Review Vivo X300 Pro: Trio Kamera Zeiss yang Bikin Standar Baru Fotografi Smartphone
Ada satu ponsel yang menurut salah satu reviewer fotografi paling berpengalaman di dunia berhasil membuatnya mempertimbangkan pindah dari merek yang selama ini ia pakai, dan alasannya terletak sepenuhnya pada tiga lensa di punggungnya.
Vivo X300 Pro, penerus dari X200 Pro dan X100 Pro, kembali hadir sebagai flagship kamera andalan vivo hasil kolaborasi dengan Zeiss. Menurut ulasan mendalam dari Joshua Waller, Online Editor di Amateur Photographer, ponsel ini disebut sebagai smartphone kamera terbaik yang pernah ia uji sepanjang tahun ini, bahkan dengan mudah mengungguli ponsel flagship dari Samsung dan Apple.
Tiga Kamera, Semua Ber-Zeiss dan Ber-Autofokus
Salah satu keunggulan utama X300 Pro terletak pada konsistensi kualitas di seluruh sistem kameranya. Ketiga kamera belakang, bahkan kamera selfie sekalipun, sama-sama membawa label Zeiss, sesuatu yang tidak selalu diterapkan di semua model vivo lainnya.
Kamera utama menggunakan sensor 50MP berukuran 1/1.28 inci, yang terbilang besar untuk ukuran smartphone, dengan bukaan f/1.57, setara focal length 24mm, dilengkapi autofokus dan stabilisasi optik yang diklaim setara "gimbal grade" untuk keperluan video. Kamera telefoto membawa sensor 200MP berukuran 1/1.4 inci, disebut sebagai sensor telefoto terbesar yang pernah digunakan pada smartphone, dengan zoom optik 3.5x setara 85mm dan bukaan f/2.67. Sementara kamera ultra-wide menggunakan sensor 50MP berukuran 1/2.76 inci dengan bukaan f/2.0, setara focal length 15mm, dan turut dilengkapi autofokus sehingga bisa dimanfaatkan untuk mode makro.
Kamera selfie juga mendapat peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya, kini menggunakan sensor 50MP ber-Zeiss dengan bukaan f/2.0 dan autofokus, menggantikan sensor 32MP fixed focus tanpa AF pada X200 Pro. Bagi yang menginginkan jangkauan zoom lebih jauh, vivo turut menawarkan aksesori opsional Zeiss Telephoto Extender Kit yang memperpanjang jangkauan telefoto hingga setara 200mm.
Performa Makro Telefoto yang Mengesankan
Salah satu fitur yang paling dipuji dalam ulasan ini adalah kemampuan makro lewat kamera telefoto periskop. Dengan rasio makro 2.7:1 dan jarak fokus sekitar 14 sentimeter, X300 Pro mampu menghasilkan foto close-up dengan detail tajam dan latar belakang blur yang halus, menjadikannya salah satu smartphone terbaik untuk fotografi makro telefoto menurut reviewer.
Untuk kebutuhan potret, kamera telefoto pada focal length setara 85mm memberikan hasil yang konsisten baik siang maupun malam. Berkat kolaborasi dengan Zeiss, mode potret ponsel ini menawarkan berbagai gaya bokeh yang meniru karakteristik lensa Zeiss klasik seperti Distagon, Planar, Sonnar, dan Biotar, memberi fleksibilitas kreatif yang jarang ditemukan pada smartphone lain.
Layar, Baterai, dan Performa
X300 Pro dibekali layar berukuran 6,78 inci dengan kecerahan puncak 4500 nits, refresh rate 120Hz, dukungan HDR10+, dan lapisan pelindung Armor glass. Dari sisi daya, ponsel ini menggunakan baterai berbasis silikon-karbon berkapasitas 6510mAh untuk versi global, meski versi Eropa mendapat kapasitas lebih rendah di 5440mAh. Pengisian daya didukung fast charging 90W lewat kabel dan 40W nirkabel.
Dari sisi dapur pacu, X300 Pro mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 9500, yang meski tidak sepopuler chipset Qualcomm, mencatatkan skor Geekbench v6 sebesar 3503 poin single-core dan 10442 poin multi-core, hampir menyamai performa Honor Magic 8 Pro yang menggunakan chipset Qualcomm terbaru. Soal ketahanan software, vivo menjanjikan dukungan update OS selama 5 tahun dan update keamanan hingga 7 tahun, dengan sertifikasi ketahanan IP68/IP69 yang bahkan mendukung penggunaan dengan tangan basah.
Kelebihan dan Kekurangan
Dari ulasan Amateur Photographer, kelebihan utama X300 Pro terletak pada kualitas gambar luar biasa dari seluruh sistem kameranya, performa telefoto yang mengesankan, kemampuan makro telefoto yang sangat baik, opsi potret hasil kolaborasi Zeiss yang kaya, serta kamera selfie yang kini sudah dilengkapi autofokus.
Sementara itu, kekurangan yang tercatat mencakup kapasitas baterai yang lebih rendah pada versi Eropa dibanding versi global, serta ketersediaan yang masih terbatas secara global, karena ponsel ini belum dijual resmi di sejumlah pasar besar seperti Inggris dan Amerika Serikat.
Harga dan Kesimpulan
Untuk varian 512GB, X300 Pro dibanderol sekitar 1.200 poundsterling di pasar Eropa, sebanding dengan harga Google Pixel 10 Pro XL varian sama, setara harga iPhone 17 Pro Max varian 256GB, dan bahkan lebih murah dibanding Samsung Galaxy S25 Ultra varian 512GB.
Reviewer menyimpulkan bahwa kualitas build ponsel ini terasa sangat rapi, dengan bagian depan dan belakang yang rata serta tepian yang halus sehingga nyaman digenggam. Ia bahkan mengaku serius mempertimbangkan untuk beralih dari ponsel Samsung yang biasa ia gunakan, berkat kualitas kamera X300 Pro yang dinilainya sulit ditandingi, terutama untuk kebutuhan potret, close-up, dan fotografi dalam kondisi minim cahaya.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.