CompileDaily
Game

Semangat "We Will Fight": Hari Game Indonesia 2026 Perjuangkan Game Lokal ke Pasar Global

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
Semangat "We Will Fight": Hari Game Indonesia 2026 Perjuangkan Game Lokal ke Pasar Global

Delapan puluh satu tahun lalu, bangsa ini memperjuangkan pengakuan sebagai negara berdaulat. Kini, di ranah yang sama sekali berbeda, para developer game Indonesia tengah memperjuangkan sesuatu yang tak kalah penting: pengakuan bahwa karya mereka layak berdiri sejajar dengan produksi game kelas dunia.

Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 digelar 8-9 Agustus lalu di Garuda Sparks Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, mengusung tema "We Will Fight: Perjuangan Kolektif untuk Eksistensi Game Lokal"—tema yang terasa menggema dengan semangat perjuangan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh hari ini, 17 Agustus. Memasuki perjalanan satu dekade penyelenggaraannya, HARGAI 2026 mempertemukan pemerintah, asosiasi, pelaku industri, komunitas, hingga berbagai perusahaan yang punya perhatian terhadap perkembangan industri game Tanah Air.

Dari Sekadar Pasar, Menuju Negara Produsen Game Dunia

Ketua Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, menegaskan HARGAI 2026 menjadi momentum untuk merayakan pertumbuhan game lokal sekaligus para kreator yang membangunnya. "Tanpa mereka, game itu tidak pernah ada. Jadi mari kita hargai bukan hanya game-nya, mari kita hargai orang-orang yang membuatnya," kata Shafiq dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya memberi ruang bagi karya lokal untuk mencoba, belajar, dan bersaing berdasarkan kualitas—visi yang bertujuan mengubah peran Indonesia dari sekadar konsumen game, menjadi produsen yang mampu membawa cerita dan kreativitas lokal ke panggung dunia.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, turut menyampaikan optimisme terhadap perkembangan subsektor aplikasi dan game Indonesia, menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat industri sekaligus memperluas akses game Indonesia ke pasar internasional. Kolaborasi ini melibatkan Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Perdagangan, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bersama sejumlah asosiasi dan pelaku industri lainnya.

UniPin: 15 Tahun Membangun Jembatan Infrastruktur untuk Developer Lokal

Sebagai salah satu pelaku industri yang terlibat aktif, UniPin—penyedia layanan top-up hiburan digital—menegaskan komitmen mereka mendukung ekosistem game lokal lewat penguatan infrastruktur, akses pengguna, penjangkauan komunitas, hingga kemitraan lintas sektor. CEO UniPin, Ashadi Ang, dalam sesi talkshow bersama Salman Farouk Al Hakim dari Dream Forge Creation, menjelaskan pemahaman mendalam atas perilaku pengguna di berbagai wilayah menjadi kunci utama membantu developer lokal menembus pasar luar negeri.

Lihat Layanan Kami

"Ketika game lokal masuk ke UniPin, kami sudah memiliki pemahaman mengenai perilaku pengguna, seperti kapan mereka melakukan top up. Ketika masuk ke pasar internasional dengan zona waktu dan karakter berbeda, infrastruktur seperti ini yang kami berikan untuk membantu mereka," ujar Ashadi. Dengan infrastruktur yang sudah dibangun selama 15 tahun, UniPin memposisikan diri sebagai jembatan strategis antara game publisher lokal dengan komunitas pemain di berbagai belahan dunia.

Bertepatan dengan Steam Indonesia Game Sale

Momentum HARGAI 2026 turut diperkuat kolaborasi dengan Steam, platform distribusi game PC terbesar di dunia, yang bersama AGI menggelar Hari Game Indonesia atau Indonesia Game Sale pada 1-10 Agustus lalu. Kampanye diskon khusus ini bertujuan memperkenalkan sekaligus mempromosikan karya developer lokal kepada pemain di Indonesia maupun pasar global sekaligus—memberi etalase vital bagi developer untuk membangun komunitas dan menjaring calon pemain dari berbagai belahan dunia.

Kombinasi kedua momentum ini menegaskan bahwa perjuangan mengangkat game lokal Indonesia bukan sekadar seremonial belaka, melainkan upaya kolektif yang melibatkan pemerintah, asosiasi, platform distribusi global, hingga penyedia infrastruktur pembayaran digital—seluruhnya bergerak bersama dalam satu arah yang sama.

Tantangan Terbesar: Dikenal di Luar Negeri, Bukan Cuma di Rumah Sendiri

Salah satu tantangan utama yang disorot dalam rangkaian diskusi HARGAI 2026 adalah bagaimana membawa game lokal agar tidak hanya dikenal di Indonesia, melainkan benar-benar menembus kesadaran pemain internasional. Dukungan terhadap industri game lokal tidak cukup hanya lewat infrastruktur transaksi semata—UniPin turut mengembangkan ekosistem komunitas untuk mempertemukan publisher dengan pengguna sejak 2017, sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun basis penggemar yang berkelanjutan di luar negeri.

Di tengah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia hari ini, semangat "We Will Fight" yang diusung HARGAI 2026 terasa relevan lebih dari sekadar tema acara semata—ia menjadi cerminan perjuangan generasi baru anak bangsa yang, alih-alih mengangkat senjata, kini mengangkat keyboard dan engine game untuk memperjuangkan pengakuan Indonesia di panggung industri kreatif digital global.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.