CompileDaily
Coding

Kenapa Next.js Makin Populer? Jawabannya Ada di Balik Tren Vibe Coding

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Ada alasan menarik kenapa satu framework JavaScript ini tiba-tiba jadi pilihan default hampir setiap alat AI yang bisa membangun aplikasi web hanya dari deskripsi teks, dan jawabannya bukan sekadar soal kualitas teknisnya semata.

Next.js kini mencatatkan angka unduhan yang mencengangkan, mencapai 200 juta kali per minggu. Sejumlah perusahaan teknologi raksasa seperti OpenAI, Anthropic, PayPal, Nike, dan TikTok menggunakan infrastruktur Vercel, perusahaan di balik Next.js, untuk menjalankan situs web mereka. Lonjakan popularitas ini tidak lepas dari satu faktor besar yang tengah mengubah cara developer bekerja: maraknya tren vibe coding berbasis kecerdasan buatan.

Vercel Kini Bernilai Miliaran Dolar

Vercel sendiri kini memiliki valuasi mencapai 9,3 miliar dolar AS, dengan dukungan investor kelas kakap seperti Accel, GV yang merupakan lengan modal ventura Google, dan Greenoaks Capital. Pertumbuhan valuasi ini sejalan dengan semakin sentralnya peran Next.js dalam ekosistem pengembangan web modern, terutama di tengah gelombang adopsi alat coding berbasis AI yang semakin masif.

v0: Alat Vibe Coding yang Menjadikan Next.js Sebagai Default

Salah satu pendorong utama lonjakan popularitas Next.js adalah v0, alat vibe coding buatan Vercel sendiri. Awalnya diluncurkan pada Oktober 2023 sebagai generator komponen UI sederhana, v0 kini telah berkembang menjadi platform pengembangan full-stack yang lengkap. Perusahaan bahkan me-rebranding produk ini dari v0.dev menjadi v0.app pada Januari 2026, menandai transformasinya dari sekadar alat bantu menjadi platform pengembangan aplikasi yang serius.

Pertumbuhan pengguna v0 pun tergolong pesat, kini telah menjangkau lebih dari 6 juta developer di seluruh dunia. Yang membuat v0 secara langsung mendorong popularitas Next.js adalah stack default yang digunakannya, yaitu React, Next.js, Tailwind CSS, dan shadcn/ui. Setiap proyek yang dihasilkan v0 secara otomatis menjadi aplikasi Next.js yang utuh, lengkap dengan routing, API handler, koneksi database, hingga scaffolding autentikasi, tanpa perlu konfigurasi manual dari penggunanya.

Pembaruan besar yang dirilis Februari 2026 semakin memperkuat posisi v0. Kini pengguna bisa mengimpor repository GitHub yang sudah ada, secara otomatis menarik environment variables dari Vercel, dan menghasilkan kode langsung di dalam sandbox yang mencerminkan lingkungan produksi sesungguhnya, menjadikan alur kerja dari prompt hingga deployment jauh lebih mulus dibanding sebelumnya.

Cursor Juga Jadi Favorit untuk Pengembangan Next.js

Selain v0, alat vibe coding populer lain bernama Cursor juga menjadi pilihan favorit khusus untuk pengembangan proyek Next.js di 2026. Daya tarik utamanya terletak pada fitur bernama Composer, yang memungkinkan agent AI merencanakan perubahan lintas banyak file sekaligus dalam satu kali permintaan. Sebagai contoh, ketika pengguna meminta penambahan fitur OAuth login pada dashboard mereka, Cursor akan merencanakan perubahan yang mencakup konfigurasi auth provider, middleware, halaman login, penanganan session, hingga layout dashboard, lalu menyajikannya sebagai satu kesatuan perubahan yang mencakup seluruh file terkait sekaligus.

Lihat Layanan Kami

Pola kerja yang kini umum ditemukan di banyak tim pengembangan web pada 2026 adalah mengombinasikan kedua alat ini. Sebuah fitur baru biasanya dimulai di v0, yang mampu mengubah satu prompt menjadi proyek Next.js yang sudah berfungsi hanya dalam hitungan menit. Proyek tersebut kemudian didorong ke GitHub, sebelum dibuka di Cursor untuk bagian-bagian yang membutuhkan konteks dari codebase yang sudah ada sebelumnya.

Konteks Lebih Besar: Ledakan Tren Vibe Coding

Fenomena ini sebenarnya merupakan bagian dari gelombang adopsi vibe coding yang jauh lebih besar secara keseluruhan. Pasar vibe coding diperkirakan mencapai nilai 4,7 miliar dolar AS pada 2026, tumbuh dengan laju tahunan sebesar 38 persen, dan diproyeksikan menembus 12,3 miliar dolar AS pada 2027.

Data menunjukkan sekitar 84 persen developer di seluruh dunia kini menggunakan atau berencana menggunakan alat coding berbasis AI, naik dari 76 persen pada 2024. Menurut GitHub, sekitar 41 persen dari seluruh kode baru yang ditulis secara global kini dihasilkan oleh AI, sebuah angka yang menegaskan betapa dalamnya penetrasi teknologi ini dalam alur kerja pengembangan software sehari-hari.

Kepercayaan Developer Justru Menurun di Tengah Lonjakan Adopsi

Menariknya, di balik lonjakan adopsi yang begitu pesat, muncul fenomena yang oleh sejumlah analis disebut sebagai "trust-adoption gap" atau kesenjangan antara adopsi dan kepercayaan. Meski semakin banyak developer memakai alat coding AI, tingkat kepercayaan mereka terhadap kualitas kode yang dihasilkan justru anjlok menjadi hanya 29 persen, turun signifikan dari 40 persen setahun sebelumnya.

Kesenjangan ini menunjukkan bahwa meski developer semakin bergantung pada alat-alat seperti v0 dan Cursor untuk mempercepat proses pengembangan, banyak dari mereka tetap skeptis terhadap keandalan kode yang dihasilkan secara otomatis, terutama untuk logika bisnis yang kompleks atau arsitektur sistem yang krusial. Pola ini mengindikasikan bahwa peran review manual dan pengawasan kualitas kode justru menjadi semakin penting, bukan semakin berkurang, seiring meningkatnya penggunaan alat AI dalam proses pengembangan software.

Alat Vibe Coding Lain yang Turut Meramaikan Ekosistem

Selain v0 dan Cursor, sejumlah alat vibe coding lain turut meramaikan ekosistem ini, masing-masing dengan pendekatan berbeda. Replit dan Lovable, misalnya, lebih dikenal unggul dalam menghasilkan aplikasi full-stack lengkap dengan database dan sistem autentikasi bawaan sejak awal, menjadikannya pilihan yang lebih menyeluruh bagi tim yang membutuhkan solusi backend lengkap tanpa harus banyak konfigurasi tambahan.

Dengan semakin banyaknya alat AI yang menjadikan Next.js sebagai fondasi teknis utama mereka, tidak mengherankan jika framework ini terus mencatatkan pertumbuhan popularitas yang signifikan. Bagi para developer maupun perusahaan yang ingin tetap relevan di tengah pergeseran cara membangun aplikasi web ini, memahami ekosistem Next.js dan berbagai alat AI yang terintegrasi dengannya kini menjadi keterampilan yang semakin bernilai, sejalan dengan terus berkembangnya cara kerja baru dalam industri pengembangan software.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.