CompileDaily
Cyber Security

Bos Instagram Adam Mosseri Bersaksi di Sidang Meta soal Kecanduan Media Sosial Anak

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Meta bisa didenda hingga 200 miliar dolar AS. Yang naik ke kursi saksi untuk membela perusahaan: orang yang selama delapan tahun terakhir memegang kendali penuh atas desain Instagram.

Kepala Instagram Adam Mosseri bersaksi Selasa (25/8/2026) dalam persidangan federal di Oakland, California, yang menyeret Meta Platforms Inc. atas tuduhan sengaja merancang platform media sosialnya agar membuat anak-anak kecanduan. Mosseri, yang telah memimpin Instagram sejak 2018 dan mengawasi tim desain serta rekayasa platform tersebut, menjalani sekitar satu jam kesaksian pada hari pertamanya di kursi saksi dan dijadwalkan kembali bersaksi keesokan harinya.

Tuduhan: Melanggar UU Perlindungan Privasi Anak

Koalisi jaksa agung negara bagian menuduh Meta melanggar Children's Online Privacy Protection Act (COPPA) federal serta sejumlah undang-undang perlindungan konsumen. Mereka menuntut denda yang berpotensi mencapai 200 miliar dolar AS. Inti gugatan menyebut eksekutif Meta seperti Mosseri dan CEO Mark Zuckerberg secara terbuka salah menggambarkan fitur keamanan anak serta riset internal terkait kepada publik.

Sidang yang berlangsung di hadapan Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers ini mewakili empat dari 29 negara bagian yang awalnya menggugat Meta bersama-sama pada Oktober 2023 — yakni California, Colorado, New Jersey, dan Kentucky — sementara 25 negara bagian lainnya akan menjalani persidangan terpisah di kemudian hari. Meta juga menghadapi gugatan serupa di pengadilan tingkat negara bagian, termasuk yang sedang berjalan di Tennessee.

Mosseri: "Saya Tidak Menyuruh Tim Saya Menyembunyikan Apa Pun"

Dalam kesaksiannya, Mosseri menegaskan dirinya tidak pernah mengarahkan karyawan untuk menahan informasi yang berpotensi menimbulkan risiko hukum bagi Meta. Ia juga mengakui bahwa perusahaan membatasi jumlah karyawan yang bisa mengakses riset internal tertentu setelah pengungkapan dokumen internal oleh whistleblower Frances Haugen pada 2021 — kebijakan yang menurutnya diambil agar informasi "tidak diambil di luar konteks", merujuk pada nasib dokumen yang bocor dan dipublikasikan Wall Street Journal saat itu.

Lihat Layanan Kami

Mosseri juga membela catatan keamanan Instagram, termasuk mempersoalkan penekanan pengacara penggugat pada rendahnya angka penggunaan fitur "Take a Break" yang dirancang mendorong pengguna muda beristirahat dari scrolling. Fitur itu awalnya jarang dipakai remaja, namun sejak Instagram meluncurkan akun khusus remaja pada 2024, fitur tersebut dijadikan pengaturan default bagi pengguna berusia remaja.

Bantahan Meta: Tuntutan "Tidak Berdasar dan Berlebihan"

Juru bicara Meta menyebut klaim para jaksa agung negara bagian "tidak berdasar" dan tuntutan finansial mereka "sangat tidak proporsional". "Para AG tidak menawarkan bukti bahwa ada warga di negara bagian mereka yang tertipu, mengklaim fitur biasa seperti memiliki akun Instagram tambahan entah bagaimana merugikan warga mereka, dan berusaha menghukum Meta atas tantangan yang dihadapi seluruh industri seperti verifikasi usia," kata juru bicara itu. Meta menyatakan akan mempertahankan diri di pengadilan dan berdiri di belakang rekam jejaknya dalam membangun perlindungan kuat bagi remaja.

Bukan Sidang Pertama bagi Mosseri

Ini bukan kali pertama Mosseri duduk di kursi saksi tahun ini. Ia sebelumnya juga bersaksi dalam persidangan terpisah di Pengadilan Superior California wilayah Los Angeles, yang menuduh Meta dan YouTube (milik Google) merancang aplikasi mereka dengan fitur yang sengaja dibuat membuat ketagihan bagi pengguna muda.

Persidangan di Oakland ini diperkirakan berlangsung sekitar enam minggu, dengan juri dijadwalkan memberikan putusan penasihat (advisory verdict). Hakim Gonzalez Rogers pada akhirnya yang akan memutuskan apakah Meta terbukti bersalah, dan jika ya, menentukan besaran denda perdata serta perubahan apa yang harus diterapkan pada Facebook dan Instagram.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.