Investor Aktif Startup Indonesia Turun 39% ke 27, tapi Pendanaan Naik 111% ke $365 Juta
Total uang yang masuk ke startup teknologi Indonesia lebih dari dua kali lipat, tetapi hampir tiga perempatnya berasal dari satu transaksi. Di luar itu, pasar pendanaan justru menyusut.
Startup teknologi Indonesia menghimpun $365 juta pada Januari hingga September 2026, naik 111 persen dari $173 juta pada periode sama tahun lalu, sementara jumlah investor aktif turun dari 44 menjadi 27. Angka itu berasal dari laporan Tracxn bertajuk "Indonesia Tech – 9M 2026" yang diulas Otoinfo pada Sabtu (7/11/2026). Laporan Tracxn sendiri belum bisa dibuka saat artikel ini ditulis, sehingga seluruh angka di bawah bersumber dari ulasan tersebut.
Dari 27 investor aktif, 20 berasal dari luar negeri dan tujuh dari dalam negeri. Penurunan 44 ke 27 setara sekitar 39 persen, sesuai angka yang dilaporkan.
Satu transaksi menyumbang 74 persen
Pendorong utamanya adalah Ajaib, aplikasi investasi asal Indonesia, yang menutup pendanaan Seri C senilai $270 juta pada Agustus 2026. Nilai itu setara sekitar 74 persen dari total $365 juta, menurut perhitungan dari angka Otoinfo. Putaran tersebut dipimpin SBI, menurut judul laporan e27 yang menyebutnya transaksi teknologi terbesar Indonesia dalam beberapa tahun.
Bila Ajaib dikeluarkan, sisa pendanaan hanya sekitar $95 juta. Angka itu dihitung dari $365 juta dikurangi $270 juta, dan lebih rendah sekitar 45 persen dibanding $173 juta pada 2025. Jadi pertumbuhan 111 persen lebih mencerminkan satu putaran besar daripada pasar yang pulih merata.
Dalam rupiah, total $365 juta setara sekitar Rp6,63 triliun menurut konversi Otoinfo. Cakupan data berhenti di akhir September, sehingga putaran yang diumumkan pada Oktober dan November belum masuk hitungan. Itu berarti angka tahunan 2026 masih bisa bergeser, ke atas maupun ke bawah, begitu laporan sepuluh bulan atau setahun penuh terbit.
Jumlah putaran terpangkas lebih dari separuh
Putaran pendanaan merosot dari 32 pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi 14 pada periode yang sama 2026, turun 56 persen. Dengan 14 putaran dan $95 juta di luar Ajaib, rata-rata nilai putaran lain berada di kisaran $7,3 juta, perhitungan kasar yang mengasumsikan Ajaib adalah satu dari 14 putaran tersebut.
Asumsi itu perlu dicatat, karena Otoinfo tidak merinci apakah Seri C Ajaib termasuk dalam hitungan 14. Pembaca yang ingin angka pasti sebaiknya menunggu publikasi laporan penuh Tracxn.
Tahap awal paling terpukul
Pendanaan tahap benih turun dari $29 juta menjadi $2 juta, dan jumlah putarannya dari 23 menjadi empat. Otoinfo menulis penurunannya 92 persen, sedangkan hitungan dari dua angka itu menghasilkan sekitar 93 persen. Selisih kecil ini kemungkinan akibat pembulatan.
Bagi pendiri baru, angka itu berarti jalur masuk yang menyempit. Ketika empat putaran benih menggantikan 23, peluang mendapatkan modal pertama jauh lebih kecil, terlepas dari seberapa besar total pendanaan yang tercatat di tahap lanjut.
Belum ada IPO startup dan unicorn baru
Menurut laporan yang sama, tidak ada startup teknologi Indonesia yang melantai di bursa dan tidak ada unicorn baru sepanjang Januari sampai September 2026. Kondisi ini senada dengan gambaran kawasan yang dibahas CompileDaily dalam laporan pendanaan startup Asia Tenggara, ketika Singapura menguasai 94 persen dari total pendanaan kawasan.
Satu catatan tentang sumber: ulasan Otoinfo tidak memuat kutipan dari pelaku industri, dan foto ilustrasinya berlabel buatan AI. Tracxn adalah perusahaan data, jadi cakupan transaksinya bergantung pada apa yang berhasil mereka llacak.
Hal yang layak dipantau berikutnya adalah apakah kuartal terakhir 2026 menghadirkan putaran besar lain, atau pendanaan Indonesia kembali bergantung pada sedikit transaksi jumbo.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.