CompileDaily
Hardware

Ekspor Korea Selatan Melonjak 63 Persen di Juli, Chip AI Jadi Mesin Utama

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Di saat pasar saham dalam negeri justru bergejolak keras akibat kekhawatiran seputar AI, data perdagangan resmi negara ini menunjukkan cerita yang sama sekali berbeda: mesin ekspor mereka justru sedang mencatatkan salah satu performa terbaik sepanjang sejarah.

Ekspor Korea Selatan melonjak hampir 63 persen dibanding tahun sebelumnya pada Juli 2026, mencapai 98,89 miliar dolar AS, angka tertinggi kedua yang pernah tercatat sepanjang sejarah negara tersebut. Data ini dirilis Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya Korea Selatan, hanya sedikit di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang tercatat pada bulan sebelumnya, Juni 2026, senilai 102,2 miliar dolar AS.

Semikonduktor Tetap Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan

Dari sisi impor, angkanya naik 26,5 persen menjadi 68,56 miliar dolar AS, menghasilkan surplus perdagangan sebesar 30,32 miliar dolar AS. Berdasarkan sektor, ekspor semikonduktor, yang menjadi tulang punggung ekonomi terbesar keempat di Asia ini, melonjak tajam sebesar 179 persen menjadi 41 miliar dolar AS, seiring harga produk memori global yang tetap tinggi di tengah persaingan yang semakin ketat. Nilai ekspor semikonduktor bahkan sudah menembus angka 40 miliar dolar AS untuk dua bulan berturut-turut.

Menariknya, kekuatan ekspor Korea Selatan tidak hanya bertumpu pada sektor chip semata. Ekspor di luar sektor semikonduktor juga tetap tumbuh solid, naik 26 persen dibanding tahun sebelumnya. Sektor otomotif turut mencatatkan kenaikan 7 persen menjadi 6,2 miliar dolar AS, didorong permintaan global yang kuat untuk kendaraan hybrid dan model ramah lingkungan lainnya. Ekspor produk petroleum melonjak 34,1 persen menjadi 5,68 miliar dolar AS, sementara produk petrokimia naik 10,3 persen menjadi 4,18 miliar dolar AS.

Sektor perangkat mobile juga tak kalah menarik, dengan ekspor naik 51 persen menjadi 1,81 miliar dolar AS. Menurut kementerian terkait, smartphone kelas premium seperti lini Galaxy S26 tetap mempertahankan penjualan yang solid, meski biaya produksinya melonjak akibat tingginya harga chip yang menjadi komponen utama perangkat tersebut.

Ironi di Balik Data Positif: Saham Justru Anjlok

Di tengah data ekspor yang sangat kuat ini, muncul kontras yang cukup mencolok di pasar modal. Saham-saham Korea Selatan justru diguncang aksi jual tajam, dengan indeks acuan KOSPI anjlok lebih dari 30 persen dalam sebulan terakhir, dipicu kekhawatiran investor terhadap sektor AI secara lebih luas.

Lihat Layanan Kami

Analis Ha Keon-hyeong dari Shinhan Securities menjelaskan bahwa sebagian besar laju pertumbuhan ekspor ini sebenarnya mencerminkan kenaikan harga semikonduktor, sementara peningkatan volume pengiriman barang sesungguhnya jauh lebih moderat. Dengan kata lain, lonjakan angka ekspor ini lebih didorong oleh faktor harga ketimbang jumlah barang yang benar-benar dikirim.

Analis lain, Park Sang-hyun dari iM Securities, menambahkan bahwa kekuatan mendasar dalam ekspor Korea Selatan tidak akan banyak berubah selama boom semikonduktor terus berlanjut. Bank Sentral Korea Selatan sendiri menepis kekhawatiran soal potensi puncak siklus yang mendekati akhir, dengan memperkirakan boom semikonduktor ini akan bertahan cukup lama, didukung investasi infrastruktur AI yang berkelanjutan dan keterbatasan pasokan chip di pasar global.

Pemerintah Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Melihat momentum positif ini, pemerintah Korea Selatan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 dari sebelumnya 2 persen menjadi 3 persen, dengan proyeksi Produk Domestik Bruto nominal tumbuh 12,3 persen, laju tercepat dalam tiga dekade terakhir. Ekspor tahunan diperkirakan melonjak hingga 40 persen, sementara surplus neraca berjalan diproyeksikan lebih dari dua kali lipat, mencapai rekor 290 miliar dolar AS.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Korea Selatan, Koo Yun-cheol, menyampaikan pesan kehati-hatian di tengah optimisme tersebut. "Kita tidak bisa berpuas diri dengan tren positif saat ini," ujarnya dalam sebuah briefing bersama pemerintah di Seoul.

Visi Jangka Panjang dan Risiko yang Diakui

Pemerintah Korea Selatan turut mengungkap visi jangka panjang yang mereka sebut sebagai "3-4-5 Vision", yaitu menaikkan potensi pertumbuhan ekonomi negara menjadi 3 persen, menjadikan Korea Selatan salah satu dari empat negara eksportir terbesar dunia, dan mendongkrak pendapatan nasional bruto per kapita hingga 50 ribu dolar AS.

Meski optimistis, pemerintah sendiri mengakui bahwa momentum ini tidak akan bertahan selamanya dalam kecepatan yang sama. Pertumbuhan diperkirakan melambat menjadi 2,2 persen pada 2027, dengan pertumbuhan ekspor turun tajam menjadi hanya sekitar 1 persen, seiring harga dan volume pengiriman semikonduktor yang luar biasa tinggi saat ini mulai kembali normal. Sejumlah ekonom turut mengingatkan risiko konsentrasi berlebihan pada sektor chip, mengingat Korea Selatan tengah menuju target ambisius ekspor tahunan senilai 1 triliun dolar AS, sebuah target yang keberhasilannya sangat bergantung pada seberapa lama boom AI global ini benar-benar bisa dipertahankan.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.