Anthropic Bakal Ubah Kebijakan Retensi Data untuk Model AI Tercanggihnya, Beri Kendali Lebih Besar ke Pelanggan Enterprise
Perubahan ini menandai pergeseran signifikan dari kebijakan sebelumnya yang sempat menuai keberatan dari sejumlah pelanggan bisnis sejak diberlakukan pada Juni 2026.
Anthropic PBC berencana memberi pelanggan bisnis kendali lebih besar atas data mereka saat menggunakan model kecerdasan buatan paling mumpuni milik perusahaan, menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber yang mengetahui langsung persoalan tersebut. Perubahan ini merupakan pergeseran tajam dari kebijakan retensi data sebelumnya yang dirancang untuk memitigasi potensi serangan siber menggunakan teknologi Anthropic.
Perusahaan pembuat chatbot Claude ini diperkirakan akan meluncurkan sistem keamanan baru pada akhir tahun ini. Pelanggan enterprise tetap diwajibkan menyimpan data selama 30 hari, namun kini mereka akan memiliki opsi untuk melakukannya di infrastruktur komputasi awan (cloud) milik mereka sendiri, alih-alih menyimpannya di server milik Anthropic.
Sudah Dikembangkan Berbulan-bulan, Libatkan Lebih dari 100 Pelanggan
Menurut sumber yang mengetahui langsung situasi ini, sistem baru tersebut sudah dalam tahap pengembangan selama berbulan-bulan. Anthropic dilaporkan telah berkoordinasi dengan lebih dari 100 pelanggan, termasuk Salesforce, untuk merancang sistem ini — proses yang menunjukkan perubahan kebijakan ini bukan respons dadakan, melainkan hasil dialog berkelanjutan dengan basis pelanggan enterprise-nya.
Latar Belakang: Kebijakan 30 Hari yang Sempat Menuai Keberatan
Anthropic sebelumnya mengumumkan pada 9 Juni 2026 bahwa mereka akan mewajibkan retensi data selama 30 hari untuk seluruh lalu lintas pelanggan enterprise yang menggunakan model-model paling mumpuni perusahaan — termasuk Claude Fable 5, Claude Mythos 5, serta model-model frontier di masa mendatang. Kebijakan itu diklasifikasikan berlaku pada apa yang disebut Anthropic sebagai "Covered Models", sebuah kategori yang secara khusus dikecualikan dari kebijakan Zero Data Retention (ZDR) di seluruh platform tempat model tersebut beroperasi — mencakup platform milik Anthropic sendiri maupun platform pihak ketiga seperti Amazon Bedrock dan Google Vertex AI.
Dalam laporan risiko yang dirilis Agustus 2026, Anthropic mengakui bahwa kebijakan retensi ini "akan tidak populer di kalangan pelanggan yang sudah terbiasa mengharapkan zero retention." Perusahaan beralasan bahwa jendela waktu 30 hari itu memungkinkan mereka mendeteksi pola serangan yang hanya terlihat lintas berbagai permintaan (multiple requests) — termasuk teknik jailbreak Best-of-N, di mana penyerang mengirimkan ratusan variasi kecil dari sebuah prompt dengan harapan salah satunya berhasil menerobos sistem pengaman.
Ada satu pengecualian yang tetap berlaku terlepas dari konfigurasi apa pun: gambar yang teridentifikasi sebagai potensi materi pelecehan seksual anak (CSAM) tetap wajib disimpan untuk peninjauan manual dan pelaporan wajib sesuai ketentuan hukum federal AS.
Tekanan Kompetitif dari OpenAI
Perubahan kebijakan Anthropic ini muncul tak lama setelah rival utamanya, OpenAI, mengumumkan sistem keamanan baru pada Rabu (19/8/2026) yang justru menghindari retensi data pelanggan sama sekali, sembari tetap mengklaim mampu mengidentifikasi potensi penyalahgunaan teknologinya. Dalam kerangka kerja yang baru diperkenalkan OpenAI tersebut, data pelanggan tetap berada di infrastruktur yang dikendalikan klien atau diamankan melalui kunci enkripsi milik pelanggan sendiri, dengan OpenAI hanya menerima sinyal kriptografis yang didefinisikan secara sempit ketika pola ancaman terdeteksi.
Sistem OpenAI yang disebut Private Safety Processing itu saat ini masih diuji dengan sekelompok kecil pelanggan awal, dengan rencana peluncuran lebih luas serta penerbitan white paper teknis pada September 2026.
Konteks Tambahan: Insiden Kontrol Ekspor pada Model Fable dan Mythos
Kedua model yang termasuk dalam kategori "Covered Models" milik Anthropic — Fable 5 dan Mythos 5 — sempat ditarik dari akses selama sekitar tiga pekan setelah pemerintah AS mengeluarkan arahan kontrol ekspor pada 12 Juni 2026, dengan alasan otoritas keamanan nasional yang memerintahkan Anthropic memblokir akses bagi warga negara asing, termasuk karyawan berkewarganegaraan asing milik perusahaan itu sendiri.
Sinyal Respons terhadap Kekhawatiran Pelanggan Regulasi Ketat
Belum ada tanggal pasti kapan sistem baru ini akan resmi diluncurkan, namun langkah Anthropic ini tampak sebagai upaya menyeimbangkan dua kepentingan yang saling tarik-menarik: kebutuhan keamanan untuk mendeteksi pola serangan siber lintas permintaan, dengan tuntutan pelanggan di industri yang diatur ketat (highly regulated industries) yang menginginkan kendali penuh atas lokasi penyimpanan data sensitif mereka. Bagaimana perubahan ini pada akhirnya memengaruhi persaingan Anthropic dengan OpenAI dalam merebut kepercayaan pelanggan enterprise masih menjadi hal yang perlu terus dipantau ke depan.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.