CompileDaily
Gadget

Awas, Salah PIN 13 Kali di One UI 9 Bikin HP Samsung Terkunci Permanen

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Kebiasaan asal coba-coba menebak PIN saat lupa kata sandi kini bisa berujung fatal di ponsel Samsung generasi terbaru, karena tidak ada lagi jalan pintas begitu batas kesalahan terlampaui.

Samsung menerapkan kebijakan keamanan lock screen yang jauh lebih ketat lewat pembaruan One UI 9.0 yang berbasis Android 17. Perangkat Galaxy kini akan terkunci secara permanen setelah pengguna melakukan 13 kali kesalahan berturut-turut saat memasukkan PIN, pola, atau kata sandi. Satu-satunya cara memulihkan akses setelah kondisi ini terjadi adalah melakukan factory reset penuh, yang berarti seluruh data lokal yang belum di-backup akan hilang tanpa bisa dikembalikan.

Tidak Ada Jalan Pintas, Bahkan dari Samsung Sendiri

Yang membuat kebijakan ini terasa lebih tegas dibanding sebelumnya, Samsung secara eksplisit menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan untuk memulihkan kredensial lokal dari jarak jauh. Artinya, bahkan pihak dukungan resmi Samsung sekalipun tidak bisa membuka kunci perangkat yang sudah terkunci permanen tersebut secara remote.

Jadwal Eskalasi yang Semakin Lama

Sistem penguncian ini tidak langsung mengunci perangkat sejak kesalahan pertama. One UI 9.0 menerapkan jadwal eskalasi waktu tunggu yang bertahap, di mana durasi lockout semakin lama seiring bertambahnya jumlah kesalahan. Lima kali kesalahan pertama akan mengunci layar selama satu menit. Kesalahan keenam memperpanjang waktu tunggu menjadi lima menit, disusul 15 menit pada kesalahan ketujuh, 30 menit pada kedelapan, dan 90 menit pada kesembilan.

Jika kesalahan terus berlanjut, kesalahan kesepuluh akan mengunci perangkat selama empat jam, kesalahan kesebelas melonjak menjadi 12 jam, dan kesalahan kedua belas membekukan perangkat selama 24 jam penuh. Barulah pada kesalahan ketiga belas, sistem langsung mengunci perangkat secara permanen tanpa opsi pemulihan selain factory reset.

Ada satu fitur yang cukup membantu di tengah kebijakan ketat ini, yaitu sistem penghitungan cerdas atau smart counting. Jika pengguna memasukkan kombinasi PIN atau kata sandi yang persis sama secara berulang, percobaan tersebut tidak akan dihitung berkali-kali dalam total kegagalan. Hanya percobaan dengan kombinasi yang benar-benar berbeda yang akan dihitung menuju batas 13 kali tersebut.

Jauh Lebih Ketat dari Versi Sebelumnya

Kebijakan ini menandai perubahan signifikan dibanding versi One UI sebelumnya, yang umumnya hanya mengandalkan periode tunggu sementara tanpa batas permanen yang tegas. Samsung sebenarnya sudah lebih dulu menawarkan opsi untuk menghapus perangkat setelah 15 kali kesalahan, namun fitur tersebut harus diaktifkan secara manual oleh pengguna, bukan menjadi pengaturan default seperti sekarang.

Lihat Layanan Kami

Perubahan ini juga sejalan dengan langkah Google di level platform Android secara keseluruhan. Sebelumnya, Android mengizinkan sekitar 1.800 percobaan kesalahan dalam rentang lima tahun sebelum memicu tindakan tegas. Dengan Android 17, batas ini dipangkas drastis menjadi hanya 20 percobaan. Samsung sendiri mengambil pendekatan yang bahkan lebih agresif lagi dengan membatasi total percobaan hanya sampai 13 kali saja.

Perangkat yang Terdampak Duluan

Kebijakan baru ini untuk saat ini berlaku bagi perangkat yang diluncurkan langsung dengan One UI 9 dari pabrik, termasuk Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, dan Galaxy Z Flip 8. Belum ada kejelasan resmi apakah kebijakan ini nantinya juga akan diterapkan pada perangkat Galaxy lama yang di-upgrade ke One UI 9, atau hanya berlaku untuk perangkat baru sejak awal.

Alasan di Balik Kebijakan Ketat Ini

Samsung menjelaskan bahwa perubahan ini dirancang untuk melindungi pengguna dari serangan brute-force, yakni upaya berulang menebak berbagai kombinasi PIN, kata sandi, atau pola demi mendapatkan akses tidak sah ke sebuah perangkat. Dengan membatasi jumlah percobaan yang diizinkan dan menerapkan periode tunggu yang semakin lama di antara setiap kegagalan, Samsung berupaya membuat serangan semacam ini jauh lebih sulit dilakukan, terutama bagi pihak yang mencoba membuka perangkat yang hilang atau dicuri.

Perlu dicatat, kewajiban Strong Authentication bawaan Android tetap berlaku terlepas dari kebijakan baru ini, yang mengharuskan pengguna memasukkan PIN, pola, atau kata sandi cadangan setidaknya sekali setiap 72 jam, meski mereka biasa menggunakan sidik jari atau pengenalan wajah untuk membuka kunci sehari-hari.

Yang Perlu Dilakukan Pengguna Galaxy

Bagi pengguna yang perangkatnya sampai harus menjalani factory reset akibat lockout permanen ini, proses pemulihan belum sepenuhnya selesai begitu saja. Fitur Factory Reset Protection tetap mengharuskan autentikasi ulang menggunakan akun Samsung dan akun Google yang terdaftar sebelum perangkat bisa digunakan kembali, sebagai lapisan keamanan tambahan terhadap pencurian.

Mengingat risiko kehilangan data yang cukup besar dari kebijakan ini, Samsung merekomendasikan pengguna untuk rutin melakukan backup data, baik lewat penyimpanan cloud maupun aplikasi Smart Switch, guna menghindari kehilangan foto, kontak, dan berbagai data penting lainnya jika suatu saat harus menjalani factory reset tak terduga. Ada baiknya juga bagi pengguna untuk sesekali menguji PIN mereka secara manual guna memastikan masih benar-benar mengingatnya dengan tepat, mengingat kini tidak ada lagi ruang toleransi setelah kesalahan ketiga belas.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.