CompileDaily
Gadget

Uni Eropa Batalkan Rencana Wajib Baterai Bisa Dicopot Sendiri untuk Smartwatch

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Rencana yang tadinya bikin banyak pengguna smartwatch berharap bisa ganti baterai sendiri di rumah, kini kandas di tangan regulator Eropa.

Komisi Eropa resmi mengadopsi aturan turunan yang memperluas daftar pengecualian dalam regulasi baterai Uni Eropa. Perubahan ini membebaskan produsen wearable, termasuk smartwatch dan fitness tracker, dari kewajiban membuat baterai yang bisa dicopot dan diganti sendiri oleh pemiliknya.

Dampaknya cukup luas. Aturan baru ini berpotensi memengaruhi produk-produk dari Apple, Garmin, Samsung, Google, dan produsen besar lain yang selama ini mengandalkan desain casing tertutup rapat untuk perangkat wearable mereka. Dengan pengecualian ini, mereka bisa terus memproduksi casing yang disegel tanpa perlu menyediakan cara mudah bagi pengguna untuk membuka dan mengganti baterainya sendiri.

Bagian dari Regulasi Baterai yang Lebih Luas

Kebijakan ini merupakan bagian dari EU Batteries Regulation yang pertama kali diperkenalkan pada 2023, sebagai upaya mendorong keberlanjutan, kemudahan perbaikan, dan daur ulang produk berbasis baterai. Dalam aturan aslinya, produk dengan baterai portabel umumnya harus dirancang agar baterainya bisa dilepas dan diganti oleh pengguna akhir kapan pun selama masa pakai perangkat, tanpa merusak baterai atau perangkatnya, dan tanpa memerlukan keahlian reparasi khusus.

Selain wearable seperti smartwatch, smart glasses, dan elektronik yang menyatu dengan pakaian atau aksesori, pengecualian ini juga mencakup kategori lain seperti mainan elektronik isi ulang, probe termometer makanan portabel, alat medis yang dipakai di tubuh, perangkat telematika untuk kendaraan pertanian dan konstruksi, hingga produk yang dipakai di lingkungan berisiko ledakan.

Lihat Layanan Kami

Meski begitu, produsen tetap diwajibkan menyediakan opsi perbaikan. Dalam banyak kasus, baterai perangkat-perangkat ini tetap harus bisa diganti, hanya saja penggantiannya harus dilakukan oleh teknisi profesional independen, bukan oleh pengguna biasa.

Smartphone Masih Kena Aturan Lama

Berbeda dari wearable, ponsel pintar tidak masuk dalam daftar pengecualian ini. Smartphone yang dijual di Uni Eropa tetap wajib memiliki baterai yang bisa diganti selambat-lambatnya pada 2027, menggunakan alat umum atau alat khusus yang disediakan oleh produsennya.

Namun ada celah tambahan: jika baterai suatu ponsel masih mempertahankan setidaknya 83 persen dari kapasitas awalnya setelah 500 siklus pengisian daya, penggantian baterainya boleh dibatasi hanya bisa dilakukan oleh teknisi profesional.

Sebagai gambaran dampak regulasi awal, Nintendo sempat mengumumkan rencana menghadirkan Switch 2 dengan baterai yang bisa diganti pengguna, sementara Google mengklaim Pixel Watch 4 sebagai smartwatch pertamanya yang dirancang dengan fokus pada kemudahan perbaikan.

Aturan pengecualian yang baru ini belum final. Rancangan tersebut masih harus melalui peninjauan Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa. Jika tidak ada keberatan yang diajukan, aturan ini akan mulai berlaku 20 hari setelah dipublikasikan secara resmi di Jurnal Resmi Uni Eropa.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.