Nvidia Ungkap Kepemilikan Saham SpaceX $21 Miliar dan Intel $30 Miliar
Selama ini publik hanya tahu Nvidia berinvestasi di kedua perusahaan tersebut, tanpa pernah tahu persis seberapa besar taruhannya. Kini, lewat dokumen resmi ke regulator pasar modal, terungkap bahwa nilai gabungan kedua kepemilikan itu melampaui 50 miliar dolar AS—dan salah satunya berasal dari investasi awal yang nilainya kini melonjak enam kali lipat.
Nvidia Corp. pada Jumat (14/8/2026) mengungkapkan kepemilikan saham senilai hampir 21 miliar dolar AS di SpaceX milik Elon Musk, sekaligus kepemilikan senilai 30 miliar dolar AS di Intel Corp. Perusahaan chip AI raksasa ini memiliki sekitar 122,8 juta lembar saham SpaceX per 30 Juni, menurut pengajuan regulasi yang dipublikasikan Jumat, serta memegang sekitar 214,8 juta lembar saham Intel.
Pengungkapan Pertama Kali Sejak Investasi di xAI
Pengajuan ini menandai kali pertama Nvidia mengungkap nilai kepemilikan mereka di SpaceX, sejak awalnya berinvestasi di xAI—startup kecerdasan buatan milik Musk yang kemudian dilebur ke dalam SpaceX menjelang debut publik SpaceX yang belum pernah terjadi sebelumnya awal tahun ini. Nvidia sebelumnya menanamkan hingga 2 miliar dolar AS ke xAI pada 2025 lewat skema pembiayaan yang mencakup ekuitas dan utang dalam kendaraan tujuan khusus (special purpose vehicle) yang dirancang untuk membeli prosesor Nvidia bagi proyek komputasi masif xAI.
Menurut laporan TechTimes, pada harga penutupan 30 Juni sebesar 170,86 dolar AS per saham, kepemilikan 122,8 juta lembar saham SpaceX milik Nvidia bernilai sekitar 21 miliar dolar AS—setara sekitar 33 persen dari total portofolio ekuitas Nvidia yang diungkapkan. Namun saham SpaceX sejak itu mengalami penurunan dari level tertinggi tersebut; pada penutupan Jumat, dengan saham SpaceX diperdagangkan di kisaran 140 dolar AS, nilai kepemilikan Nvidia di SpaceX turun menjadi sekitar 17,2 miliar dolar AS.
Investasi Intel Melonjak dari 9,5 Miliar Jadi 30 Miliar Dolar AS dalam Tiga Bulan
Kepemilikan Nvidia di Intel juga menunjukkan lonjakan nilai yang mencolok. Menurut laporan Fortune, nilai investasi Nvidia di Intel melonjak drastis dari sekitar 9,5 miliar dolar AS tiga bulan sebelumnya menjadi sekitar 30 miliar dolar AS pada akhir Juni—lonjakan yang menurut laporan Tom's Hardware mengubah investasi awal senilai 5 miliar dolar AS milik Nvidia menjadi keuntungan mendekati 25 miliar dolar AS. Investasi Intel ini merupakan bagian dari kemitraan infrastruktur AI strategis kedua perusahaan yang diumumkan September tahun lalu.
Kekhawatiran Risiko Investasi Sirkular Kembali Mencuat
Analis TechTimes menyoroti bahwa kedua perusahaan tempat Nvidia menanamkan modal—SpaceX dan Intel—sama-sama telah berkomitmen menjadikan Nvidia sebagai pemasok chip eksklusif mereka, situasi yang memunculkan kekhawatiran soal risiko investasi sirkular (circular investment risk). Pola ini mengingatkan pada kekhawatiran serupa yang sempat muncul terkait skema pendanaan 500 miliar dolar AS milik Nvidia untuk mendukung infrastruktur AI OpenAI, di mana investor kredit mulai menuntut kompensasi lebih besar seiring ekosistem AI menumpuk lebih banyak keterkaitan finansial antar pemain besar di industri yang sama.
Nvidia turut mengungkap kepemilikan senilai lebih dari 10 miliar dolar AS di berbagai pelanggan, mitra, dan pemasok lain mereka, termasuk Coherent (produsen laser, material optik, dan semikonduktor), Nokia (raksasa telekomunikasi), dan Synopsys (penyedia electronic design automation). Menariknya, di tengah ekspansi investasi strategis ini, Nvidia juga mengonfirmasi telah sepenuhnya melepas kepemilikan mereka di Arm—sekitar 1,1 juta lembar saham yang bernilai 178,1 juta dolar AS pada Agustus tahun lalu.
Modal Besar dari Pendapatan yang Terus Melonjak
Dengan pendapatan kuartalan Nvidia yang sudah melampaui 80 miliar dolar AS dan laba bersih mendekati 60 miliar dolar AS, perusahaan memiliki dana kas yang sangat besar untuk terus berinvestasi. Secara tradisional, Nvidia menanamkan modal ke saham-saham yang berpotensi tumbuh pesat sekaligus melakukan investasi strategis yang menguatkan posisi mereka di rantai pasok AI global—strategi yang menurut laporan sejumlah analis kini mengubah Nvidia dari sekadar penjual GPU H100, sistem Blackwell, dan arsitektur Vera Rubin yang akan datang, menjadi entitas yang secara aktif mendanai perusahaan-perusahaan yang membeli produk mereka sendiri.
CEO SpaceX, Elon Musk, sendiri memegang saham ekonomi sebesar 48,4 persen di SpaceX yang bernilai sekitar 907 miliar dolar AS per 30 Juni—meski Musk secara terbuka menyebut sebagian saham tersebut masih terikat kondisi vesting berdasarkan pencapaian kinerja tertentu. Dengan valuasi SpaceX mencapai sekitar 1,77 triliun dolar AS usai IPO mereka Juni lalu, posisi Nvidia sebagai pemegang saham keenam terbesar SpaceX menegaskan betapa dalamnya keterkaitan finansial yang kini terjalin antara raksasa-raksasa teknologi di jantung boom infrastruktur AI global.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.