CompileDaily
Stock

IHSG Ditutup Melejit 1,04% ke 6.409, Catat Penguatan 3,06% Sepanjang Sepekan

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
IHSG Ditutup Melejit 1,04% ke 6.409, Catat Penguatan 3,06% Sepanjang Sepekan

Menutup pekan perdagangan dengan cara yang meyakinkan, indeks bukan hanya berhasil membalikkan pelemahan tipis di hari sebelumnya, tapi juga mencatatkan salah satu kenaikan harian terbesar dalam sepekan terakhir.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melejit 65,94 poin atau 1,04 persen ke level 6.409,65 pada perdagangan Jumat (7/8/2026), sekaligus menandai penutupan pekan dengan penguatan kumulatif 3,06 persen selama lima hari perdagangan terakhir. Indeks saham unggulan LQ45 turut menguat lebih tajam, naik 1,49 persen ke posisi 640,29.

Mayoritas Saham Menghijau, ISAT Pimpin Penguatan

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.409,65 dan terendah 6.347,42—rentang pergerakan yang menunjukkan tren naik konsisten sejak pembukaan pagi. Data Bursa Efek Indonesia mencatat 355 saham ditutup menguat, berbanding 235 saham yang melemah dan 203 saham stagnan, dengan total volume transaksi mencapai 37,40 miliar saham senilai Rp16,06 triliun.

PT Indosat Tbk (ISAT) tercatat sebagai top gainers di jajaran saham LQ45 pada penutupan hari ini, sementara PT Mitra Adiperkasa Tbk (MBMA) menjadi top losers. Dari sisi sektoral, mayoritas indeks menghijau dengan penguatan tertinggi dicatatkan IDX Infrastructure yang melonjak 2,17 persen, disusul IDX Property (+1,55 persen) dan IDX Basic Materials (+1,11 persen). Satu-satunya sektor yang melemah adalah barang konsumen siklikal, turun tipis 0,69 persen.

Data PDB Kembali Jadi Katalis Utama

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, menyebut katalis utama penguatan IHSG hari ini tetap bersumber dari data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 yang tumbuh 5,29 persen—melampaui ekspektasi pasar yang hanya memperkirakan 5,1 persen. Sentimen positif ini terus terbawa sejak data tersebut dirilis awal pekan, menopang rangkaian penguatan IHSG meski sempat diselingi koreksi tipis pada Kamis.

Penguatan hari ini terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke kisaran Rp17.900, serta di tengah pelaku pasar yang menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Nonfarm Payrolls (NFP)—salah satu indikator kunci yang akan memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve ke depan.

Sinyal Teknikal Tetap Bullish, meski Analis Ingatkan Potensi Profit Taking

Kiwoom Sekuritas dalam riset terbaru mencatat struktur bullish jangka pendek IHSG masih terjaga, dengan indikator EMA10 di level 6.257 tetap berada di atas EMA20 dan EMA50. Indikator RSI (14) tercatat di angka 61,09—sedikit melandai namun tetap berada di atas level 50, menandakan momentum beli masih dominan meski mulai muncul aksi ambil untung pasca-reli beberapa hari terakhir.

Analis Kiwoom Sekuritas menilai selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.320-6.330, peluang penguatan lanjutan menuju resistance 6.377 hingga 6.420 tetap terbuka—level yang sudah hampir sepenuhnya tersentuh pada penutupan hari ini. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan menembus ke bawah level 6.320, IHSG berisiko melanjutkan koreksi sehat untuk menguji area EMA50 sebelum kembali melanjutkan tren naik.

"Kami menyarankan untuk mewaspadai aksi ambil untung di area resistansi dan melakukan akumulasi kembali hanya jika IHSG mampu bertahan di atas level 6.320," tulis analis Kiwoom Sekuritas dalam riset Jumat.

Dengan penutupan pekan ini, IHSG melanjutkan tren pemulihan yang sudah terbangun sejak awal Agustus, di tengah tiga katalis besar yang menurut Kiwoom Sekuritas akan terus membayangi arah pasar sepanjang bulan ini: kepastian suksesi Gubernur Bank Indonesia, arah kebijakan fiskal dalam RAPBN 2027, serta perkembangan data ekonomi Amerika Serikat.

Catatan: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi berdasarkan data pasar dan pandangan analis, bukan rekomendasi atau ajakan membeli/menjual efek tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca; pelajari dan analisis kembali sebelum mengambil keputusan transaksi.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.