Kasus ISPA Akibat Karhutla Naik ke 425.167 hingga 5 November, Bertambah 23.581 dalam Tiga Hari
Angka harian yang dilaporkan hanya sekitar 3.500 kasus, tetapi total kumulatif infeksi saluran pernapasan akibat asap karhutla melompat lebih jauh dari itu dalam tiga hari.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 425.167 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) kumulatif di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Kamis (5/11/2026), menurut Bloomberg Technoz yang terbit Jumat (6/11/2026) pukul 15.30 WIB. Data diperbarui pada 5 November pukul 17.00 WIB. Angka itu naik 23.581 kasus dari 401.586 kasus yang tercatat per 2 November, seperti kami laporkan sebelumnya.
Tambahan Harian Tidak Sebanding dengan Selisih Total
Bloomberg Technoz menulis penambahan sebesar 3.518 kasus dibanding laporan sehari sebelumnya, setelah 3.436 kasus pada 4 November. Pada 2 November, tambahan harian tercatat 3.906 kasus menurut CNBC Indonesia.
Jika ketiga angka harian itu dijumlahkan, hasilnya jauh di bawah selisih total 23.581 kasus. Laporan yang kami baca tidak menjelaskan sumber perbedaan itu, dan kami tidak menarik kesimpulan darinya. Kemenkes belum merilis penjelasan dalam pemberitaan yang kami telusuri.
Balita Masih Terbanyak, Lansia Ikut Naik
Per 5 November, kasus pada balita usia 0-5 tahun mencapai 95.627, naik 3.714 dari 91.913 pada 2 November. Kelompok anak usia 6-9 tahun tercatat 88.391 kasus (naik 687 dari 87.704), dan lansia di atas 60 tahun 56.462 kasus (naik 370 dari 56.092).
Ketiga kelompok itu bersama-sama menyumbang 240.480 kasus, atau sekitar 56,6 persen dari total 425.167. Balita sendiri sekitar 22,5 persen.
Pekerja luar ruangan tercatat 9.332 kasus, naik 1.246 dari 8.086. Ibu hamil tercatat 682 kasus (590 pada 2 November), sedangkan penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) 1.747 kasus. Angka asma pada 2 November (1.530) tidak dapat dibandingkan langsung karena kategori awalnya hanya menyebut asma.
Tujuh Provinsi dan Kota-kota yang Paling Terpapar
Bloomberg Technoz tidak menyebut nama provinsi. Laporan NU Online yang kami kutip pada artikel sebelumnya menyebut Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi. CNBC Indonesia menyebut wilayah dengan penduduk terdampak terbesar adalah Kota Banjarbaru (Kalimantan Selatan), Pekanbaru (Riau), dan Pontianak (Kalimantan Barat).
Di lapangan, operasi pemadaman memakan korban. CNBC Indonesia melaporkan tiga prajurit TNI AD gugur dalam kecelakaan helikopter MI-17V5 di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026). Dispenad menyatakan penyebabnya masih diselidiki.
Tren Provinsi dan Kesiapan Layanan
Dalam konferensi pers di Graha BNPB pada 4 November, Juru Bicara Kemenkes Widyawati menyebut kasus menurun di Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, dan Riau sepanjang 1 Oktober hingga 1 November, tetapi meningkat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Kemenkes juga menyebut tren pneumonia dan diare naik di lima provinsi itu, tanpa angka.
CNBC Indonesia mencatat sempat ada lonjakan sekitar 23 kasus dalam sehari di Riau, sedangkan Kalimantan Barat tertinggi enam kasus harian dan Kalimantan Selatan nol hingga empat kasus per hari di fasilitas kesehatan. Kemenkes menyiapkan 1.691 puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, dan 87 layanan darurat lapangan di wilayah terdampak.
Yang Disarankan bagi Warga
Kemenkes dalam keterangan sebelumnya mengimbau warga memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta tidak menggosok mata saat perih. Balita, anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma termasuk kelompok yang diminta lebih berhati-hati.
Laporan berikutnya akan menunjukkan apakah tambahan harian bertahan di kisaran 3.500 kasus atau turun, dan apakah Kemenkes menjelaskan selisih antara angka harian dan total kumulatif.
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti diagnosis atau saran medis. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau gejala lain, konsultasikan dengan tenaga medis.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.