Longsys Melantai di Bursa Hong Kong Usai Raup Rp14,7 Triliun, Terdongkrak Ledakan Permintaan Memori AI
Facebook:Longsys
Laba perusahaan ini melonjak lebih dari 700 kali lipat hanya dalam setahun. Kini investor Hong Kong berbondong-bondong ingin ikut mencicipi kue dari lonjakan harga chip memori yang dipicu ledakan AI global.
Shenzhen Longsys Electronics Co., produsen modul memori independen terbesar kedua di dunia, resmi mulai diperdagangkan di Bursa Efek Hong Kong pada Selasa (8/9/2026), setelah berhasil menghimpun dana 7,08 miliar dolar Hong Kong (setara sekitar 903 juta dolar AS) lewat penjualan saham yang membesar dari rencana awal. Pencatatan saham ini menguji ketahanan minat investor setelah gelombang penawaran saham perdana (IPO) perusahaan rantai pasok kecerdasan buatan (AI) yang membanjiri kota tersebut belakangan ini.
Harga IPO Dipatok Diskon 44 Persen dari Harga Saham Shenzhen
Longsys menjual sekitar 30 juta saham setelah sepenuhnya menggunakan opsi memperbesar ukuran penawaran sebesar 15 persen. Perusahaan mematok harga sahamnya di 236 dolar Hong Kong per lembar, sedikit di bawah batas atas 240,60 dolar Hong Kong yang ditawarkan sebelumnya. Harga ini merepresentasikan diskon sekitar 44 persen dari harga penutupan terakhir saham Longsys di Shenzhen, tempat perusahaan telah tercatat sejak 2022.
Diskon besar antara harga penawaran Hong Kong dan harga saham A-share di Shenzhen ini mencerminkan perbedaan struktural antara pasar saham China daratan dan Hong Kong, di mana disiplin penentuan harga institusional di Hong Kong cenderung menghasilkan valuasi yang lebih ketat dibanding pasar domestik China.
Laba Melonjak Lebih dari 700 Kali Lipat
Lonjakan harga saham dan minat investor terhadap Longsys tak lepas dari kinerja keuangan perusahaan yang melesat tajam. Pendapatan perusahaan untuk enam bulan hingga Juni 2026 melonjak 136,3 persen dari tahun ke tahun, mencapai 24,09 miliar yuan (sekitar 3,38 miliar dolar AS), sementara laba bersihnya melonjak dari hanya 14 juta yuan setahun sebelumnya menjadi 10,58 miliar yuan — lonjakan lebih dari 700 kali lipat, didorong lonjakan harga chip memori akibat pembelian besar-besaran terkait AI.
Longsys sendiri menempati peringkat kesembilan secara global berdasarkan pendapatan produk penyimpanan pada 2025, dan peringkat kedua di antara produsen memori independen dunia.
Mayoritas Dana Dialokasikan untuk R&D Chip Memori Canggih
Perusahaan berencana mengalokasikan sekitar 78,3 persen dari hasil bersih listing ini untuk memperkuat desain chip dan riset serta pengembangan (R&D) produk memori canggih. Sekitar 12 persen dana lainnya disiapkan untuk investasi strategis atau akuisisi, dengan sisa 10 persen dialokasikan sebagai modal kerja.
Citic Securities dan Citigroup bertindak sebagai penjamin emisi (underwriter) transaksi ini. Sejumlah investor jangkar (cornerstone investors), termasuk Lenovo Group, Ingenic Semiconductor, Transsion Holdings, dan Lens Technology Hong Kong, sepakat membeli 18,89 persen dari total saham yang ditawarkan.
Bagian dari Gelombang Besar IPO Rantai Pasok AI China di Hong Kong
Listing Longsys ini menjadi bagian dari tren yang lebih luas: perusahaan-perusahaan teknologi China, khususnya yang bergerak di rantai pasok AI, ramai-ramai memanfaatkan pasar modal Hong Kong sepanjang 2026. Struktur dual-listing ini memungkinkan Longsys tetap mempertahankan eksistensinya di pasar saham A-share Shenzhen, sekaligus mengakses investor institusional dan internasional lewat Hong Kong.
Menurut sejumlah laporan, penggalangan dana IPO di Hong Kong telah melampaui 45 miliar dolar AS sepanjang tahun ini, dan diperkirakan bakal melampaui rekor tahunan yang pernah tercatat pada 2010 — didorong minat besar investor terhadap perusahaan-perusahaan yang diperkirakan diuntungkan dari ekspansi infrastruktur AI global serta dorongan swasembada semikonduktor.
Ujian bagi Antusiasme Investor terhadap Sektor Rantai Pasok AI
Dengan saham Shenzhen Longsys yang telah naik sekitar 50 persen sepanjang tahun ini di bursa domestik, performa perdana saham perusahaan di Hong Kong akan menjadi indikator penting apakah antusiasme investor terhadap sektor rantai pasok AI China masih cukup kuat untuk menopang gelombang IPO serupa yang terus bermunculan di kota tersebut.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.