Huawei Masih Raja Ponsel Lipat Dunia di Kuartal II 2026, tapi Samsung Melesat 25 Persen
Huawei Masih Raja Ponsel Lipat Dunia di Kuartal II 2026, tapi Samsung Melesat 25 Persen
Pasar ponsel lipat global ternyata jauh lebih tahan banting dibanding pasar smartphone pada umumnya. Menurut laporan terbaru lembaga riset Smart Analytics Global (SAG), pengiriman ponsel lipat dunia pada kuartal kedua 2026 memang turun 2% dibanding periode sama tahun lalu menjadi 3,4 juta unit — tapi penurunan itu jauh lebih ringan dibanding pasar smartphone secara keseluruhan yang anjlok 8% pada periode sama, bahkan diproyeksikan turun 12% untuk sepanjang tahun 2026.
Ketahanan segmen ini menunjukkan bahwa pembeli smartphone kelas premium tetap merapat ke perangkat lipat, meski kondisi ekonomi makro sedang lesu dan siklus penggantian ponsel di pasar umum melambat.
Huawei Masih Belum Tergoyahkan
Huawei tetap jadi vendor ponsel lipat terbesar dunia sepanjang kuartal kedua 2026, menggenggam 48% dari seluruh pengiriman global. Dominasi ini ditopang oleh larisnya Pura X Max yang baru mulai diproduksi massal, ditambah permintaan yang tetap kuat untuk Mate X7 dan Pura X. Posisi Huawei yang kokoh di pasar smartphone premium China turut jadi faktor pendukung, mengingat adopsi ponsel lipat di negara itu memang jauh lebih cepat dibanding kebanyakan pasar luar China.
Samsung Tancap Gas dengan Pertumbuhan Dua Digit
Di posisi kedua, Samsung justru mencatat salah satu performa terbaik di antara vendor-vendor besar, dengan pengiriman melonjak 25% dibanding tahun sebelumnya. Permintaan yang kuat terhadap Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7 jadi motor utamanya, didukung harga yang stabil untuk varian entry-level serta gencarnya promosi di Amerika Utara dan Eropa.
SAG memperkirakan Samsung akan merebut kembali posisi puncak pasar ponsel lipat dunia pada kuartal ketiga 2026, didorong peluncuran keluarga Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 di London pekan ini. Lini terbaru itu digadang-gadang membawa model wide-fold baru dengan teknologi Flex Titanium untuk mengurangi bekas lipatan, ditambah peningkatan daya tahan baterai dan kemampuan kamera.
Lenovo-Motorola Melempem, Honor Justru Melesat
Lenovo-Motorola tetap bertahan di posisi ketiga secara global pada kuartal kedua 2026, tapi pengirimannya justru anjlok 28% dibanding tahun lalu. Penyebab utamanya adalah harga yang dipatok lebih tinggi serta peluncuran seri Razr 70 yang berjalan lambat di sejumlah pasar kunci, terutama Amerika Utara dan Eropa.
Honor berada di posisi keempat, hanya tertinggal tipis dari Lenovo-Motorola. Justru Honor yang mencetak pertumbuhan paling tinggi di antara seluruh vendor besar, dengan lonjakan pengiriman mencapai 82% berkat Magic V6 yang terus mendapat sambutan baik, baik di China maupun pasar luar negeri.
Pasar ponsel lipat sendiri masih sangat terkonsentrasi: gabungan Huawei dan Samsung menguasai hampir dua pertiga dari seluruh pengiriman ponsel lipat dunia sepanjang kuartal ini.
Giliran Apple Masuk Mulai 2027
SAG memproyeksikan total pengiriman ponsel lipat dunia bakal mencapai sekitar 27 juta unit sepanjang 2026, sebelum melonjak lebih jauh pada 2027 dengan pertumbuhan tahunan sekitar 38%. Samsung diperkirakan tetap memimpin pasar sepanjang kuartal ketiga hingga akhir 2026, sementara kehadiran Apple di segmen ponsel lipat — yang diperkirakan mulai terasa sejak kuartal keempat 2026 — digadang bakal memperluas kesadaran konsumen, memperkuat dukungan operator seluler, dan mempercepat adopsi ponsel lipat secara massal.
"Meski pasar smartphone secara umum melemah, ponsel lipat tetap menunjukkan pertumbuhan struktural yang kuat," kata Linda Sui, pendiri sekaligus prinsipal SAG. "Huawei semakin memperkuat kepemimpinannya di kuartal kedua lewat portofolio premium yang beragam, sementara Samsung mencatat pertumbuhan mengesankan lewat Galaxy Z Fold 7 dan Flip 7 — membuktikan bahwa harga kompetitif dan promosi jalur distribusi yang kuat tetap jadi kunci pertumbuhan. Ke depan, kami memperkirakan Samsung akan merebut kembali posisi puncak pasar di kuartal ketiga, sementara masuknya Apple ke segmen ponsel lipat akan memperluas pasar yang bisa digarap dan mempercepat adopsi arus utama mulai kuartal keempat 2026."
SAG menekankan bahwa seluruh angka pengiriman, pangsa pasar, dan pertumbuhan tahunan dalam laporan ini masih berstatus estimasi awal, disusun berdasarkan pengecekan jalur distribusi, riset rantai pasok, keterbukaan data dari vendor, dan pemodelan pasar milik lembaga tersebut sendiri — sehingga angka final berpotensi direvisi seiring munculnya data tambahan.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.