Apple Upgrade Resmi Meluncur Hari Ini, Kini Bisa Sewa iPhone hingga Mac Selama 3 Tahun
Di tengah harga perangkat yang terus merangkak naik, Apple justru menawarkan jalan baru bagi konsumen: bukan membeli lunas di muka, melainkan menyewa dulu, baru memutuskan nanti.
Apple resmi meluncurkan program leasing perangkat terbarunya bernama Apple Upgrade pada Selasa, 28 Juli 2026, tersedia di toko ritel maupun secara online di Amerika Serikat. Program ini dijalankan bekerja sama dengan Klarna Group, perusahaan fintech asal Swedia yang mengoperasikan layanan pembayaran tunda atau buy-now-pay-later di lebih dari 45 negara, sebagai penyedia pendanaan.
Cakupan Produk dan Durasi Sewa
Apple Upgrade mencakup sebagian besar model iPhone, iPad, Mac, dan Apple Watch, meski model entry-level atau kelas pemula dikecualikan pada tahap peluncuran awal ini. Durasi masa sewa ditetapkan berbeda tergantung jenis perangkat: 24 bulan untuk iPhone dan Apple Watch, sementara Mac dan iPad mendapat masa sewa lebih panjang hingga 36 bulan.
Selama masa sewa berlangsung, pengguna memiliki keleluasaan untuk melunasi pembayaran lebih awal, beralih ke model yang lebih baru di tengah masa kontrak, atau tetap memakai perangkat yang sama hingga kontrak berakhir. Ketika masa kontrak selesai, pengguna bisa memilih mengembalikan perangkat atau membelinya secara penuh melalui opsi buyout. Untuk mendaftar program ini, calon pengguna hanya perlu melewati pengecekan kredit sederhana, sementara layanan AppleCare tetap dijual secara terpisah.
Menggantikan Skema Pembiayaan yang Sudah Berjalan 11 Tahun
Peluncuran Apple Upgrade menandai berakhirnya skema pembiayaan lama Apple yang sudah berjalan sejak 2014, yakni iPhone Upgrade Program yang bekerja sama dengan Goldman Sachs lewat cicilan bebas bunga terkait Apple Card. Pendaftaran baru untuk program lama tersebut resmi ditutup bersamaan dengan peluncuran Apple Upgrade hari ini.
Respons terhadap Kenaikan Harga akibat Krisis Chip
Peluncuran program ini datang di momen yang cukup strategis. Apple telah menaikkan harga sejumlah produknya hingga ratusan dolar dalam beberapa bulan terakhir, dipicu kelangkaan memori yang melanda industri secara luas dan mendorong naiknya biaya komponen. CEO Apple, Tim Cook, bahkan sempat mengakui bahwa situasi ini "sudah tidak berkelanjutan".
Dengan model leasing, hambatan biaya di muka bagi konsumen menjadi jauh lebih rendah, tepat di saat kenaikan harga berpotensi menekan minat beli calon pelanggan. Model pembayaran bulanan yang lebih ringan diharapkan dapat menjaga permintaan tetap stabil, meski total biaya kepemilikan perangkat dalam jangka panjang kemungkinan tidak jauh berbeda.
Strategi Bisnis di Balik Program Leasing
Bagi Apple sendiri, program ini bukan sekadar solusi jangka pendek menghadapi kenaikan harga. Skema leasing dirancang untuk mempercepat siklus upgrade konsumen, yang secara alami menghasilkan lebih banyak transaksi penjualan perangkat per pelanggan dari waktu ke waktu. Program ini juga membantu mengurangi ketergantungan Apple pada momentum peluncuran produk unggulan tertentu, karena pelanggan dengan skema sewa bertahap menciptakan pola upgrade yang jauh lebih terprediksi, sehingga mengurangi fluktuasi pendapatan yang biasanya terkait erat dengan peluncuran produk individual.
Dari sisi kemitraan, Klarna berperan menanggung risiko kredit sekaligus menyediakan infrastruktur pembiayaan bagi program ini, memungkinkan Apple menjalankan skema leasing tanpa perlu membangun kapasitas pinjaman sendiri atau menanggung eksposur risiko finansial langsung di neraca keuangan mereka. Langkah ini cukup menonjol mengingat Apple sebelumnya justru menghentikan layanan buy-now-pay-later internal mereka sendiri, Apple Pay Later, pada 2024.
Reaksi Pasar Saham
Kabar kemitraan ini turut memicu reaksi positif di pasar saham. Saham Klarna sempat melonjak hingga 9 hingga 11 persen setelah laporan awal Bloomberg mengenai rencana kemitraan ini muncul pada 21 Juli 2026, sebelum akhirnya sebagian kenaikan tersebut mereda dan ditutup naik 1,87 persen di level 19,11 dolar AS. Saham Apple sendiri turut menguat tipis 0,7 persen pada hari yang sama. Sejumlah analis, termasuk dari Keefe Bruyette, mempertahankan rating positif serta target harga optimistis untuk saham Klarna menyusul kabar kemitraan tersebut.
Perhatian Investor Tertuju ke Earnings Call
Manajemen Apple dijadwalkan menjawab berbagai pertanyaan investor terkait program baru ini dalam earnings call yang akan berlangsung 30 Juli 2026, hanya dua hari setelah program resmi berjalan. Momentum ini menjadikan performa awal Apple Upgrade sebagai salah satu sorotan utama yang kemungkinan besar akan ditanyakan investor kepada jajaran petinggi perusahaan.
Ada pula detail teknis menarik yang perlu diperhatikan calon pengguna. Kode di sistem operasi iOS 27 dilaporkan mengandung petunjuk soal kemungkinan pembatasan fungsi perangkat apabila pembayaran lease terlewat atau gagal dibayar, meski Apple belum memberikan konfirmasi resmi soal mekanisme ini. Sejumlah laporan juga menyebut beberapa jenis transaksi dalam program ini berpotensi dikenakan biaya tambahan di luar pembayaran bulanan reguler.
Bagi konsumen yang mempertimbangkan untuk bergabung dengan Apple Upgrade, langkah paling bijak adalah membandingkan total biaya kontrak secara keseluruhan dan kewajiban pembayaran di akhir masa sewa, bukan sekadar terpaku pada angka pembayaran bulanan yang tampak lebih ringan di permukaan.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.