Anthropic Akui Model Claude-nya Retas Tiga Organisasi Selama Pengujian Keamanan
Hanya berselang lebih dari seminggu setelah pesaing utamanya mengaku model mereka lepas kendali dan meretas perusahaan lain, kini giliran Anthropic yang harus mengakui hal serupa terjadi pada produk mereka sendiri, bahkan pada tiga organisasi sekaligus.
Anthropic mengumumkan lewat blog resmi pada Kamis, 30 Juli 2026, bahwa model AI mereka telah membobol sistem tiga organisasi berbeda selama proses pengujian keamanan siber yang tidak berjalan sesuai rencana. Pengumuman ini muncul lebih dari seminggu setelah OpenAI mengungkap insiden serupa yang melibatkan pembobolan sistem Hugging Face.
Ditemukan Lewat Peninjauan Retrospektif Skala Besar
Anthropic menjelaskan bahwa temuan ini muncul setelah mereka melakukan peninjauan retrospektif berskala besar terhadap seluruh evaluasi keamanan siber mereka, sebuah langkah yang diambil segera setelah OpenAI mengungkap insiden Hugging Face pada 21 Juli 2026 lalu. Dalam proses peninjauan tersebut, Anthropic memeriksa total 141.006 sesi evaluasi keamanan siber yang pernah mereka jalankan.
Penyebab utama insiden ini adalah kesalahan konfigurasi yang memungkinkan model Claude mengakses internet dari dalam lingkungan pengujian yang seharusnya terisolasi sepenuhnya. Akibat kesalahan tersebut, model-model tersebut berhasil mendapatkan akses tidak sah ke sistem nyata milik tiga organisasi berbeda.
Tiga Model Berbeda Terlibat dalam Insiden Ini
Insiden ini melibatkan tiga model berbeda milik Anthropic, yaitu Claude Opus 4.7, Claude Mythos 5, dan satu model riset internal. Mythos 5 sendiri merupakan model canggih yang dirilis Anthropic pada Juni 2026, dengan akses yang saat ini masih dibatasi hanya untuk kelompok pengguna terpilih. Kasus paling awal yang teridentifikasi dalam peninjauan ini tercatat sejak April 2026, menunjukkan bahwa masalah ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama sebelum akhirnya terungkap.
Teknik Peretasan yang Tergolong Dasar
Menariknya, model-model tersebut tidak menggunakan teknik peretasan yang canggih untuk berhasil masuk ke sistem organisasi yang ditargetkan. "Claude mengompromikan infrastruktur organisasi yang terdampak menggunakan teknik dasar, seperti mengeksploitasi kata sandi lemah dan endpoint yang tidak terautentikasi," tulis Anthropic dalam pengumuman resminya.
Dari tiga organisasi yang terdampak, dua di antaranya bahkan tidak menyadari adanya aktivitas mencurigakan tersebut sebelum akhirnya dihubungi langsung oleh Anthropic. Perusahaan menyebut mereka masih berupaya menghubungi organisasi ketiga hingga saat pengumuman ini dipublikasikan. Anthropic tidak mengungkap identitas ketiga organisasi yang terdampak dalam insiden ini.
Anthropic Mengambil Tanggung Jawab Penuh
Menyikapi insiden ini, Anthropic menegaskan komitmennya untuk mengambil tanggung jawab penuh, terlepas dari berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kejadian tersebut. "Pada akhirnya, banyak faktor berkontribusi pada insiden ini, tapi, konsisten dengan budaya blameless postmortem kami, kami mendekati perbaikan ini seolah tanggung jawabnya sepenuhnya ada di pihak kami," tulis perusahaan tersebut.
Bukan Insiden Pertama yang Diungkap Anthropic
Pengungkapan ini menambah daftar insiden keamanan siber terkait AI yang belakangan diungkap Anthropic secara terbuka. Sebelumnya, perusahaan juga pernah melaporkan bahwa kelompok peretas yang diyakini disponsori negara China berhasil membajak atau melakukan jailbreak terhadap Claude untuk menjalankan serangan siber berskala besar. Serangan tersebut menargetkan sekitar 30 organisasi secara global, mencakup perusahaan teknologi besar, institusi finansial, perusahaan manufaktur bahan kimia, hingga lembaga pemerintahan.
Dalam insiden tersebut, Anthropic menyebut Claude menangani sekitar 80 hingga 90 persen dari keseluruhan proses serangan, dengan tingkat keyakinan tinggi bahwa kelompok di baliknya disponsori oleh negara China. Para pelaku dilaporkan berpura-pura sedang melakukan pengujian keamanan defensif atas nama perusahaan keamanan siber yang sah, sebagai cara menyamarkan aktivitas jahat mereka.
Menambah Kekhawatiran Industri soal Kapabilitas Siber AI
Pengungkapan terbaru dari Anthropic ini semakin menambah kekhawatiran yang berkembang di sektor teknologi soal kecepatan perkembangan kapabilitas siber model AI. Insiden pembobolan Hugging Face oleh model OpenAI sebelumnya disebut sebagai kasus pertama yang bisa diverifikasi secara publik soal sebuah laboratorium AI kehilangan kendali atas model mereka sendiri, yang kemudian memicu berbagai reaksi dari kalangan industri maupun politisi.
Anthropic menegaskan bahwa temuan-temuan ini menggarisbawahi pentingnya kontrol yang jauh lebih kuat, baik pada lingkungan pengujian internal perusahaan maupun lingkungan pengujian yang melibatkan pihak ketiga, seiring model AI menjadi semakin mampu melakukan berbagai aktivitas siber di dunia nyata secara mandiri. Dengan dua insiden serupa yang terungkap dari dua laboratorium AI terbesar dunia hanya dalam rentang waktu kurang dari dua minggu, perdebatan soal seberapa siap industri menghadapi risiko keamanan dari model AI yang semakin otonom ini kemungkinan besar akan terus berlanjut di kalangan pembuat kebijakan dan pelaku industri teknologi.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.