CompileDaily
AI

Review Granola: Aplikasi Pencatat Rapat AI Tanpa Bot yang Kini Jadi Unicorn Inggris

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Di tengah membanjirnya aplikasi pencatat rapat berbasis AI yang saling berlomba menampilkan bot di layar panggilan video, satu aplikasi justru memilih jalan sebaliknya, dan pendekatan itu ternyata cukup meyakinkan investor untuk menyuntikkan dana besar.

Granola adalah aplikasi pencatat rapat berbasis kecerdasan buatan dengan konsep yang cukup berbeda dari kebanyakan kompetitornya. Alih-alih mengirim bot untuk ikut bergabung ke panggilan Zoom, Google Meet, atau Microsoft Teams sebagaimana lazim dilakukan aplikasi sejenis, Granola menangkap audio langsung dari perangkat pengguna. Pendekatan ini membuat pengalamannya terasa lebih privat, ringan, dan alami, tanpa kehadiran ikon perekam yang mencolok di layar peserta lain.

Konsep Inti: Catatan Berantakan Jadi Rapi

Cara kerja Granola cukup sederhana namun efektif. Pengguna tetap mengetik catatan singkat seperti biasa selama rapat berlangsung, cukup empat hingga enam poin garis besar saja. Kemudian, AI Granola mengembangkan catatan seadanya tersebut menjadi ringkasan penuh konteks, dengan memanfaatkan transkrip langsung dari percakapan yang terjadi. Hasilnya adalah catatan yang terdengar seperti buatan pengguna sendiri, karena memang begitu adanya, hanya saja versi yang sudah disempurnakan oleh model AI.

Pendekatan ini menjadikan setup penggunaan Granola terasa nyaris tanpa hambatan. Pengguna cukup memasang aplikasi, memulai rapat, dan semuanya berjalan otomatis tanpa konfigurasi rumit.

Dari Startup Kecil ke Unicorn Inggris

Granola didirikan pada 2023 oleh Chris Pedregal, mantan product manager Gmail di Google yang sebelumnya juga mendirikan Socratic sebelum diakuisisi Google pada 2018, bersama Sam Stephenson. Perusahaan ini berkantor pusat di London.

Pada Maret 2026, Granola berhasil meraih pendanaan Seri C senilai 125 juta dolar AS, dengan valuasi mencapai 1,5 miliar dolar AS, resmi menjadikannya unicorn terbaru asal Inggris di segmen aplikasi produktivitas. Pendanaan ini membawa perubahan arah strategis yang cukup signifikan bagi perusahaan.

Bergeser dari Aplikasi Individu ke Enterprise

Seiring pendanaan besar tersebut, Granola tidak lagi memposisikan dirinya sekadar sebagai aplikasi pencatat rapat individu. Arah baru perusahaan kini mengarah pada konsep "lapisan konteks AI enterprise", di mana Granola ingin menjadi sumber data pusat rapat bagi sebuah tim, lengkap dengan API dan integrasi Model Context Protocol atau MCP yang menyalurkan data tersebut ke berbagai alat AI lain seperti Claude dan ChatGPT.

Integrasi MCP ini sendiri diluncurkan pada Februari 2026. Bersamaan dengan pendanaan Seri C, Granola juga menghadirkan fitur Spaces, yakni ruang kerja tim dengan kontrol akses yang lebih terperinci, serta aplikasi iOS yang kini juga bisa merekam dan mentranskripsi panggilan telepon langsung dari perangkat.

Ketersediaan Platform Masih Terbatas

Lihat Layanan Kami

Dari sisi ketersediaan platform, Granola awalnya hanya hadir untuk Mac, sebelum akhirnya menambah dukungan Windows dan iOS. Sayangnya, hingga saat ini belum ada versi Android maupun aplikasi berbasis web, sehingga pengguna dengan ekosistem perangkat yang berbeda mungkin akan menemui keterbatasan.

Akurasi Transkripsi yang Cukup Kompetitif

Berdasarkan sejumlah pengujian independen, Granola mencatatkan akurasi transkripsi sekitar 90 hingga 92 persen, mengungguli Otter.ai yang berada di kisaran 85 hingga 88 persen, dan setara dengan Fireflies.ai. Akurasi tertinggi tercatat pada lingkungan yang tenang dengan pembicara berbahasa Inggris yang jelas. Namun, sejumlah pengguna melaporkan tantangan pada transkripsi data numerik seperti tanggal, jumlah, atau persentase, sehingga perlu perhatian ekstra bagi diskusi yang sarat data.

Privasi Jadi Nilai Jual, tapi Ada Trade-off

Granola mengambil pendekatan privacy-first dengan tidak menyimpan rekaman audio maupun video sama sekali. Yang tersimpan hanya transkrip teks, catatan yang diketik pengguna, dan ringkasan hasil olahan AI. Pendekatan ini menghilangkan kekhawatiran soal penyimpanan data mentah, namun konsekuensinya, pengguna tidak bisa memutar ulang audio asli untuk memverifikasi jika ada kesalahan transkripsi.

Dari sisi kepatuhan, Granola tengah menuju sertifikasi SOC 2 namun belum sepenuhnya tersertifikasi. Aplikasi ini juga belum mendukung kepatuhan HIPAA, sehingga kurang cocok digunakan oleh organisasi di sektor kesehatan. Meski begitu, platform ini sudah selaras dengan ketentuan GDPR dan menerapkan enkripsi pada penyimpanan datanya.

Kelebihan dan Kekurangan

Dari berbagai ulasan pengguna, kelebihan utama Granola terletak pada kesederhanaan penggunaannya dan hasil catatan yang terasa autentik, bukan sekadar rangkuman transkrip generik yang kaku. Ketiadaan bot di panggilan juga dinilai sangat membantu untuk sesi coaching atau percakapan penjualan, karena suasana rapat tetap terasa santai dan alami tanpa kehadiran perekam yang mencolok.

Namun, Granola juga memiliki sejumlah kekurangan. Atribusi pembicara mulai kurang akurat ketika jumlah peserta rapat mencapai tiga orang atau lebih. Aplikasi ini juga belum memiliki fitur distribusi catatan otomatis secara native ke berbagai platform lain, dan ketergantungannya pada ekosistem Google Workspace menciptakan sedikit friksi bagi tim yang menggunakan alat berbeda. Beberapa reviewer turut menilai kedalaman fitur workflow Granola masih kalah dibanding kompetitor seperti Fireflies atau Fathom.

Kesimpulan

Granola paling optimal digunakan oleh individu yang sering menghadiri rapat dan ingin catatan personal yang rapi tanpa repot, ketimbang tim besar yang membutuhkan manajemen workflow kompleks. Meski arah roadmap perusahaan kini condong ke segmen enterprise, pengalaman terbaik Granola saat ini masih dirasakan pengguna individu. Bagi yang tertarik mencoba, paket gratis dengan batasan riwayat rapat tetap tersedia sebagai cara aman menguji apakah gaya kerja aplikasi ini cocok dengan kebutuhan sehari-hari, sebelum memutuskan berlangganan paket berbayar.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.