan sanksi terhadap jaringan pedagang valuta asing, perusahaan cangkang, dan individu yang diduga membantu sistem perbankan bayangan Iran memindahkan ratusan juta dolar, termasuk dana yang terkait penjualan minyak ilegal ke luar negeri. Otoritas Regulasi Aset Virtual (VARA) di Uni Emirat Arab sebelumnya sudah dua kali mengambil tindakan penegakan terhadap Shelbit—pada Januari 2025 dan Juli 2026—namun perusahaan tersebut tetap beroperasi hingga sanksi AS ini dijatuhkan.

Bagian dari Eskalasi Tekanan di Tengah Perang AS-Iran

Sanksi ini dijatuhkan di tengah kondisi perang yang tengah berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, menjadikan taruhannya semakin tinggi bagi penerbit stablecoin maupun bursa kripto yang menangani dana terkait entitas Iran. Aksi ini memperluas rangkaian tindakan tegas 2026 yang sebelumnya sudah menyasar Nobitex serta sejumlah bursa dan dompet kripto Iran lain yang terhubung dengan bank sentral negara tersebut.

OFAC mempublikasikan sejumlah alamat dompet Bitcoin, Ethereum, Tron, dan Solana sebagai bagian dari tindakan ini—memaksa perusahaan kripto di seluruh dunia untuk menambahkan identifikasi tersebut ke sistem penyaringan transaksi mereka, seiring Washington terus melacak aliran aset digital yang terhubung dengan Iran.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.