CompileDaily
Music

Spotify Dikabarkan Siapkan Remix AI pada 2027, Biaya Tambahan $4-$5 per Bulan Dipertimbangkan

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Selama bertahun-tahun, pendengar Spotify hanya bisa menekan tombol putar. Sebuah laporan baru menyebut perusahaan itu ingin mereka juga mengubah lagunya sendiri.

Spotify menargetkan peluncuran layanan remix musik berbasis kecerdasan buatan (AI) pada kuartal pertama 2027, menurut laporan Financial Times (FT) yang dikutip Yahoo Finance dan Reuters pada Jumat (30/10/2026). Laporan itu bersumber dari orang-orang yang mengetahui rencana tersebut, dan belum ada pengumuman resmi Spotify di dalamnya.

Remix dan Cover dari Lagu yang Sudah Ada

Layanan tersebut disebut memungkinkan pelanggan membuat remix dan versi cover dari lagu yang sudah tersedia. Contoh yang diberikan laporan: mengubah rekaman folk menjadi lagu dansa, atau membuat versi lagu seolah dibawakan artis lain. Menurut IDX Channel yang merujuk CNA, fitur ini menggeser pendengar dari konsumen pasif menjadi pencipta aktif.

Pengumuman diperkirakan berlangsung di sekitar Grammy Awards pada Februari. Namun FT menulis bahwa struktur harga maupun jadwal peluncuran masih dibahas, sehingga tenggat itu bisa bergeser.

Universal, Merlin, dan Believe Sudah Sepakat

Soal perizinan, Spotify dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Universal Music Group, Merlin, yang mewakili label-label independen, dan Believe. Negosiasi dengan Sony Music dan Warner Music Group belum selesai.

Sony Music dan Warner Music Group adalah dua dari tiga label rekaman terbesar dunia, sehingga tanda tangan keduanya menentukan seberapa luas katalog yang bisa diolah pengguna.

Karena teknologinya menghasilkan versi alternatif dari rekaman yang dilindungi hak cipta, fitur ini bergantung pada izin pemegang hak dan persetujuan artis. Musisi tetap berhak memutuskan apakah karyanya boleh dipakai, bahkan ketika label mereka sudah menyetujui kerja sama. FT menulis bahwa persetujuan dari sebagian musisi kontemporer papan atas disebut lebih sulit didapat.

Lihat Layanan Kami

Menurut IDX Channel, Spotify menerapkan kebijakan yang memberi pemilik konten kendali penuh atas karya mereka. Laporan tidak merinci mekanismenya, termasuk cara artis menolak atau menyetujui penggunaan lagu.

Biaya Tambahan $4 sampai $5 per Bulan Masih Dipertimbangkan

Spotify dilaporkan mempertimbangkan biaya tambahan $4 hingga $5 per bulan di luar langganan reguler untuk mengakses layanan ini. Angka itu belum final, dan skemanya menempatkan layanan ini sebagai produk tambahan, bukan bagian dari paket standar. Laporan juga tidak menyebut apakah layanan akan tersedia di Indonesia atau negara lain pada tahap awal, dan tidak memuat tanggapan resmi dari Spotify maupun label yang disebut.

Yang Belum Dijawab dalam Laporan

Sumber laporan ini anonim, dan semua rincian di atas, mulai dari jadwal, harga, sampai daftar label, berasal dari orang yang mengetahui rencana tersebut menurut FT. Spotify belum memberi konfirmasi dalam laporan yang dikutip. Karena itu, angka $4 sampai $5 dan target kuartal pertama sebaiknya dibaca sebagai rencana yang masih bisa berubah, bukan keputusan final.

Mengapa Izin Menjadi Taruhan Utama

Musik hasil olahan AI sudah lama memicu perdebatan hak cipta, terutama ketika suara seorang artis ditiru tanpa persetujuan. Spotify dilaporkan memilih jalur perizinan lebih dulu, lewat kesepakatan dengan label dan hak artis untuk menyetujui. Apakah jalur itu cukup meyakinkan musisi yang enggan karyanya diremix belum bisa dipastikan.

Tiga hal yang layak dipantau sampai Februari: apakah Sony Music dan Warner Music Group ikut menandatangani, bagaimana Spotify mengatur persetujuan dan penolakan dari artis, dan berapa harga akhir yang dibebankan kepada pelanggan.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan dan iklan yang relevan. Baca Kebijakan Privasi kami.