Pipa Gas untuk Data Center AI Oracle di New Mexico Tertunda hingga 2027
Sebuah proyek infrastruktur energi yang seharusnya menjadi tulang punggung salah satu pusat data AI terbesar Amerika justru terjebak dalam pertarungan regulasi berbulan-bulan—dan kini, tenggat yang sudah berkali-kali disebut "sangat mendesak" oleh Oracle akhirnya resmi meleset.
Proyek pipa gas alam krusial di New Mexico yang direncanakan memasok bahan bakar bagi pusat data kecerdasan buatan milik Oracle Corp. tertunda hampir enam bulan dari jadwal semula. Proyek pipa Green Chile kini diperkirakan mulai beroperasi pada 1 Februari 2027, mundur dari target sebelumnya pada 15 Agustus, menurut pengajuan regulasi yang disampaikan operator pipa, Transwestern Pipeline—anak usaha Energy Transfer LP—pada Jumat (14/8/2026).
Bagian Krusial dari Kontrak Stargate Senilai Ratusan Miliar Dolar
Penundaan ini menambah kerumitan baru bagi rencana data center Oracle yang dikenal dengan nama Project Jupiter—salah satu proyek paling krusial dalam kontrak raksasa Stargate milik Oracle bersama OpenAI. Fasilitas ini diperkirakan akan ditenagai hingga 2,5 gigawatt sel bahan bakar berbasis gas (gas-powered fuel cells) dari Bloom Energy Corp., menjadikannya salah satu pusat data AI terbesar yang tengah dikembangkan di dunia. Pipa Green Chile sendiri dirancang mengalirkan hingga 400 juta kaki kubik gas alam per hari ke lokasi tersebut—setara sekitar 0,4 persen dari total produksi gas Amerika Serikat di kawasan 48 negara bagian bawah (Lower 48).
Menurut laporan OilPrice.com, nilai keseluruhan rencana data center Oracle di New Mexico ini mencapai 165 miliar dolar AS—skala investasi yang menegaskan betapa pentingnya kelancaran infrastruktur pendukung seperti pipa gas ini bagi kelanjutan proyek.
Riwayat Panjang Penolakan Regulator Negara Bagian
Penundaan terbaru ini merupakan babak lanjutan dari rangkaian hambatan yang sudah membayangi proyek sejak awal tahun. Regulator New Mexico sebelumnya menolak permohonan hak jalur pipa (right-of-way) melintasi lahan milik negara bagian sebanyak dua kali—pertama pada Maret, kemudian ditolak lagi pada Juli setelah Energy Transfer mengajukan banding. Komisioner Lahan Publik New Mexico, Stephanie Garcia Richard, dalam suratnya Juli lalu menulis proyek tersebut "tidak akan sejalan dengan kepentingan terbaik negara bagian," dengan alasan utama mencakup konsumsi air di kawasan kering tersebut, peningkatan emisi gas rumah kaca, serta manfaat finansial yang dinilai minim bagi negara bagian dibanding keuntungan yang mengalir ke Oracle dan mitra mereka.
Oracle sebelumnya sempat memperingatkan regulator federal pada Mei bahwa "waktu adalah esensi utama" dalam persetujuan pipa ini, menegaskan penundaan berpotensi membahayakan "tujuan besar Project Jupiter" secara keseluruhan.
Analis: Target Februari 2027 Kemungkinan Masih Terlalu Optimistis
Meski tanggal baru sudah ditetapkan, sejumlah analis industri energi meragukan realisme target tersebut. Josh Garcia, analis senior gas Amerika Utara di Energy Aspects, menyebut target 1 Februari 2027 "kemungkinan besar tidak realistis," mengingat berbagai hambatan yang masih dihadapi Energy Transfer untuk memperoleh sertifikasi proyek baik di tingkat negara bagian maupun federal. "Kami memperkirakan Green Chile paling cepat baru akan beroperasi pada semester kedua 2027, namun tetap menghadapi risiko pembatalan jika tidak ada kemajuan signifikan dalam beberapa bulan mendatang," kata Garcia.
Proyek ini turut menghadapi penolakan dari kelompok lingkungan dan sebagian warga lokal, yang khawatir infrastruktur gas berskala besar semacam ini akan memperburuk dampak perubahan iklim dalam jangka panjang, meski proyek tersebut juga sudah mengantongi paket insentif pajak dan dukungan obligasi yang didukung pemerintah.
Bukan Satu-satunya Penundaan yang Membayangi Ambisi Data Center Oracle
Kabar ini menambah rentetan tantangan yang dihadapi Oracle dalam ambisi besar mereka membangun infrastruktur AI. Bloomberg sebelumnya juga melaporkan Oracle telah menunda penyelesaian sejumlah data center lain yang dikembangkan untuk OpenAI dari target 2027 menjadi 2028, akibat kelangkaan tenaga kerja dan material. Saham Oracle sempat turun sekitar 4 persen menyusul laporan tersebut.
Baik Oracle maupun Energy Transfer sejauh ini tetap menegaskan komitmen mereka melanjutkan proyek, meski belum jelas apakah kedua perusahaan akan mencari jalur alternatif jika hambatan regulasi di New Mexico terus berlanjut. Dengan persaingan global memperebutkan kapasitas listrik untuk mendukung boom infrastruktur AI semakin ketat, kasus Green Chile ini menjadi contoh nyata bagaimana hambatan di level regulasi lokal—bukan sekadar kendala teknologi atau pendanaan—kini menjadi salah satu variabel paling menentukan kecepatan pembangunan infrastruktur AI raksasa di seluruh dunia.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.