CompileDaily
Startup

Magic Leap PHK 193 Karyawan, Pionir AR Ini Banting Setir Jadi Pemasok Komponen

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Setelah bertahun-tahun berjuang membangun perangkat AR sendiri, salah satu nama paling ikonik di dunia augmented reality memilih jalur yang sama sekali berbeda demi bertahan hidup.

Magic Leap, salah satu pionir headset augmented reality yang pernah menjadi sorotan industri teknologi, mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 193 karyawan di kantor pusatnya yang berlokasi di Plantation, Florida. Pengumuman ini disampaikan lewat surat notifikasi resmi sesuai ketentuan WARN Act kepada pejabat pemerintah negara bagian, dengan PHK dijadwalkan berlaku efektif mulai 1 Oktober 2026.

PHK kali ini menyusul pengumuman pivot strategis bertajuk "partner-first" yang disampaikan Magic Leap pada 9 Juli 2026. Posisi yang terdampak mencakup berbagai peran krusial di perusahaan, mulai dari software, hardware, UX atau desain, manajemen produk, manufacturing engineering, quality, technical program management, hingga sejumlah posisi senior engineering dan level eksekutif. Dengan gelombang PHK ini, jumlah karyawan yang tersisa di Magic Leap diperkirakan hanya tinggal beberapa ratus orang saja.

Dari Produsen Headset Menjadi Pemasok Komponen

Inti dari perubahan arah bisnis ini adalah keputusan Magic Leap untuk berhenti mengembangkan perangkat headset "first-party" atau produk buatan sendiri, dan beralih fokus menjadi pemasok waveguide serta penyedia jasa integrasi perangkat bagi produsen kacamata AR lain di industri.

Waveguide sendiri merupakan salah satu komponen paling menantang secara teknis dalam pembuatan kacamata AR maupun XR. Komponen ini berfungsi mengarahkan cahaya dari proyektor mini ke mata pengguna, sehingga menciptakan tampilan digital yang menyatu secara mulus dengan pandangan dunia nyata di sekitar penggunanya.

Dalam pernyataan resminya, Magic Leap menyebut dirinya berada dalam posisi unik untuk menjawab kebutuhan pasar akan waveguide berperforma tinggi. Perusahaan mengeklaim proses manufaktur mereka yang efisien biaya, dipadukan dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri AR, dapat menghemat waktu riset dan pengembangan bagi mitra-mitra mereka secara signifikan, sekaligus mempercepat perjalanan mereka menuju pasar.

Lihat Layanan Kami

Bukan Kejutan Mendadak

Perubahan arah ini sebenarnya bukan kejutan yang datang tiba-tiba. Sejak Juli 2024, laporan Bloomberg sudah menyebut Magic Leap mulai menjauh dari fokus perangkat first-party, yang saat itu digambarkan sebagai upaya terakhir perusahaan untuk memanfaatkan sisa nilai dari teknologi optik AR yang telah mereka kembangkan.

Sepanjang dua tahun terakhir, Magic Leap memang hanya mengumumkan sedikit kabar terkait perangkat mereka sendiri. Sebaliknya, perusahaan lebih banyak menjalin kemitraan hardware dengan Google dan kemitraan manufaktur dengan Pegatron asal Taiwan, yang keduanya berpusat pada lisensi teknologi dan produksi waveguide, bukan lagi pengembangan perangkat AR lengkap seperti yang dulu menjadi identitas utama Magic Leap.

Momentum Pasar yang Mendukung Pivot Ini

Keputusan Magic Leap untuk fokus pada komponen waveguide ini sebenarnya sejalan dengan tren pasar yang tengah berkembang. Menurut data dari firma riset IDC, pengiriman perangkat extended reality (XR) secara global melonjak 44,4 persen sepanjang 2025, membuat waveguide menjadi salah satu komponen paling dicari sekaligus menjadi titik hambatan produksi bagi banyak produsen perangkat AR di seluruh dunia.

Dengan memposisikan diri sebagai pemasok komponen kritikal ini, Magic Leap tampaknya berharap dapat menemukan jalur bisnis yang lebih berkelanjutan, memanfaatkan keahlian teknis yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun tanpa harus lagi bersaing langsung di segmen perangkat konsumen yang penuh tantangan. Keberhasilan langkah ini pada akhirnya akan sangat bergantung pada seberapa besar permintaan pasar terhadap teknologi waveguide, serta kemampuan Magic Leap membuktikan diri sebagai pemain terdepan di ceruk pasar baru yang mereka pilih.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.