CompileDaily
Stock

IHSG Dibuka Melemah ke 6.285, Investor Nanti Pidato Kenegaraan Prabowo soal RAPBN 2027

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
IHSG Dibuka Melemah ke 6.285, Investor Nanti Pidato Kenegaraan Prabowo soal RAPBN 2027

Sehari setelah hasil MSCI mengecewakan sebagian investor, pasar belum sepenuhnya pulih—dan hari ini perhatian mereka teralihkan ke panggung yang sama sekali berbeda: mimbar kenegaraan, tempat arah kebijakan fiskal setahun ke depan akan diumumkan langsung oleh presiden.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 16,62 poin atau 0,26 persen ke level 6.285,15 pada perdagangan Jumat (14/8/2026) pukul 09.01 WIB. Pelemahan tipis ini melanjutkan koreksi hari sebelumnya, ketika IHSG ditutup turun 1,13 persen ke level 6.301,77 akibat aksi profit taking pasca-pengumuman hasil review MSCI Agustus 2026.

Investor Tunggu Pidato Kenegaraan Prabowo soal RAPBN 2027

Katalis utama yang membayangi pergerakan pasar hari ini adalah pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang akan memaparkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyebut pelaku pasar masih menanti gambaran arah kebijakan fiskal pemerintah yang akan disampaikan langsung dalam pidato tersebut. "Kami memproyeksikan IHSG bergerak terbatas dengan support di 6.270-6.300 dan resistance 6.350-6.400," kata Reza dalam risetnya.

Tekanan jual turut tercermin dari aksi jual bersih investor asing sebesar Rp1,39 triliun di pasar reguler pada perdagangan sebelumnya—jauh berbalik dari kondisi net buy asing sebesar Rp483 miliar yang tercatat dua hari sebelumnya. Dari sisi teknikal, IHSG saat ini masih berada di area support setelah terkoreksi dari level resistance.

Dua Pandangan Analis soal Dampak MSCI: Terbatas vs Perlu Diwaspadai

Sejumlah analis memberikan pandangan yang sedikit berbeda soal signifikansi hasil MSCI terhadap pergerakan IHSG ke depan. Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menyebut hasil review MSCI Agustus 2026 memang memberikan hasil yang lebih negatif dari ekspektasi pasar—sesuai perkiraan mereka, CPIN turun dari Global Standard ke Small Cap, sementara risiko pada GOTO terealisasi lewat penghapusan dari MSCI Indonesia Investable Market Index. MSCI secara spesifik menyebut rendahnya likuiditas akibat saham GOTO bertahan di harga minimum Rp50 sejak Mei sebagai penyebab potensi masalah kelayakan indeks (index relicability issues).

Meski demikian, Rully menilai dampak utama dari hasil ini bersifat teknikal dengan potensi passive inflow terbatas, sejalan dengan pembatasan MSCI yang masih berlaku. "Dampak terhadap IHSG seharusnya relatif terbatas dan lebih terkonsentrasi pada saham terdampak. Fokus pasar selanjutnya akan beralih pada respons foreign flow dan perkembangan evaluasi MSCI terhadap investability pasar Indonesia," ujarnya.

Pandangan berbeda datang dari analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, yang memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support 6.281 dan resistance 6.313 untuk perdagangan hari ini. Ia menjelaskan pergerakan IHSG terkoreksi pasca-pengumuman MSCI meski status pembekuan masih berlaku, karena sejumlah emiten dalam konstituennya justru terdepak—kondisi yang dikhawatirkan akan memicu outflow pada IHSG begitu masa efektif perubahan berlaku pada 31 Agustus mendatang.

Analis Phintraco: Tiga Faktor Sekaligus Tekan Pasar

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai pelemahan IHSG saat ini dipengaruhi kombinasi tiga faktor sekaligus: sentimen MSCI, penantian pidato kenegaraan Prabowo soal RAPBN 2027, serta aksi profit taking yang masih berlanjut. "Pelemahan indeks antara lain disebabkan oleh dikeluarkannya beberapa saham dari rebalancing indeks MSCI Agustus 2026, menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027, serta aksi profit taking," ujarnya.

Momentum Agustus Tetap Positif secara Historis

Meski tertekan dalam beberapa hari terakhir, prospek IHSG sepanjang Agustus secara keseluruhan tetap dipandang positif oleh sejumlah analis. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, sebelumnya memperkirakan probabilitas IHSG mencatatkan kinerja positif sepanjang Agustus berada di kisaran 60-65 persen, dengan skenario dasar pergerakan indeks pada rentang 6.050-6.450. Secara historis, IHSG selalu menguat sepanjang Agustus dalam enam tahun terakhir, dengan rata-rata kenaikan 2,83 persen.

Selain suksesi kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia yang kini sudah lebih jelas arahnya, Liza menyebut perkembangan data tenaga kerja Amerika Serikat tetap menjadi faktor eksternal yang perlu dicermati, mengingat potensinya memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Federal Reserve dan aliran modal menuju pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Catatan: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi berdasarkan data pasar dan pandangan analis, bukan rekomendasi atau ajakan membeli/menjual efek tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca; pelajari dan analisis kembali sebelum mengambil keputusan transaksi.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.