DeepSeek Tunda Putaran Pendanaan $1,5 Miliar Usai Komentar Pendiri Viral
Sebuah putaran pendanaan besar yang sedianya bakal mengangkat valuasi salah satu lab AI paling disorot di China ke level baru, tiba-tiba terhenti hanya karena kebocoran isi sebuah pertemuan tertutup.
DeepSeek, lab kecerdasan buatan asal China, memberi tahu calon investornya secara lisan bahwa mereka untuk sementara menunda putaran pendanaan kedua. Kabar ini pertama kali dilaporkan Bloomberg pada Sabtu, 25 Juli 2026, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui langsung situasi tersebut namun meminta identitasnya dirahasiakan karena membahas diskusi pribadi.
Target Pendanaan yang Cukup Ambisius
Putaran pendanaan kedua ini sedianya menargetkan setidaknya 10 miliar yuan, atau sekitar 1,5 miliar dolar AS, dengan kemungkinan jumlah akhir bisa lebih tinggi tergantung berapa banyak investor yang akhirnya menandatangani kesepakatan. DeepSeek sebelumnya menargetkan valuasi pre-money setidaknya 480 miliar yuan, sekitar 71 miliar dolar AS, sebuah lonjakan signifikan dari valuasi sekitar 50 miliar dolar AS yang mereka raih pada putaran pendanaan pertama.
DeepSeek memberi tahu para calon investor bahwa mereka tidak akan menandatangani perjanjian investasi dalam beberapa hari ke depan, seperti yang sebelumnya diharapkan semua pihak. Menurut sumber yang sama, perusahaan berpotensi melanjutkan kembali proses pendanaan ini di kemudian hari, meski belum ada kepastian kapan hal itu akan terjadi.
Dipicu Kebocoran Transkrip Pertemuan
Penundaan ini sebagian besar dipicu oleh kekecewaan Liang Wenfeng, pendiri DeepSeek, terhadap berbagai laporan online mengenai komentarnya kepada investor selama proses putaran pendanaan pertama perusahaan, yang resmi ditutup pada Juni 2026 dengan meraih dana sebesar 7 miliar dolar AS, dipimpin oleh Tencent, CATL, dan sebuah dana investasi AI yang didukung pemerintah.
Komentar yang viral tersebut berasal dari sebuah transkrip pertemuan yang diklaim dilakukan Liang dengan pihak-pihak yang tidak disebutkan identitasnya. Bloomberg sendiri menegaskan belum dapat memverifikasi keaslian transkrip tersebut. Media China, Yicai, melaporkan bahwa dalam notulen pertemuan tersebut, Liang disebut membahas soal ketergantungan perusahaannya pada chip Nvidia, serta ketertinggalan kemampuan AI China yang masih berlanjut dibanding Amerika Serikat. Menurut isi transkrip itu, perusahaan memperkirakan dirinya masih tertinggal sekitar 12 hingga 18 bulan dari perusahaan-perusahaan AS terdepan, sambil hanya menggunakan sekitar seperdua puluh sumber daya komputasi yang dimiliki para pesaingnya tersebut.
Persiapan Menuju IPO Tetap Berjalan
Terlepas dari penundaan putaran pendanaan ini, DeepSeek dilaporkan telah mulai melakukan persiapan untuk penawaran umum perdana atau IPO, dan berpotensi mengajukan dokumen resminya sesegera tahun ini juga. Langkah ini berpotensi menjadi debut bersejarah bagi industri teknologi China di pasar modal, mengingat besarnya sorotan yang selama ini melekat pada perusahaan tersebut.
DeepSeek memang telah menarik minat luar biasa dari para calon investor, mengingat statusnya sebagai salah satu perusahaan inti dalam upaya besar China untuk bersaing secara global di ranah kecerdasan buatan. Perusahaan ini sempat mengejutkan industri teknologi global tahun lalu setelah mengembangkan model AI yang dilatih dengan biaya jauh lebih rendah dibanding kompetitor-kompetitor besar asal Amerika Serikat.
Catatan Penting soal Sumber Informasi
Perlu dicatat, sebagian besar informasi mengenai insiden ini masih bersumber tunggal dan disampaikan dengan sejumlah catatan kehati-hatian. Bloomberg belum mengonfirmasi keaslian transkrip pertemuan yang menjadi pemicu kontroversi ini, penundaan dilaporkan disampaikan secara lisan bukan lewat komunikasi tertulis resmi, dan perusahaan masih memiliki kemungkinan untuk melanjutkan proses pendanaan ini di masa mendatang. Situasi ini mencerminkan betapa sensitifnya isu ketergantungan teknologi dan persaingan AI antara China dan Amerika Serikat, bahkan bagi perusahaan sekelas DeepSeek yang selama ini dipandang sebagai salah satu kebanggaan industri AI China.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.