CompileDaily
Cyber Security

CEO Anthropic Bantah Dukung Larangan AI Open-Weight, tapi Minta Pengujian Wajib

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Setelah berhari-hari jadi sorotan karena dianggap satu-satunya raksasa AI yang enggan membela keterbukaan model, CEO Anthropic akhirnya angkat bicara secara langsung untuk meluruskan posisinya sendiri.

Dario Amodei, CEO Anthropic, mempublikasikan blog post pada Senin, 27 Juli 2026, untuk menepis klaim bahwa perusahaannya mendukung larangan terhadap model AI open-weight, yakni model yang bobotnya bisa diunduh dan disesuaikan bebas oleh siapa saja. "Untuk meringkas posisi saya dan Anthropic, kami tidak dan tidak sedang mengadvokasi larangan terhadap model open-weight sebagai sebuah kategori," tulis Amodei, bahkan menegaskan lebih tegas lagi bahwa Anthropic tidak pernah mengadvokasi larangan semacam itu. Ia menyebut model tanpa kemampuan berbahaya sebagai "barang publik".

Muncul di Tengah Tekanan dari Koalisi Industri

Pernyataan ini muncul setelah pekan sebelumnya sebuah koalisi perusahaan teknologi besar, termasuk Nvidia, Microsoft, Meta, dan Palantir, merilis surat terbuka mendesak pembuat kebijakan menghindari "pembatasan prematur" terhadap model open-weight. OpenAI belakangan turut menandatangani surat tersebut, namun Anthropic tidak, menjadikan mereka penahan paling menonjol dalam dorongan industri membela keterbukaan model AI.

Ketegangan ini sendiri dipicu oleh kemunculan mengejutkan Kimi K3, model open-weight asal China yang mengguncang Silicon Valley karena kemampuannya mendekati performa model frontier Amerika Serikat dengan biaya jauh lebih murah. Pemerintahan Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan tindakan terhadap model open-source, termasuk sanksi terhadap laboratorium AI China yang dituduh mencuri riset AI Amerika lewat teknik distillation.

Tiga Kebijakan yang Diusulkan Sebagai Alternatif

Alih-alih larangan langsung, yang menurutnya "tidak akan menjawab kekhawatiran keamanan nasional saya yang paling serius", Amodei mengusulkan tiga kebijakan yang lebih terarah. Pertama, kontrol yang lebih ketat terhadap aliran chip canggih dan peralatan pembuatan chip ke pemerintah otoriter, termasuk Partai Komunis China. Kedua, tindakan tegas terhadap apa yang ia sebut sebagai "distillation skala industrial", yaitu metode melatih model yang lebih kecil menggunakan output dari model lebih besar yang sudah ada di pasar. Ketiga, mewajibkan pengujian keselamatan bagi seluruh model yang cukup mumpuni, baik yang bersifat terbuka maupun tertutup.

Amodei menegaskan dirinya sepakat bahwa model terbuka bisa memperluas akses, mendorong kompetisi, dan memberi kontrol lebih besar bagi pelanggan. Namun ia menolak klaim dalam surat koalisi tersebut yang menyebut model open-weight secara otomatis membuat AI lebih aman, atau memberi keunggulan bagi pihak yang bertugas mempertahankan sistem dibanding pihak penyerang siber.

Lihat Layanan Kami

Argumen soal Kapabilitas, Bukan Metode Distribusi

Amodei berargumen bahwa persyaratan keamanan seharusnya bergantung pada apa yang sebenarnya bisa dilakukan sebuah model, bukan pada cara model tersebut dilisensikan atau didistribusikan. Sebagai contoh, ia menyinggung bidang biologi, menyebut model AI yang cukup mumpuni berpotensi secara drastis menurunkan hambatan bagi seseorang untuk menciptakan agen biologis berbahaya, sementara pengembangan vaksin dan langkah penanggulangan lainnya tetap membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk direalisasikan.

Terkait isu distillation, Anthropic sebelumnya sudah mengirim surat kepada Komite Perbankan, Perumahan, dan Urusan Perkotaan Senat Amerika Serikat bulan lalu, menuduh Alibaba, pengembang keluarga model Qwen asal China, melakukan apa yang mereka sebut sebagai serangan distillation berskala terbesar yang pernah diketahui terhadap model buatan Anthropic.

Mendukung Organisasi Pengujian Keselamatan Global

Menariknya, Amodei menyatakan dukungannya terhadap upaya yang berkembang, sebagian dipimpin Amerika Serikat, untuk membentuk organisasi pengujian keselamatan model AI, terutama jika seluruh dunia, termasuk China, bersedia tunduk pada pengujian tersebut. Ia menyebut gagasan ini sudah mendekati konsensus, dan mengaku senang melihat arah kebijakan pemerintahan Trump belakangan ini bergerak ke arah tersebut, ditambah sejumlah proposal industri yang mengusulkan penerapan pengujian semacam ini pada model paling mumpuni, terlepas dari negara asalnya maupun apakah modelnya bersifat terbuka atau tertutup.

Usulan tersebut turut menyebutkan bahwa model dengan kemampuan lebih terbatas, seperti yang dikembangkan startup kecil dan kalangan akademisi, sebaiknya dikecualikan sepenuhnya dari kewajiban pengujian ini, sehingga beban regulasi lebih terfokus pada model-model kelas frontier yang berpotensi menimbulkan risiko lebih besar.

Pernyataan Amodei ini pada dasarnya berupaya menarik garis yang lebih jelas antara menentang larangan open-weight secara umum, dengan tetap mendukung kontrol lebih ketat terhadap sistem AI paling canggih. Namun perdebatan inti antara pendukung keterbukaan penuh dan mereka yang khawatir soal risiko keamanan dari model paling mumpuni tampaknya masih akan terus berlanjut di kalangan industri maupun pembuat kebijakan.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.