CompileDaily
Crypto

Bitcoin Turun 4,59% ke $75.944, Ethereum Anjlok 6,13% saat Pasar Menanti Data Tenaga Kerja AS

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Kripto biasanya dipuji sebagai aset yang berjalan sendiri. Jumat ini ia kembali ikut terseret saham teknologi, dengan Bitcoin dan Ethereum melemah bersamaan dengan merosotnya Nasdaq.

Harga Bitcoin turun 4,59 persen dalam 24 jam ke US$75.944 pada Jumat (6/11/2026) pukul 20.30 WIB, menurut data CoinMarketCap yang dikutip Kontan. Dalam sepekan, Bitcoin masih turun 1,93 persen. Ethereum melemah lebih dalam, 6,13 persen ke US$2.242, walau dalam sepekan masih naik 0,65 persen.

Solana ikut turun 5,35 persen ke US$90,25, sedangkan Arbitrum melemah 0,53 persen ke US$0,14.

Pasar Saham AS Tertekan, Likuidasi Mencapai US$1,09 Miliar

Tekanan datang dari luar kripto. Laporan harian bursa kripto KuCoin untuk 6 November mencatat Nasdaq turun 5,52 persen ke 24.315, S&P 500 melemah 4,36 persen, dan Dow Jones 3,44 persen. Indeks semikonduktor Philadelphia disebut anjlok sekitar 12,3 persen, terburuk sejak Maret 2020. Penurunan Nasdaq sekitar 5,5 persen juga tercatat dalam laporan kami soal pembukaan IHSG.

Menurut KuCoin, posisi beli (long) senilai sekitar US$1,09 miliar dilikuidasi dalam 24 jam, sebagian besar di pasar kripto. Indeks Fear & Greed turun ke 28 dari 50 sehari sebelumnya. Seluruh angka KuCoin ini berasal dari satu sumber, dan harga yang dimuat dalam laporan yang sama pun tidak seragam antara kotak data dan judul halamannya.

Arus Dana ETF: Oktober Negatif, 4 November Sempat Positif

Data riset Luno yang dikutip Kontan menunjukkan ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih sekitar US$515 juta sepanjang Oktober. ETF Ethereum spot lebih berat, dengan arus keluar sekitar US$1,61 miliar.

Untuk angka harian, KuCoin mencatat ETF Bitcoin spot AS menerima arus masuk US$74,57 juta pada 4 November, menghentikan tiga hari arus keluar beruntun. Kami membahas arus keluar ETF Bitcoin tiga sesi dalam artikel sebelumnya.

Lihat Layanan Kami

Kalender Data AS Menentukan Arah Berikutnya

Pelaku pasar menunggu laporan tenaga kerja AS yang dijadwalkan pada 6 November, disusul inflasi konsumen (CPI) AS pada 10 November. Risalah rapat FOMC dijadwalkan 19 November, data inflasi PCE pada 25 November, dan keputusan suku bunga The Fed pada 9 Desember. Pada Oktober, The Fed menahan suku bunga di 3,75-4,00 persen, sementara CPI September tercatat 3,7 persen secara tahunan, naik dari 3,4 persen.

"Data ketenagakerjaan yang lemah biasanya mendukung pelonggaran kebijakan," kata Market Specialist Luno, Arief Rachman. Ia menyebut data PCE sebagai salah satu masukan penting bagi keputusan The Fed pada Desember.

Level Teknikal dan Faktor Lain

KuCoin menempatkan area dukungan Bitcoin di US$75.000-76.000. Kegagalan merebut dan bertahan di atas US$78.000 disebut bisa membatasi pemulihan. Kontan juga mencatat insiden keamanan Binance pada 29 Oktober, dengan potensi kerugian sekitar US$6,3 miliar yang dikaitkan FBI dengan kelompok TraderTraitor yang didukung Korea Utara. Binance menyatakan akan menutup sekitar US$6 miliar dari dana perusahaan.

Dari sisi pasokan, sekitar 92,65 juta token ARB dijadwalkan dibuka kuncinya pada pertengahan November.

Yang ditunggu pasar kini ada dua: apakah angka tenaga kerja AS cukup lemah untuk menghidupkan harapan pelonggaran suku bunga, dan apakah Bitcoin sanggup bertahan di atas US$75.000 sebelum CPI 10 November.

Artikel ini bersifat informasi, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset kripto. Aset kripto berisiko tinggi dan harganya sangat fluktuatif; keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan dan iklan yang relevan. Baca Kebijakan Privasi kami.