Startup Nuklir Antares Raih Rp8,4 Triliun untuk Kejar Tenggat Militer AS 2028
Pemerintah menetapkan tenggat waktu untuk teknologi yang belum ada wujudnya saat perintah itu ditandatangani, dan sekarang satu startup baru saja mengumpulkan modal raksasa dengan taruhan bahwa merekalah yang akan mewujudkannya lebih dulu.
Antares, startup energi nuklir tingkat lanjut berbasis di Torrance, California, mengumumkan telah meraih pendanaan Seri C senilai 470 juta dolar AS pada Senin, 27 Juli 2026. Putaran pendanaan ini dipimpin bersama oleh Paradigm dan Caffeinated Capital, dengan partisipasi dari Point72 Ventures, Shine Capital, Industrious Ventures, dan sejumlah investor lainnya.
Rincian Pendanaan dan Skala Perusahaan
Dari total dana yang terkumpul, 370 juta dolar AS berbentuk ekuitas dan 100 juta dolar AS berbentuk utang. Dengan tambahan ini, total pendanaan yang telah diraih Antares sejak berdiri kini melampaui 600 juta dolar AS. Perusahaan yang dipimpin CEO Jordan Bramble ini mengembangkan microreactor nuklir kompak yang secara khusus dirancang untuk aplikasi pertahanan dan luar angkasa.
Reaktor buatan Antares mampu menghasilkan listrik antara 100 kilowatt hingga 1 megawatt, cukup untuk memberi daya bagi hingga 750 rumah. Berbeda dari pembangkit listrik tenaga nuklir konvensional yang berskala besar, microreactor jenis ini dirancang untuk dapat beroperasi bertahun-tahun tanpa perlu diisi ulang bahan bakarnya, menjadikannya solusi yang menarik untuk lokasi terpencil atau kritis yang membutuhkan pasokan listrik jangka panjang tanpa gangguan.
Pencapaian Teknis: Reaktor Swasta Pertama yang Mencapai Kritikalitas dalam Puluhan Tahun
Pendanaan ini datang tak lama setelah Antares mencatatkan pencapaian teknis penting. Reaktor Mark-0 milik perusahaan berhasil mencapai kritikalitas awal di Idaho National Laboratory, di bawah otorisasi resmi Departemen Energi Amerika Serikat. Pencapaian ini menjadikan Antares sebagai perusahaan swasta pertama yang berhasil membawa reaktor nuklir tingkat lanjut ke titik kritikalitas di bawah program DOE Reactor Pilot Program, sekaligus yang pertama dalam beberapa dekade terakhir di sektor swasta.
Alana Palmedo, managing partner di Paradigm, menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian tersebut. "Jordan dan tim Antares baru saja mencapai kritikalitas reaktor tingkat lanjut swasta pertama dalam beberapa dekade dengan microreactor buatan pabrik. Sekarang mereka beralih ke era baru, yaitu penyebaran skala besar microreactor yang bisa beroperasi andal, aman, dan ekonomis selama bertahun-tahun di pangkalan militer Amerika Serikat," ujarnya.
Fasilitas di Tiga Negara Bagian
Antares mengoperasikan fasilitas di tiga lokasi berbeda, yaitu Torrance di California, Idaho Falls di Idaho, dan Aiken di South Carolina. Fasilitas utama di Torrance sendiri memiliki luas 145.000 kaki persegi dan mampu memproduksi hingga 10 unit reaktor per tahun, menunjukkan ambisi perusahaan untuk memproduksi microreactor dalam skala yang cukup signifikan begitu teknologinya sepenuhnya matang.
Mengejar Tenggat Waktu yang Ditetapkan Pemerintah
Yang membuat momentum pendanaan ini terasa lebih mendesak adalah konteks regulasi di baliknya. Executive Order 14299 mewajibkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk memiliki reaktor nuklir tingkat lanjut yang beroperasi di instalasi militer domestik paling lambat 30 September 2028. Saat perintah eksekutif tersebut ditandatangani, belum ada satu pun perusahaan yang benar-benar memiliki teknologi siap pakai untuk memenuhi tenggat waktu tersebut.
Dengan pendanaan segar ini, Antares kini memposisikan diri sebagai kandidat kuat untuk menjadi perusahaan pertama yang benar-benar mewujudkan tenggat tersebut. Dana yang diperoleh rencananya digunakan untuk mempercepat perjalanan perusahaan dari reaktor demonstrasi menuju sistem daya yang benar-benar siap dioperasikan di lapangan, termasuk pengembangan reaktor Mark-1 penghasil listrik yang ditargetkan rampung pada 2027, sebelum penyebaran awal ke instalasi militer Amerika Serikat dimulai pada 2028.
Kontrak dengan Berbagai Institusi Pertahanan dan NASA
Antares sejauh ini telah mengamankan sejumlah kontrak dengan institusi pertahanan penting, termasuk Angkatan Udara Amerika Serikat, Space Force, Defense Innovation Unit, serta NASA. Portofolio klien ini menegaskan posisi Antares sebagai salah satu pemain kunci dalam upaya membangun infrastruktur energi nuklir untuk kebutuhan pertahanan dan eksplorasi luar angkasa Amerika Serikat.
Bagian dari Tren Lebih Besar: Boom Energi Nuklir untuk AI
Menurut laporan TechCrunch, lonjakan minat investor terhadap startup nuklir tingkat lanjut seperti Antares tidak lepas dari tren boom pembangunan pusat data AI yang terus berlangsung, yang menciptakan permintaan besar akan sumber daya listrik baru yang andal. Energi nuklir dipandang sebagai salah satu solusi potensial untuk memenuhi kebutuhan listrik masif yang didorong oleh perkembangan pesat kecerdasan buatan, di tengah keterbatasan kapasitas jaringan listrik konvensional yang ada saat ini.
Tantangan yang Masih Menghadang
Meski telah mengantongi modal besar, pelanggan yang jelas, dan tenggat waktu yang diatur oleh undang-undang, ada satu fakta penting yang tidak bisa diabaikan: Antares hingga kini belum menghasilkan satu watt listrik komersial pun. Pertanyaan besar yang masih menggantung adalah apakah dana 470 juta dolar AS dan waktu sekitar 18 bulan ke depan akan cukup untuk menutup kesenjangan antara pencapaian teknis di laboratorium dengan produksi listrik komersial yang benar-benar siap dipakai di lapangan.
Baik Pentagon maupun para kompetitor microreactor lain yang sama-sama mengejar tenggat waktu 2028 kini menunggu jawaban dari pertanyaan tersebut, menjadikan langkah selanjutnya Antares sebagai salah satu yang paling dipantau ketat di industri energi nuklir tingkat lanjut dalam beberapa tahun mendatang.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.