CompileDaily
Gadget

Apple Tunda Peluncuran Smart Glasses ke 2027, Belajar dari Kontroversi Privasi Meta

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Sementara kompetitor mereka sibuk menghadapi gugatan dan tuduhan surveillance dari produk kacamata pintar yang sudah lebih dulu meluncur, Apple justru memilih menahan diri, meski itu berarti harus mengorbankan momentum yang sudah dinanti bertahun-tahun.

Apple dilaporkan menunda peluncuran smart glasses pertama mereka, yang awalnya ditargetkan hadir akhir 2026, kini diundur ke 2027. Kabar ini pertama kali diungkap Mark Gurman dari Bloomberg lewat newsletter Power On miliknya, mengungkap bahwa alasan utama penundaan ini berkaitan erat dengan kekhawatiran soal privasi.

Privasi Jadi Prioritas Nomor Satu

Menurut laporan tersebut, tim yang mengembangkan kacamata ini, baik dari grup hardware Vision Apple maupun divisi lain di perusahaan, memprioritaskan privasi sebagai isu nomor satu dalam pengembangan produk ini. Rencana terbaru menyebutkan Apple akan mengungkap produk ini di ajang WWDC pada Juni 2027, dengan rilis konsumen menyusul akhir tahun yang sama.

Langkah hati-hati ini tidak mengejutkan mengingat Apple selama satu dekade terakhir menjadikan privasi sebagai inti strategi pemasaran mereka. Perusahaan perlu memastikan produk kacamata pintar barunya tidak bertentangan dengan citra dan nilai inti yang selama ini mereka bangun di mata konsumen.

Belajar dari Kontroversi Meta

Kekhawatiran Apple ini tidak lepas dari pengalaman yang dialami Meta dengan lini kacamata AI Ray-Ban mereka. Produk tersebut mengalami backlash cukup signifikan terkait isu privasi, dengan laporan yang menyebut pengguna bisa memodifikasi perangkat untuk menonaktifkan lampu indikator perekaman, sehingga orang di sekitar bisa terekam tanpa menyadarinya sama sekali.

Menanggapi kekhawatiran ini, Meta bahkan sempat mendorong pembaruan software untuk menonaktifkan kamera secara otomatis jika sistem mendeteksi lampu indikator privasi telah dirusak atau dimanipulasi. Meski begitu, langkah tersebut belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran publik. Produk Meta ini dilaporkan dilarang di sejumlah tempat tertentu, tengah menjalani investigasi lebih lanjut soal regulasinya, dan baru-baru ini bahkan menjadi objek gugatan class action.

Dua Opsi Desain yang Dipertimbangkan Apple

Lihat Layanan Kami

Untuk menghindari jebakan serupa, Apple dilaporkan mempertimbangkan dua pendekatan desain berbeda. Opsi pertama adalah menghilangkan kamera sepenuhnya dari kacamata tersebut, sehingga pengguna tetap bisa menerima panggilan telepon, menikmati musik, dan menggunakan Siri, namun sama sekali tidak memiliki kemampuan merekam foto atau video.

Opsi kedua adalah tetap menyertakan sistem kamera penuh, namun membatasi fungsinya sehingga tidak bisa digunakan untuk mengambil foto atau video. Dalam skenario ini, kamera hanya berfungsi sebagai "mata" bagi fitur visual Siri, seperti pengenalan objek dan bantuan navigasi, tanpa kemampuan merekam konten yang bisa disimpan atau dibagikan pengguna.

Terdapat trade-off yang cukup jelas dari kedua pendekatan ini. Menghilangkan kemampuan perekaman berarti Apple harus mengorbankan salah satu fitur yang justru membuat kacamata kamera pesaing seperti milik Meta begitu populer, mengingat perekaman sudut pandang orang pertama menjadi alasan utama banyak konsumen tertarik membeli produk kategori ini.

Fitur Privasi Tambahan yang Sedang Digodok

Selain dua opsi desain utama tersebut, Apple juga dilaporkan tengah mengembangkan sejumlah fitur privasi tambahan, baik dari sisi hardware maupun software, yang belum tersedia pada produk mereka saat ini. Beberapa pendekatan yang dipertimbangkan mencakup adopsi proteksi serupa yang diterapkan Meta, seperti menonaktifkan rekaman jika sistem mendeteksi lampu indikator telah dimanipulasi.

Apple juga dilaporkan akan mengutamakan pemrosesan data langsung di perangkat atau on-device processing, menghindari penggunaan teknologi pengenalan wajah, memastikan hasil rekaman tidak digunakan untuk melatih model AI, serta menggunakan lampu indikator perekaman yang jauh lebih mudah terlihat dibanding produk kompetitor yang ada saat ini.

Sentimen Publik yang Masih Tegang

Ketegangan seputar isu privasi kacamata pintar ini tercermin jelas dari sebuah insiden menarik yang terjadi belum lama ini. Sebuah iklan spoof berbahan lenticular muncul di dekat kantor pusat Meta di London, yang secara visual mengubah kampanye iklan kacamata AI Meta, yang menampilkan selebritas Kylie Jenner, menjadi peringatan bertema pengawasan atau surveillance, tergantung sudut pandang orang yang melihatnya. Insiden ini menegaskan bahwa sentimen publik terhadap teknologi kacamata pintar berkamera masih cukup sensitif dan menjadi perhatian serius.

Dengan menunda peluncuran demi menyempurnakan pendekatan privasi mereka, Apple tampaknya berupaya memastikan debut mereka di kategori smart glasses tidak justru berujung pada kontroversi serupa yang dihadapi kompetitor mereka, meski hal ini berarti mereka harus rela kehilangan momentum sebagai penantang awal di segmen yang tengah berkembang pesat ini.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.