CompileDaily
Web 3

Standard Chartered Geser Target Stablecoin $2 Triliun ke 2030, Suplai Mandek di $309 Miliar

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Pasar stablecoin berhenti membesar, tetapi uangnya justru makin sering berpindah tangan. Standard Chartered membaca dua gejala yang berlawanan itu sebagai alasan menunda target, bukan membatalkannya.

Standard Chartered pada Rabu (14/10/2026) merevisi proyeksinya: kapitalisasi pasar stablecoin tetap diperkirakan mencapai $2 triliun, tetapi pada 2030, bukan 2028. Revisi itu tertuang dalam laporan Geoffrey Kendrick, kepala riset aset digital global di bank tersebut, yang diberitakan The Block dan Cointelegraph.

Suplai Datar di Kisaran $300–$320 Miliar

Alasan penundaan sederhana: suplai tidak bergerak. Dalam 12 bulan terakhir, jumlah stablecoin beredar bertahan di kisaran $300 miliar hingga $320 miliar dan kini berada di sekitar $309 miliar. Kendrick menilai perlambatan ini bersifat siklikal, bukan struktural, karena bertepatan dengan lesunya aktivitas pasar kripto.

Ia mencatat periode suplai datar atau turun di masa lalu disusul pertumbuhan baru begitu pasar kripto pulih. Dengan kata lain, Standard Chartered menganggap angka $2 triliun masih terjangkau, hanya butuh waktu dua tahun lebih lama.

Nilai Transfer Naik Meski Suplai Tertahan

Sisi pemakaian bercerita lain. Nilai transfer on-chain mencetak rekor bulanan $19 triliun pada Mei 2026. Rata-rata volume transfer bulanan tahun ini hampir $10 triliun, dibanding $4 triliun pada 2025. Kecepatan perputaran rata-rata, yaitu seberapa sering satu koin berpindah tangan dalam sebulan, naik dari sekitar 15 kali pada 2025 menjadi sekitar 30 kali tahun ini.

Lonjakan terbesar ada pada USDC milik Circle, dari sekitar 45 kali menjadi sekitar 80 kali per bulan. Perputaran USDT milik Tether bertahan di kisaran tujuh kali per bulan. Artinya pertumbuhan tahun ini datang dari pemakaian, bukan dari penerbitan koin baru.

Empat Pasar dengan Pemenang Berbeda

Lihat Layanan Kami

Kendrick membagi stablecoin ke dalam empat pasar. Untuk tabungan dolar di negara berkembang, USDT mendominasi. Untuk pembayaran di negara maju, USDC memimpin. Dalam perdagangan kripto, USDC dan USDe milik Ethena punya posisi kuat, sedangkan transaksi antaragen AI masih pasar kecil yang juga dipimpin USDC.

Persaingan paling sengit, menurutnya, terjadi di pembayaran negara maju dan upaya menggantikan sistem keuangan tradisional. Penantang yang disebut antara lain USDG, penyedia infrastruktur M^0, serta A+, rencana jaringan multibank yang memungkinkan bank menerbitkan stablecoin bersama dan tetap memegang pendapatan dari cadangan. Siapa yang menguasai imbal hasil cadangan itu, kata Kendrick, akan menentukan pemenangnya.

Regulasi Jadi Risiko Terbesar bagi Proyeksi

Kendrick menyebut regulasi sebagai risiko utama. Ancaman terbesar bagi dominasi USDT di negara berkembang, ujarnya, adalah regulator global yang mengikuti GENIUS Act, undang-undang stablecoin Amerika Serikat yang disahkan pada 2025 dan efektif Januari 2027. Penerapannya bisa membuka persaingan dari stablecoin milik bank dan penerbit jamak.

Di Amerika Serikat sendiri, aturan turunan masih berjalan. Pada Agustus, Departemen Keuangan mengusulkan penerbitan stablecoin hanya untuk penerbit berizin federal atau negara bagian, sementara usulan FDIC akan mengecualikan pemegang stablecoin dari asuransi simpanan pass-through. Dewan standar akuntansi FASB juga mengusulkan pembaruan cara perusahaan melaporkan stablecoin tertentu di neraca.

Pergerakan serupa terjadi di sektor perbankan, seperti Revolut yang masuk lewat token berbasis euro dan empat bank besar AS yang membangun jaringan tokenized deposit.

Pertanyaan berikutnya ada di Januari 2027, saat aturan penerbitan di Amerika Serikat mulai berlaku. Jika negara lain ikut menyalin modelnya, peta antara USDT, USDC, dan stablecoin bank bisa berubah lebih cepat daripada target 2030 itu sendiri.

Artikel ini bersifat informasi, bukan rekomendasi beli atau jual aset kripto. Aset kripto berisiko tinggi dan harganya sangat fluktuatif; keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.