CompileDaily
Nutrisi

BPOM Uji Beeru Stevia, Kemenkes Ingatkan Label Zero Sugar Tak Otomatis Lebih Sehat

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Di rak minimarket, tulisan "zero sugar" dan "nol kalori" sering terbaca seperti izin untuk menambah porsi. Polemik satu merek pemanis kini membuat pemerintah mengingatkan bahwa label bukan jaminan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Jumat (30/10/2026) mengingatkan konsumen agar tidak langsung menganggap produk berlabel low sugar atau zero sugar pasti lebih sehat. Imbauan itu muncul di tengah polemik Beeru Stevia, pemanis yang ramai dibicarakan setelah influencer Dokter Detektif (Doktif) membagikan hasil uji laboratorium yang menurut laporan detikHealth belum menjadi kesimpulan resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Klaim Hasil Uji Doktif Belum Jadi Kesimpulan Resmi

Doktif menyebut sampel Beeru Stevia mengandung sukralosa 101.297,89 mg/L dan neotam 5.280,99 mg/L. Menurutnya, kedua pemanis buatan itu tidak tercantum di daftar bahan produk, dan kadarnya melampaui batas BPOM. Ia juga mempersoalkan klaim nol kalori, karena hasil ujinya menunjukkan karbohidrat 47,21 persen dan energi 188,84 kkal per 100 gram.

CNBC Indonesia mencatat bahwa perbandingan kadar dengan batas BPOM bergantung pada kategori pangan, bentuk produk, dan cara penggunaan, sehingga pelanggaran belum bisa disimpulkan hanya dari angka tersebut. Seluruh angka di atas adalah klaim Doktif, bukan temuan lembaga berwenang.

Beeru Hentikan Penjualan Sementara dan Minta Maaf

Beeru Indonesia memasarkan produknya sebagai stevia murni tanpa kalori. Setelah isu menyebar, perusahaan menghentikan sementara penjualan, meminta maaf kepada konsumen, dan menyatakan sedang memverifikasi produk bersama mitra manufakturnya. "Beeru Stevia diproduksi melalui kerja sama dengan mitra manufaktur," tulis perusahaan, yang menambahkan bahwa sebagai pemilik merek mereka tetap bertanggung jawab.

Hingga artikel ini ditulis, Beeru belum merilis hasil verifikasi akhir soal temuan sukralosa dan neotam.

BPOM Ambil Sampel, Hasil Uji Menyusul

Lihat Layanan Kami

BPOM RI, Kamis (29/10), menyatakan masih menelusuri produk tersebut, mengambil sampel, dan mengujinya di laboratorium. Hasilnya akan disampaikan setelah tersedia, menurut CNN Indonesia. Sampai kini BPOM belum mengumumkan kandungan sebenarnya maupun kepatuhan produk terhadap aturan pangan.

Kemenkes: Belum Bisa Simpulkan Produk Berbahaya

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah produk itu berbahaya sebelum pengujian dan penilaian BPOM rampung. "Jangan langsung menganggap produk low sugar atau zero sugar pasti lebih sehat," ujarnya.

Aji juga menyarankan konsumen membatasi konsumsi gula maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per orang per hari. Angka itu mencakup seluruh gula dari makanan dan minuman, bukan hanya gula tambahan. Pemanis pengganti, katanya, tidak semestinya menjadi solusi utama jangka panjang untuk mengendalikan berat badan.

Cara Membaca Label dan Nutri-Level

Kemenkes meminta konsumen memeriksa daftar bahan, informasi nilai gizi, dan jumlah yang dikonsumsi, bukan hanya klaim di bagian depan kemasan. Kemenkes juga telah menerbitkan pelabelan Nutri-Level untuk pangan olahan siap konsumsi, terutama minuman siap minum. Skalanya A sampai D dengan warna hijau sampai merah, dihitung dari kandungan gula, garam, dan lemak jenuh. Tujuannya membantu orang memilih lebih bijak, kata Aji, bukan melarang produk.

Pertanyaan yang kini menunggu jawaban: apakah hasil uji BPOM akan menunjukkan isi Beeru Stevia sesuai label, dan apakah polemik ini mendorong produsen pemanis lain membuka rincian bahan dengan lebih jelas.

Artikel ini bersifat informasi dan bukan pengganti diagnosis, saran gizi personal, atau nasihat medis. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengubah pola konsumsi gula atau pemanis, terutama bila Anda memiliki diabetes atau kondisi kesehatan lain.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan dan iklan yang relevan. Baca Kebijakan Privasi kami.