Dplus KIA Juara League of Legends EWC 2026, Angkat Trofi di Tengah Drama Gaji Belum Dibayar
Di balik gemerlap panggung juara Paris, ada cerita pahit tentang gaji yang belum dibayar sebulan penuh — namun tak menghalangi Dplus KIA menaklukkan Eropa di kandang sendiri.
Dplus KIA resmi dinobatkan sebagai juara turnamen League of Legends di Esports World Cup (EWC) 2026, usai menyapu bersih Karmine Corp dengan skor telak 3-0 di laga Grand Final. Pertandingan berlangsung Minggu, 19 Juli 2026, di Paris Expo Porte de Versailles, tepat di kandang lawan mereka sendiri.
Kemenangan ini membawa Dplus KIA pulang dengan hadiah utama sebesar 600.000 dolar AS, ditambah 1.000 poin untuk klasemen Club Championship. Bottom laner tim, Shin Geum-jae yang dikenal dengan gamer tag "Smash", dinobatkan sebagai Most Valuable Player turnamen dan mendapat bonus tambahan 25.000 dolar AS.
Trofi Internasional Pertama Sejak 2020
Gelar ini punya makna khusus bagi Dplus KIA. Ini menjadi gelar internasional pertama organisasi tersebut sejak 2020, sekaligus trofi pertama di bawah nama brand Dplus KIA yang sekarang. Kemenangan ini juga sekaligus melanjutkan rentetan dominasi Korea di EWC selama tiga tahun beruntun, setelah T1 menjadi juara pada 2024 dan Gen.G pada 2025.
Yang membuat kemenangan ini semakin istimewa, baik Dplus KIA maupun Karmine Corp sebenarnya masuk final sebagai tim underdog. Keduanya dipandang sebagai tim terlemah dari kawasan masing-masing usai tampil tidak konsisten di ajang Mid-Season Invitational 2026 sebelumnya.
Perjalanan Berliku Menuju Takhta
Jalan Dplus KIA menuju gelar juara jauh dari kata mulus. Mereka sempat kalah dari AG.AL di babak grup, sebelum akhirnya bangkit dan menyingkirkan Bilibili Gaming, salah satu finalis MSI, di babak berikutnya. Di semifinal, mereka bahkan menghentikan ambisi Gen.G yang tengah mengincar gelar ketiga secara beruntun.
Karmine Corp sendiri juga menempuh perjalanan dramatis menuju final. Tim asal Prancis ini mengejutkan LPL powerhouse AG.AL di perempat final, sebelum menyingkirkan T1 di hadapan penonton kandang mereka yang bergemuruh.
Namun di laga puncak, Dplus KIA tidak memberi ruang sedikit pun bagi Karmine Corp untuk bangkit. Game pertama diselesaikan hanya dalam 31 menit, dengan Dplus mencekik pergerakan lawan hampir sepanjang pertandingan. Game kedua berjalan dengan pola serupa, ditutup dengan skor kill telak 18-8. Game ketiga bahkan lebih timpang lagi: Karmine Corp hanya mampu mencatatkan 5 kill sepanjang pertandingan, sementara tiga pemain Dplus tampil sangat dominan hingga tim mereka mengoleksi total 23 kill saat laga berakhir.
Kembalinya Sang Legenda ShowMaker
Salah satu sorotan utama turnamen ini datang dari midlaner senior Dplus KIA, Heo "ShowMaker" Su. Penampilannya mengingatkan banyak orang pada masa keemasannya saat membawa DAMWON Gaming juara Worlds 2020, ketika ia berada di jajaran midlaner terbaik dunia. ShowMaker menjadi satu-satunya pemain di roster Dplus KIA yang sebelumnya sudah pernah merasakan gelar juara internasional.
Sehari sebelum final, ShowMaker sempat menyampaikan harapannya untuk menang dan menjaga nama baik LCK, liga asal Korea. Janji itu ditepatinya. "Saya senang bisa menang lagi setelah lima tahun," ujarnya usai pertandingan.
Head Coach Dplus KIA, Kim Dae-ho, mengungkapkan filosofi kepelatihannya yang menekankan pentingnya bangkit dari kesalahan, bukan sekadar menghindarinya. Menurutnya, ikatan antar pemain di tim ini sangat kuat, dan cara mereka mengatasi kesalahan sepanjang turnamen berjalan sangat baik.
Juara di Tengah Ketidakpastian Finansial
Di balik euforia kemenangan, ada cerita yang kurang menggembirakan. Para pemain Dplus KIA dilaporkan belum menerima gaji selama sekitar sebulan, terkait proses akuisisi organisasi yang sedang berlangsung. Kabar ini pertama kali mencuat pada 16 Juli 2026, hanya beberapa hari sebelum laga final. Tak lama setelah kabar tersebut beredar, Dplus KIA merilis pernyataan resmi yang mengakui adanya masalah tersebut.
Para pemain sendiri menyebut isu ini "tidak mengganggu" performa mereka di lapangan, meski suasana di sekitar tim disebut sempat terasa tegang menjelang turnamen. Terlepas dari tekanan di luar panggung, skuad ini berhasil mengesampingkan gangguan tersebut dan tetap mengangkat trofi juara di Paris.
Eropa Kembali Gigit Jari
Bagi Eropa, kekalahan Karmine Corp di final ini menjadi final internasional kedua kawasan tersebut tahun ini, setelah sebelumnya G2 Esports juga kalah di final turnamen First Stand 2026. Final internasional dan kekalahan sayangnya sudah menjadi hal yang terlalu akrab bagi Eropa, yang hingga kini masih hidup dalam bayang-bayang kejayaan mereka di Worlds 2018 dan 2019.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.