CompileDaily
Startup

Sarvam AI Jadi Unicorn Baru India, Bawa Ambisi Bangun AI Berdaulat untuk 1,4 Miliar Warga

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Yang menarik dari kelahiran unicorn AI terbaru India ini bukan sekadar angka valuasinya, melainkan siapa yang menulis cek terbesarnya, bukan dana ventura asal Silicon Valley, melainkan perusahaan IT lokal yang sudah berdiri lebih dari setengah abad.

Sarvam AI, startup asal Bengaluru, resmi menyandang status unicorn terbaru India setelah mengumumkan perolehan pendanaan sebesar 234 juta dolar AS dalam putaran pertama Seri B mereka pada 15 Juni 2026. Pendanaan ini mengangkat valuasi pasca-investasi Sarvam menjadi 1,5 miliar dolar AS.

Putaran pendanaan ini dipimpin oleh HCLTech, anak perusahaan teknologi informasi dari konglomerat HCL Group India, bersama Bessemer Venture Partners, dengan partisipasi investor lama seperti Khosla Ventures dan Peak XV Partners. Dari total pendanaan tersebut, HCLTech sendiri menyuntikkan 150 juta dolar AS, setara sekitar 1.427,25 crore rupee India, dan memperoleh 10,46 persen saham Sarvam, menjadikannya investor strategis utama dalam kesepakatan ini.

Target Total 300 Juta Dolar AS

Putaran Seri B ini sebenarnya menargetkan total pendanaan hingga 300 juta dolar AS, artinya masih ada sekitar 66 juta dolar AS lagi yang belum ditutup dari target awal. Pendanaan kali ini menandai lompatan signifikan bagi Sarvam, mengingat perusahaan sebelumnya hanya meraih 41 juta dolar AS gabungan dari putaran seed dan Seri A lebih dari dua tahun lalu.

Didirikan pada 2023, Sarvam berfokus membangun teknologi AI yang dirancang khusus untuk bahasa-bahasa India, kebutuhan bisnis lokal, dan aplikasi pemerintahan. Model AI buatan mereka mendukung seluruh 22 bahasa resmi India, dengan sistem tokenisasi yang diklaim jauh lebih efisien dibanding model AI global pada umumnya untuk konteks bahasa lokal India. Sebelum pendanaan ini, Sarvam sudah meluncurkan model open source dengan parameter 30 miliar dan 105 miliar.

Cakupan Layanan di Seluruh Lapisan AI Stack

Sarvam membangun teknologi di hampir seluruh lapisan AI stack, mulai dari infrastruktur pelatihan dan inferensi model, riset model frontier, hingga aplikasi siap pakai untuk kalangan enterprise, developer, dan pemerintah. Produk mereka mencakup layanan API untuk text-to-speech, speech-to-text, penerjemahan bahasa, hingga digitalisasi dokumen.

Lihat Layanan Kami

Dana segar hasil pendanaan ini rencananya akan digunakan Sarvam untuk melanjutkan riset model frontier generasi berikutnya, khususnya untuk kebutuhan kasus penggunaan agentic, coding, dan keamanan siber, serta memperluas akses komputasi skala besar guna mendukung ekspansi mereka ke berbagai sektor.

CEO HCLTech, C Vijayakumar, menjelaskan bahwa kemitraan ini menggabungkan kedalaman riset model AI Sarvam dengan jangkauan global HCLTech, untuk membangun platform AI full-stack yang berbeda bagi kalangan enterprise dan pemerintah.

Mengapa India Butuh AI Berdaulat Sendiri

Kelahiran unicorn ini erat kaitannya dengan dorongan yang lebih besar di India untuk membangun kemampuan kecerdasan buatan yang berdaulat atau sovereign AI. Baik OpenAI maupun Anthropic sama-sama menyebut India sebagai pasar terbesar kedua mereka setelah Amerika Serikat, didorong basis developer, enterprise, dan konsumen yang sangat besar dalam mengadopsi berbagai alat AI. Namun ironisnya, meski menjadi konsumen AI dalam skala raksasa, India selama ini belum banyak melahirkan pemain serius yang benar-benar mengembangkan model AI kelas frontier dari dalam negeri.

Salah satu pihak yang terlibat dalam kesepakatan ini menyebut langkah-langkah kontrol ekspor terbaru dari Amerika Serikat sebagai "panggilan bangun" bagi India. Menurutnya, akses terhadap teknologi AI canggih tidak bisa terus dianggap sebagai sesuatu yang pasti tersedia, sehingga penting bagi India memiliki perusahaan yang benar-benar memahami teknologi ini secara mendalam dan mampu membangun serta memanfaatkannya secara mandiri.

Sarvam bukan satu-satunya pemain yang bergerak di ranah ambisius ini. Krutrim, startup yang didirikan salah satu co-founder Ola, Bhavish Aggarwal, tercatat sebagai unicorn AI pertama India dan juga tengah membangun stack model bahasa berdaulat serta infrastruktur GPU mereka sendiri.

Sebagai gambaran skala industri, startup AI di India berhasil meraih pendanaan sebesar 1,48 miliar dolar AS hanya dalam kuartal pertama 2026 saja, menyumbang sekitar 38 persen dari total seluruh pendanaan startup di negara tersebut pada periode itu. Kelahiran Sarvam sebagai unicorn baru ini semakin menegaskan bahwa ambisi India untuk membangun kedaulatan teknologi AI kini semakin serius digarap, tidak lagi sekadar wacana di atas kertas.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.