CompileDaily
Cyber Security

Amgen Laporkan Pencurian Data Pasien dalam Insiden Siber di Server Cloud

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
Amgen Laporkan Pencurian Data Pasien dalam Insiden Siber di Server Cloud

Satu lagi nama besar farmasi dunia bergabung dalam daftar korban yang terus memanjang—kali ini raksasa bioteknologi asal California yang mengungkap peretas berhasil mengakses dan mencuri data kesehatan pasien mereka dari server cloud.

Amgen Inc. mengalami insiden siber yang melibatkan pencurian informasi pasien dan data kepemilikan (proprietary) yang tersimpan di server cloud, menurut pengajuan resmi perusahaan ke regulator pasar modal Amerika Serikat (SEC) pada Jumat, 31 Juli 2026. Perusahaan farmasi ini masih menilai dampak penuh insiden tersebut, namun menyatakan kemungkinan besar tidak akan berdampak material terhadap hasil keuangan mereka.

Terdeteksi Juli, Dikonfirmasi Material Akhir Bulan yang Sama

Menurut pengajuan Form 8-K ke SEC, Amgen mendeteksi aktivitas tidak sah di sistem cloud mereka pada Juli 2026. Perusahaan segera mengaktifkan rencana respons keamanan siber, menerapkan langkah-langkah penahanan (containment), dan melibatkan tim ahli forensik digital pihak ketiga untuk menyelidiki sifat dan cakupan insiden tersebut. Investigasi forensik lanjutan mengonfirmasi peretas telah mencuri data dari lingkungan cloud tersebut, termasuk informasi kesehatan pasien yang dilindungi (protected health information) serta data kepemilikan perusahaan. Pada 29 Juli 2026, Amgen menetapkan insiden ini sebagai bersifat material dan menginformasikannya kepada SEC.

"Hingga saat ini, perusahaan belum mengidentifikasi adanya dampak terhadap produk, operasi manufaktur, atau sistem pelaporan keuangan kami, maupun terhadap kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan pasien," tulis Amgen dalam pengajuan tersebut. Perusahaan menjelaskan insiden ini dikategorikan material karena volume berkas yang terdampak serta risiko bahwa informasi sensitif telah dikompromikan—bukan karena dampak operasional langsung yang sudah teridentifikasi.

Belum Jelas Bagaimana Sistem Cloud Dibobol

Sejauh ini, detail spesifik soal bagaimana sistem cloud pihak ketiga yang digunakan Amgen berhasil dibobol belum diungkap ke publik. Amgen menyatakan sedang dalam proses menentukan kewajiban notifikasi regulasi dan hukum yang berlaku, termasuk tanggung jawab mereka berdasarkan Health Insurance Portability and Accountability Act (HIPAA)—undang-undang federal Amerika Serikat yang mengatur perlindungan data kesehatan pasien. Perusahaan juga menyatakan akan menginformasikan pasien yang terdampak sesuai ketentuan yang berlaku, meski cakupan penuh data yang dikompromikan masih dalam tahap investigasi.

Identitas kelompok pelaku di balik serangan ini juga belum dipastikan hingga pengajuan SEC tersebut dipublikasikan.

Bagian dari Gelombang Serangan yang Menyasar Sektor Farmasi dan Kesehatan

Insiden Amgen ini menambah daftar panjang perusahaan farmasi, bioteknologi, dan teknologi medis besar yang menjadi korban serangan siber dalam beberapa bulan terakhir—termasuk Novo Nordisk, Medtronic, Stryker, Abbott Laboratories, dan West Pharmaceutical Services. Sebulan sebelum insiden Amgen terungkap, Novo Nordisk juga mengonfirmasi akses tidak sah ke sejumlah sistem TI global mereka, disertai tuntutan tebusan bernilai jutaan dolar dari dua kelompok pemeras siber berbeda.

Menurut catatan Bloomberg, serangan siber lain sebelumnya juga sempat mengganggu operasional perusahaan teknologi medis Stryker Corp., diikuti insiden serupa yang menimpa Intuitive Surgical Inc.—produsen alat dan sistem bedah. Pola ini menegaskan sektor farmasi dan bioteknologi kini menjadi target yang semakin sering disasar kelompok kejahatan siber, mengingat nilai tinggi kekayaan intelektual serta data pasien sensitif yang mereka simpan.

Insiden Terjadi di Tengah Tekanan Bisnis Lain bagi Amgen

Kabar keamanan siber ini muncul di saat Amgen juga tengah menghadapi tantangan bisnis lain—penjualan obat-obatan lama mereka terus menurun seiring perlindungan paten yang mulai berakhir. Investor kini lebih banyak menyoroti produk-produk baru dalam jalur pengembangan (pipeline) perusahaan, khususnya suntikan penurun berat badan MariTide, meski bukti-bukti awal menunjukkan produk tersebut belum sepopuler perawatan serupa yang sudah ada dari Eli Lilly & Co. dan Novo Nordisk A/S.

Amgen menegaskan investigasi terhadap insiden ini masih berlangsung dengan bantuan pakar keamanan siber pihak ketiga, dan perusahaan akan terus memperbarui informasi terkait cakupan penuh data yang terdampak seiring proses tersebut berjalan.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.